Malang, 5 Februari 2009
Allaahu Akbar… Allaahu Akbar… Laa ilaaha illallah… Allaahu Akbar…
Komat-kamit bibir kami, sebut asma-Nya. Cemas bercampur was was. Kala hujan deras dan angin kencang mampir di tengah-tengah aktivitas kami di Islamic Book Fair (IBF) yang berlokasi di Aula Skodam V Brawijaya depan tugu Kota Malang.
Waktu itu saya dan seorang sahabat sedang makan bakso di area depan pameran. Bersiap pulang sambil menunggu reda sang hujan karena kami sudah berkeliling lama dan sudah mengantongi beberapa item barang belanjaan (Alhamdulillah…). Namun, sebaliknya, hujan makin kencang, kilat menyambar, dan angin setia menemani.
Heran juga saya beli bakso, saya gak begitu suka, kecuali bikinan ibu… Rasanya sudah bertahun gak beli bakso (lebay). Tepat beberapa saat setelah kunyahan terakhir, ada yang ambruk di dekat tenda bakso, penerangan mati, dan saya merasa agaknya tenda bakso ini juga akan runtuh diterpa angin dan hujan. Allaahu Akbar…
Saya dan sahabat saya berlari menyelamatkan diri. Saat berlari, sekilas saya sempat membayangkan salah satu dari tiang-tiang yang roboh ini mengenai kepala saya. Saya terus berlari dan hendak berteduh ke salah satu stan jilbab paling depan. Namun, air hujan makin mengamuk, atap-atap seng di beberapa stan yang ada di luar terangkat lepas (tapi gak sampai beterbangan). Patung berbusana muslimah roboh tepat di depan saya.
















