“Terima kasih telah membuat kami lebih semangat belajar matematika dan Bahasa Inggris. Kami ingin sekali, kakak terus berada di sini selamanya. Meski tidak mungkin, karena kakak harus belajar di luar kota. Semoga cita-cita kakak tercapai..”, mungkin tidak persis seperti itu redaksionalnya, tapi kurang lebih semacam itulah isi surat yang tulus disampaikan adik-adik SD di desa tempat kami Kuliah Kerja Nyata dan Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM).
11 Februari 2012. Tibalah hari di mana kami harus meninggalkan Desa Asem Nonggal di Sampang Madura, setelah 23 hari menimba ilmu dan pengalaman bersama masyarakat setempat. Pagi itu usai berpamitan dengan keluarga Pak Kades, kami naik ke mobil menuju kecamatan untuk berkumpul dengan rombongan mahasiswa KKN Unair dari penjuru desa yang lain.
Saat mobil yang kami naiki melintas di depan sekolah, Dek Hikmah siswi kelas 6 SD dan kawannya melambai-lambaikan tangannya untuk menghentikan laju kami dan menyampaikan sepucuk surat tersebut. Lambaian mereka semakin jauh, dan kini yang kupandang dari jendela mobil hanyalah hamparan sawah nan hijau, lalu untuk keberapa kalinya saya meneteskan air mata.


