Begitu cepat waktu bergulir, pagi-pagi betul saya sudah duduk di atas rumput taman bersama bunga kamboja dan daun berserakan, serta segar siraman mentari dhuha. Kini garis lengkung senyum rembulan  menemani deru roda yang kukayuh di bawah kaki langit bersemburat merah ungu.

Dalam hening malam aku merenung… Hmmff… Begitu cepat waktu berjalan, aroma UTS tercium tajam, menusuk rongga-rongga kepalaku. Tak terasa dah mau UTS, begitu baaannyak hal yang terjadi jelang UTS ini… >_<!!!

sekolah :D

Inilah yang kurasakan sekarang,,, (more…)

^^ sungaii

Alhamdulillah… setidaknya ada yang saya post di bulan ini :mrgreen:

Bulan di mana setahun sudah saya ngeblog… dan 18 tahun sudah Nisa mengalir… ^^

:)

Saya sangat suka melihat air jernih mengalir, bergemericik melewati celah bebatuan, dingin.. ^^ Sudah lama sekali, ndak menikmati yang seperti itu. Sungai-sungai di sekitar wilayah rumah saya mengalir, tetapi sangat keruh dan kotor. Namun, itu masih mending ya, daripada sungai-sungai di Surabaya, hiks… seperti di depan kontrakan saya T_T hijau kehitaman, poluted, dan kadang tampak tidak mengalir sama sekali. (more…)

Teringat goresan kisah tanggal 18 Ramadhan lalu.. saat haru, tawa, dan semangat berbaur di atas hamparan tikar. Di bawah langit sore, dihiasi burung-burung yang kembali ke sarang… Subhanallah… sore yang indah… :)

di negeri alang-alang..

bersemi jutaan mimpi, membumbung di atas awan..

negeri alang-alang..

bukan di atas kayangan.. bukan cuma khayalan..

negeri alang-alang begitu dekat..

di sini.. di dekat nurani.. ^^

^^

Sahabat yang tinggal di Surabaya pasti tak asing lagi dengan Sanggar Alang-alang, tempat anak negri berkreasi dan berkarya, terutama lewat seni. (more…)

duduk di dekat jemuran

melipat kaki hendak sentuh atap

membuka lembar ilmu,

di pagi awal september…

bertatap ilalang, terpesona kepak sayap bangau

mengingat goresan pena hari-hari yang lalu…

riuhhh…

tawa dan tangis pandemi… ^^

haru.. saat dandelion kecil diingat…

bahagia.. saat yang berserakan berusaha kukumpulkan,

kobar-kobar, seperti lagu totalitas perjuangan…

berderu riuh, kutersenyum teringat kereta menuju Malang… ^^ (more…)

semua berserakan
tak ada yang berjajar rapi,
tak lagi seperti dulu..

kebas hatiku pada pemandangan ini
bukan terbiasa,
lantas membiarkan.. :(

kuharap bisa lakukan sesuatu, yang terbaik

jauh lebih berat..
jauh..
kini,
jauh kata yang dekat..

terasah jiwa pada kondisi ini
walau selalu ada air mata…
penuh luka..

eits, heyy! kau penuh kepercayaan..
v^^
jangan lunturkan, ya, Nis?
yakinlah…
kau bisa :)

Itsuno hi ni ka afureru hikari no hana wo sakase you :)

maple

(more…)

dandelion ditiup angin,
bersayap di bawah oranye tanpa silau
hingga terhujam terik yang amat

berpeluh dan berpisah, lalu berjumpa

berkawan pintu memandang ilalang raksasa

di pojok kanan atas dandelion terlelap

cengar-cengir pada tragedi
detergen, air pdam, kue kabin :)

berdamai dengan jutaan semut merah, nyamuk, dan tikus hitam :D

dandelion, bulan sabit, dan fajar.
di bawah jembatan dan danau cinta
bersama beribu ikan!!
:)

Sebelumnya maaf kalau sudah banyak yang baca. Ini novel lama, tapi saya ingin review ^_^v. Sekadar tepekur dan belajar…

delisa^^

Hafalan Shalat Delisa. Novel buah karya ~tere~liye~ ini bagus sekali. Menceritakan tentang hafalan shalat anak berumur 6 tahun yang sangat menggemaskan, Delisa namanya. Kisah ketulusan yang sungguh menyentuh dengan Tsunami sebagai latar belakangnya.

Dan semua itu sungguh dekat dengan keseharian kita… dekat..

…Dekat… (more…)

* sekadar catatan perjalanan kecil Nisa.. *

Alhamdulillah… Tanggal 25-26 Juli 2009 lalu, saya mengikuti acara Writing Camp FLP se-Jatim 2009 di Villa Hidayatullah, Batu. Saya sama sekali bukan anggota FLP (Forum Lingkar Pena), apalagi delegasi. Bahkan saya tahu acara ini cuma dari blog FLP ranting UM dan awalnya dari ajakan Pak Heri (Wah.. ternyata beliau sendiri ada kesibukan jadi tak bisa hadir.. hiks). Sungguh, saya nggak ngerti apa-apa dan belum mengenal siapa-siapa, tetapi mendengar misinya yang bertajuk “Biarkan Penamu Menyisir Makna”, saya yang ingin mulai belajar menulis ini jadi nekad ikutan :mrgreen: .

satu-sudut-vila

* H min 1

Setelah cukup susah payah mendapat izin dari orang tua, (more…)

Banyak sekali perubahan dan semoga saja menuju arah perbaikan…

Saya tak tahu, apa yang meracuni otak dan hati saya hingga menetapkan Surabaya sebagai tempat belajar dengan melangkah dari Kota Malang. Eh, itu bukan racun ding.. insyaAllah itu hasil sholat istikharah. ^_^

Mungkin sepele, kecil sekali bagi orang lain, tetapi tidak bagi saya. Banyak sekali perubahan, saya harus bisa menyesuaikan diri :D . Langkah kecil seorang anak kecil :mrgeen: *termasuk dekat sekali, kalau ingat teman-teman banyak yang jauuuhhh ngungsinya*

sekitar rumah

Tak ada yang hilang… (more…)

di bendungan

Sore itu kami nonton acara survive di tv. Seorang pemuda berjalan di tengah padang rumput kering penuh ilalang. Belum sempat saya mangap, ayah saya mendahului, “Aku mau ke sanaa…!”, sambil menirukan gaya khas Nisa.

“Heu…”, saya cuma nyengir.

“Paling mau bilang gitu kan? iya kan?, sampai hafal kesenenganmu.”, goda ayah.

“Hiya, aku mesti kowar-kowar kaya gitu, aku mau inii…!! Aku pengen ke situuu…!! Lhah… tapi kan terwujud tho biasanya?”, gak mau kalah.

“Kayak ke Selorejo kemarin…” (more…)

DSCN2081

wadah kosongku menggugat keras

bergemuruh meluncurkan pukulan

memimpikan tiga per tiga

aku bingung..

(more…)

Next Page »