Sudah lama gumpalan itu ingin kutumpahkan di sini. Entah, selalu saja tercekat di urat nadi, mengendapkan waktu tuk berbagi. Menghentikan serak suara kecilku, menghalanginya membumbung ke atas awan.

Kurasa ini waktunya, selembar daun akan meluncur di atas salju keheningan… selembar dulu… ^^ , kuharap bisa melecutkan semangat !

=_=

fighto-oh

Pahit dan manis. Itulah jawabannya. Dan setelah semua itu terlewati, aku hanya bisa bersyukur karena musim telah berganti. Tinggal menunggu waktu… dengan jutaan hal-hal raksasa, sambil terus memperbanyak berdoa. Menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah Ta’alaa.

Dan sungguh, waktu itu berjalan sangat cepat. Sampai-sampai aku hampir melupakan apa yang tadinya kutunggu. Semua yang kutulis dengan label “selepas badai” ternyata sebagian besar belum terelisasi… dan mungkin sebagian besarnya tak akan pernah terukir selamanya… :D

Tergantikan musim baru yang sama sekali tak terduga… ^_^ dengan badai baru yang lebih menderu. Ah… ini wajar, beginilah hidup. Aku hanya tersenyum mengingat menu-menu yang tertunda, yang mungkin waktu itu kami hanya ingin melepaskan diri dari seruak gelombang. Mengharapkan sejenak saja duduk-duduk di atas batu besar yang dikelilingi aliran air…

Walau tertunda, mendekati sebuah perpisahan di atas bumi, dan tentunya dengan jarak yang makin jauuuhh… ternyata banyak gemericik baru yang jika kudengarkan dengan seksama, ternyata begitu merduu… Alhamdulillah…

Sambil membuang batu-batu yang menyangkut di saku pakaian, aku terus berlari kencang…!! Menyelamatkan langkahku dari lumpur-lumpur hisap, melatih kepakan sayap..

Bersila di atas ubin, melawan tetesan yang harusnya tak meledak sekarang. Dengan lampu yang padam, komputer tanpa nafas, dan balok yang tersengal perlahan…. Memperbanyak lembaran yang lain. Hening. Aku menikmatinya….

Aroma sepi yang melecutkan semangat!

(^_^)/

Sesampainya di laut

Kukabarkan semuanya

Kepada karang

Kepada ombak

Kepada Matahari

Tetapi semua diam

Tetapi semua bisu

Tinggal aku sendiri

Terpaku menatap langit

…. (Ebiet G. Ade – Berita Kepada Kawan) ….

(^o^)v

Yup. Melecut!! Sambil mellow-mellow begini…

Musik yang dibunyikan para pekerja itu merambat ke dinding kamarku. Membawaku ke sebuah taman kecil. Aku duduk di atas rerumputan yang baru tumbuh, muda.. hijau muda. Rerumputan itu tumbuh sangat cepat, hingga aku bisa menyelinap di dalamnya. Merasakan gemilitik ilalang dan dandelion yang berhamburan ke angkasa raya.

Salah satu lecutan itu menjadi nutrisi untuk jiwaku. Lalu ia kembali menyuruhku berpikir.. Tentang ciptaan-Nya.

Bertafakurlah sejenak…

hijau dan bunga

dan… Selamat belajar, Nisa… *walah..*

Ini waktunya, aku harus berlari kencang di tempat lainn… karena kereta api tak mau kompromi.

Ya, tempat lain yang sangat sejuk. Semua makin berkobar semangatnya, saya tadi kena marah karena saya yang semula mengumpulkan kayu bakar dan menambahkannya di halaman tenda mereka, ternyata malah menyiram kayu sendiri dengan air. T_T gomen…

Karena semua mengepalkan semangatnya… Aku juga harus, semangat! Yup. Aku makin betah di sini. Sebelum pulang, sempat-sempatnya mengendap-ngendap di atas rumput, pingin mengelus-elus kelinci -luucuuu tenan kelincinyaa- yang ada di halaman, berasa kaya di dunia teletubbies :mrgreen: . Lalu mampir membeli serabi imut dan pisang bakar… Terus melanjutkan ‘perkemahan belajar’ di kontrakan rabithah… Alhamdulillah… Semoga ilmu kita bermanfaat, amin..

Huplaa!!

Hehe.. dan inilah perbincangan saya dengan blog dedaunan pagi ini,

“Mbak blog drizzle… Nisa pamit sejenak ya…^^”

“Haiihh.. Apa maksudmu, Nisa? Jarang posting dan blogwalking, sekarang mau pergi pula…”

“Mbak blog… Pean tau sendiri kann…”

“Oche deh, oche.. Lakukan yang terbaik, Nisa…”

“Siip.. InsyaAllah..”

“Ehm… dan pesenku, kalau kau pergi sejenak dari sini, lakukan hal yang sama dengan dinding-dinding itu…”

“Dinding?? *fesbuk maksud e* … Hoo… baiklah… ^^, InsyaAllah…”

Saya HIATUS dulu ya… kali ini SERIUS hiatus… hehe… jangan biarkan daku gentangan di bulan Juni hingga awal Juli… ~_~

Semoga senantiasa dimudahkan oleh Allah..

Allahumma yassirlanaa umuurona wa laa tu’assir ‘alainaa… amin..

Allahumma yassirlanaa fii imtihaan, wahtimlanaa binnajaah… amin..

^^

Saya mohon maaf atas segala kesalahan yang saya torehkan.. dan insyaAllah saya akan kembali kemari… lalu kembali berkunjung ke tempat teman-teman…

Jazakumullah khoir..

Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh :)

*lagu rerumputan itu kembali mengalun seusai saya mengetik ini, hihii…*