kurasakan angin sepoi

berhembus lembut

menyibakkan kegundahan

mengalir bersama doa-doa

berputar di antara cita-cita

sepoi angin membelah redupku

NF0

(more…)

last4train

Belasan tahun yang lalu

kami berlarian di batu-batu yang menggunduk

bersanding bersama rel kereta api

di bawah mentari

meletakkan logam-logam koin

pada rel kereta api

membiarkannya digilas, halus… (more…)

yotsuba0enjoy

“Bu… denger ceritanya seru tenaan!! Aku pingin ngerasain hawa sejuk dan dinginnya di sana…”

“Hiya, Nis… malah katanya di bagian lereng, embun tampak seperti salju lho, Nis…”

“Hwaaa….. asik, Bu..”

“Ikut sana wis, Nis…”

“Ha? Sama sapa? Sendirian…. ntar pulangnya gimana….” *Lagipula saya gak begitu kenal dengan mertua tante saya, gak ada rewang, bakal celingak celinguk di Purbalingga ntar…*

Hiks,,, Aku pengen ke mana – mana!! Lakukan banyak hal!! Sebelum sempit menghimpit….. (more…)

Bismillah

FLY3Well

Pagi ini tiba-tiba saya membuka buku catatan pelajaran Bahasa Indonesia semasa SMA. Banyak yang lucu di sana. Mungkin tidak bagi orang lain. Tapi entah kenapa saya jadi senyam-senyum sendiri :mrgreen: .

Nahh… ini ada 2 puisi yang saya temukan di buku catatan itu. Melihat tanggalnya, sepertinya ini adalah puisi yang saya tulis awal tahun pelajaran di SMA. Tiga tahun yang lalu, euy!! Saat itu saya masih sangat culun plus cupu :mrgreen: . Enjoy yuh… (more…)

Masih hening, sendiri di atas warna-warni permadani huruf dan angka. Sejenak kuputar rekaman memori hari ini. Berputar perlahan ke arah luar, membaca kisah dua bulan silam. Hingga permadani yang kunaiki sampai di kalender tiga tahun ini, lalu berjalan ke tiga sampai enam tahun yang lalu, terus melaju ke masa yang amat lampau…

Berkeliling, berputar, mengingat, dan mengumpulkan dedaunan yang berserakan membuat mataku sembap, mungkin jiwa ragaku sedang lelah malam ini, sampai akhirnya aku berhenti sejenak di tiga tahun terakhir. Menghentikan permadani di Baiduri Bulan.

Apa yang kau lihat di sana?

pasir0putih (more…)

field-maple-1

“Kau tak akan pernah menduga segala sesuatu yang terjadi dalam hidup. Pertemuan dan perpisahan berjalan beriringan. Kau tak perlu menitikkan air mata tuk sebuah jarak, karena dia dan mereka.. tetap ada di sini, Nisa…”

. . . I can mayowazu ni susumou negai ni chikadzukeru yo, I see the light . . . (more…)

DSCN1587

Srett… srett… sreett… membersihkan pakaian dari jerami kering yang melekat…

Eits.. menuruni rumah pohon… *alhamdulillah… ada tangganya… gak perlu jadi tarsan*

Hap. hap. hap. hap. hap. hap. hap.. *loncat-loncat ala si Bolang* (more…)

Sudah lama gumpalan itu ingin kutumpahkan di sini. Entah, selalu saja tercekat di urat nadi, mengendapkan waktu tuk berbagi. Menghentikan serak suara kecilku, menghalanginya membumbung ke atas awan.

Kurasa ini waktunya, selembar daun akan meluncur di atas salju keheningan… selembar dulu… ^^ , kuharap bisa melecutkan semangat !

=_=

fighto-oh

Pahit dan manis. Itulah jawabannya. Dan setelah semua itu terlewati, aku hanya bisa bersyukur karena musim telah berganti. Tinggal menunggu waktu… dengan jutaan hal-hal raksasa, sambil terus memperbanyak berdoa. Menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah Ta’alaa.

Dan sungguh, waktu itu berjalan sangat cepat. Sampai-sampai aku hampir melupakan apa yang tadinya kutunggu. Semua yang kutulis dengan label “selepas badai” ternyata sebagian besar belum terelisasi… dan mungkin sebagian besarnya tak akan pernah terukir selamanya… :D

Tergantikan musim baru yang sama sekali tak terduga… ^_^ (more…)

Siang yang terik, aku memboncengnya menuju mulut gang lain melalui jalan terabasan ini. Kami sangat senang melewati jalanan sempit dan berbatu ini, di kanan kiri jalan terdapat hamparan sawah hijau dengan teraseringnya yang rapi dan dari kejauhan terlihat gunung yang kokoh berdiri, memaku bumi. Sekadar menghilangkan penat, kami sepakat soal ini, alam jawabannya.

Hampir basah bola mataku saat mengantarkan kepergiannya, bercampur senang mengingat di tahun-tahun awalnya dulu aku hampir tidak pernah melihat tas ranselnya dari belakang, sekadar mengucapkan salam perpisahan…

Mungkin di awal-awal tahun lalu aku suka sok sibuk dengan urusanku sendiri, sampai tak pernah tahu kapan ia datang dan pergi. Saat ia telah berangkat, hanya sesal dan air mata kudapat.

Di gapura gang, ia menepuk pundakku yang diselimuti oleh jaket merah maroon pemberiannya. Jaket lembut dengan bordiran nama di lengan kirinya. Bukan namanya apalagi namaku, tapi deret nama ini bertuliskan “[nevergiveup]”.

“Never give up adikku, Assalamu’alaikum….” (more…)

Bismillahirrohmanirrohiim…

Assalamu’alaikum prenn ^_^ . . . . . . . !!

Alhamdulillah… Nisa bisa kemari lagi, setelah berminggu-minggu jauh dari dunia maya…

*Bo’oongg…… itu maunya, tapi nyatanyaaa… baru juga berapa hari ni gak ngeblog…*

Deuhh… daripada gak menulis, ntar membunuh kreativitas dung… he he, ternyata hari-hari ini belum sibuk banget ^_^ *lhah…masih sempat ol ym atau nimbrungin fesbuk!!*.

Wiikikikk.. Ya sudahlah, semoga saya bisa membawa hal-hal baru nggih… v(^_^)/ *anggep aja baru pergi jauh, padahal cuma ngendon di situ-situ aja*

Ampyuun,,, kug jadi pada nimpukin saya… hehe… timpukin doa saja nggih… ^^ Semoga kita bahagia dunia-akhirat, amiin… ^^

Baiklah, mari kita mulai masuk ke topik… Syalalalalala…

Hm… Temen-temen pada tau pilem kartun “The Backyardigans” kan..

(more…)

kotak1mayaku

yak, kau benar sahabat!

ini bukan tentangku dan hujan

hanya aku dan sebuah balok maya

bukan tentang kardus-kardus yang menjadi atap teduh

bukan pula tentang pelik hidup seorang maya

panjang lebar

lebar tinggi

tinggi panjang

ini tentang sebuah balok maya

yang tepi-tepi langitnya bukan sudut

yang permukaannya bukan lembaran sisi

inilah sebuah balok maya

prisma tegak dunia lain (more…)

Next Page »