last4train

Belasan tahun yang lalu

kami berlarian di batu-batu yang menggunduk

bersanding bersama rel kereta api

di bawah mentari

meletakkan logam-logam koin

pada rel kereta api

membiarkannya digilas, halus…

aku hanya mendekat sebentar

lalu berteriak dan kembali berlari

menuruni bebatuan itu

memasuki teduhnya rumah kecil

kecil, sangat kecil…

di dekat rel kereta api

rumah tua beralaskan tanah

berdinding anyaman bambu

bertaut senyum dengan lubang di sana-sini

dan aku tidak sempat memeriksa

apakah air hujan bisa menetes

. . .

kini rumah itu telah tiada…

entah bagaimana kisahnya…

aku tak paham… dan tak pernah berani bertanya…

rumah kecil yang mungkin hadir di mimpiku

saat ia pulang ke Samben…

rumah seorang wanita tua

yang telah menjadi bagian dari keluarga kami…

nb :

*Judul “Last Train” minjem dari lagunya mbak Yui. Dan percaya atau tidak, terakhir kali saya naik kereta api  adalah saat belasan tahun yang lalu :)

*Foto di atas hanyalah gambar yang diambil dari jendela bus saat saya pergi ke Jogja, tetapi melihat ke luar bus sering mengingatkanku tentang kisah di tepian rel kereta api.

*Sudah, sudah. Entah kenapa mengingat semua ini membuat saya menangis sesenggukan, tak ingin bercerita… :(

Kau bisa merasakan sesuatu, kawan?