field-maple-1

“Kau tak akan pernah menduga segala sesuatu yang terjadi dalam hidup. Pertemuan dan perpisahan berjalan beriringan. Kau tak perlu menitikkan air mata tuk sebuah jarak, karena dia dan mereka.. tetap ada di sini, Nisa…”

. . . I can mayowazu ni susumou negai ni chikadzukeru yo, I see the light . . .

Daun mapple, dia sahabat yang duduk bersamaku dan Tulip. Saat mereka berdua terhenti langkahnya menuju Coban Pelangi, kami berkumpul di atas tikar sederhanaku. Dengan instrumen khayalan yang mengantarkan kami ke langit biru. Mengungkapkan mimpi dan harapan, sebuah cita-cita.

. . . Wake up, stand up. Mou ichido asu e try . . .

Daun Mapple, yang mendengarkan segala celoteh ngawurku, menceritakan padaku apa yang baru saja ia baca, membiarkanku terlelap dalam lelah. Menemaniku berpikir tentang kehidupan. Bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita, hambanya. Aku masih ingat sebuah diskusi kita, tentang nikmat warna. Alhamdulillah… dunia ini penuh warna, bagaimana jika dunia ini tanpa warna, bisakah kau bayangkan? Aku senang belajar  denganmu. Kau tak hanya mempelajari kurikulum sekolah. Kita sepakat. Belajar apapun. Semoga ilmu kita bermanfaat ya, Mapple… ^^.

. . . Look at my chiisai kono te de. Hold on tight tsukamaeta my precious . . .

Ah, kau. Mengajakku meniti tangga menuju atap. Hendak menunjukkan padaku indahnya pemandangan dari sana. Terkekeh kecil melihat gemetar langkahku karena takut ketinggian… Subhanallah… Senja yang indah, Mapple.

. . . Nakushisou na visions in me. Miushinaitakunai jibun no way . . .

Inginku membalasnya, mengajakmu ke tempat singgah kami –aku, Tulip, dan Bunga Matahari– saat detik-detik jelang badai. Berlarian dengan riang di antara hijau tumbuhan, menyapa bapak ibu tani yang ramah, melewati setapak kecil yang kami rindukan, lalu duduk di sebuah gubuk, melihat matahari terbenam di balik Gunung Putri Tidur, membebaskan beban yang tertancap. Subhanallah… Indah, Mapple… dan saat itu kau lihat burung-burung yang kembali ke sarangnya, di senja yang sama.

. . . Do you know that I want it all. Kokoro no aku de kagayakitsudzukeru sono yume wo wasurenaide . . .

Dan sore ini, usai jam pelajaran, kita masih di sini. Aku, kau, Jeruk, Dandelion, dan Edelweis… Di atas rerumputan yang digerus roda-roda. Mencari 2 ekor kelinci yang lain. Menghabiskan sebuah senja… Subhanallah… Hari yang indah… kukira hari ini aku sendiri, tanpa canda tawa kalian…

. . . I can mayowazu ni susumou negai ni chikadzukeru yo. Itsu no hi ni ka afureru hikari no hana wo sakaseyou. I see the light . . .

Dan hari semakin sore, kita melangkah sebentar, menuju taman yang lain. Kurasa kita sudah gila. Tak ada siapa-siapa di taman itu dan kita tak tahu, bolehkah bermain-main di sini? Ah… Sudahlah, yang penting pemandangannya indah ya, Mapple… Walau rumput di sana  ternyata tajam juga ya… :mrgreen: . Bunga-bunga bermekaran… Subhanallah… Sore terakhir kita, Mapple… sayang kita tak punya kamera T_T

. . . Wake up, stand up. Mou ichido asu e try . . .

Dia, Daun Mapple… yang baru saja kukenal belakangan ini kini tlah terbang….. Melejit bersama pesawat mimpi-mimpinya.

Senang mengenalmu, senang memboncengmu menaiki banteng terbang, melintasi awan yang merona jingga. Kau sahabat yang baik. Akhwat yang suka membaca, suka alam, senang berbagi, dan belajar. ^_^

Melejitlah, Mapple… Terbanglah ke angkasa raya. Aku… Kami…. akan melakukan hal yang sama. Kita saling mendoakan ya, semoga esok jumpa lagi denganmu, Mapple… Hati-hati di jalaann ya…

. . . Hm… kau tahu lagu ini kan? ^_^ Lagu semangat kita!! Ayo, lari, Mapple….!! Kita BISA!!

img34

*untukmu, Daun Mapple…

Maafkan segala salahku… *Ampuun*

Terima kasih banyak atas segalanya… ^^ Syukron katsiir…

Sukses selalu sahabatkuu…

Tetaplah dalam instrumenmu. Temukan violinmu. ;)

. . .

nb :

kapan-kapan jadi pengen bikin beginian buat yang lain.. >_<

oia, sebenernya maple.. tapi aku suka double P.. hihi..