“Terima kasih telah membuat kami lebih semangat belajar matematika dan Bahasa Inggris. Kami ingin sekali, kakak terus berada di sini selamanya. Meski tidak mungkin, karena kakak harus belajar di luar kota. Semoga cita-cita kakak tercapai..”, mungkin tidak persis seperti itu redaksionalnya, tapi kurang lebih semacam itulah isi surat yang tulus disampaikan adik-adik SD di desa tempat kami Kuliah Kerja Nyata dan Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM).
11 Februari 2012. Tibalah hari di mana kami harus meninggalkan Desa Asem Nonggal di Sampang Madura, setelah 23 hari menimba ilmu dan pengalaman bersama masyarakat setempat. Pagi itu usai berpamitan dengan keluarga Pak Kades, kami naik ke mobil menuju kecamatan untuk berkumpul dengan rombongan mahasiswa KKN Unair dari penjuru desa yang lain.
Saat mobil yang kami naiki melintas di depan sekolah, Dek Hikmah siswi kelas 6 SD dan kawannya melambai-lambaikan tangannya untuk menghentikan laju kami dan menyampaikan sepucuk surat tersebut. Lambaian mereka semakin jauh, dan kini yang kupandang dari jendela mobil hanyalah hamparan sawah nan hijau, lalu untuk keberapa kalinya saya meneteskan air mata.
* * *
Belajar dan mengajar, sungguh aktivitas yang takkan lekang dari masa kehidupan kita. Setidaknya jika dalam lingkup KKN, bukan hanya adik-adik sekolah tetapi juga bapak ibu guru, dan warga masyarakat di desa. Mereka memerlukan beragam informasi dan perkembangan pengetahuan yang dirasa kerap masih sulit diakses. Begitu pula dengan kami, para mahasiswa yang mencoba belajar mengamalkan apa yang kami peroleh di bangku kuliah sejalan dengan kebutuhan masyarakat dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada di desa.
Suatu siang dalam hari ketika masih bermukim di sana. Bersama sepoi angin di tengah hawa panas tanah garam Madura, berpikirku dalam sebuah refleksi perjalanan. Bahwa, Allah telah memberikan nikmat kesempatan menempuh pendidikan formal dengan akses yang lebih mudah daripada mereka yang ada di desa ini. Namun, selama ini kurasa masih jauh dari kata “bersungguh-sungguh”. Apa yang telah kudapat? Apa yang bisa kuberikan? Jika hanya mengejar nilai kumlaude, mungkin kau telah meraihnya. Tetapi apa itu yang dicari? Lalu bagaimana dengan keberkahan dan kemanfaatan ilmu?
“Pada hari kiamat seorang hamba akan ditanya tentang empat hal ; umurnya dia lewatkan untuk apa, masa mudanya dia habiskan untuk apa, hartanya dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa dan apakah dia mengamalkan ilmunya.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)
Tentu belajar tidak hanya di kelas. Melainkan di belahan bumi mana pun yang kita pijak, itulah madrasah. Semua orang yang kita temui adalah gurunya, dan pengalaman yang mewarnailah pelajarannya. Namun, ketika dihadapkan pada kesempatan menempuh pendidikan formal, tentu ada tanggung jawab yang diemban di balik kesempatan tersebut. Begitu pula bagi yang tidak belajar pada pendidikan formal di bangku sekolah, juga tetap ada tanggung jawab menyampaikan ilmu dan keterampilan apa pun yang ia punya kepada saudara-saudarinya yang lain. Sekecil apa pun itu, termasuk memberikan contoh akhlakul karimah. Itulah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat-Nya.. Atas karunia akal dan hati.
Kepalkan tangan dan genggamlah tekad. Siapa pun kita, jangan pernah berhenti belajar dan menyampaikan apa yang telah kita pelajari, melalui lisan, tulisan, dan perbuatan. Aku, kau, kita, dan mereka sungguh indah tatkala mengeja ilmu Allah, karena-Nya, dan untuk mengharap ridho-Nya
, semoga..


Semakin suka sama tulisan-tulisannya Nisa
KKN adalah masa-masa yang tak terlupakan bagi mahasiswa… melalaui kkn inilah ilmu yang didapat diamalkan pertama kali sebelum lulus, atau terjun ke dunia nyata..
ah, nostalgia masa KKN
saya jadi kangen dengan Negeri Dongeng (tempat KKN saya dulu)
ana juga penasaran dengan cerita dari mbak puch..
KKN UgeeM konon kereenn mbak
ada Khalitatunnisa yang daftar ke husnul? apakah Nisa yang ini atau kebetulan namanya sama?
mungkin kebetulan pak ^^ husnul itu di mana?
Permisi, cuman mau share aja nih. ada info lomba bikin artikel. Hadiahnya lumayan ada 2 buah printer laser jet dan voucher. Caranya tinggal like fanpage >> http://www.facebook.com/anugrahpratamacom. Dan ikuti Contest menulis artikelnya.
Terima kasih
Oke.. terima kasih ^^
inspiratif mbak..
oh ya terimakasih undangannya ke grup blogger ikhwah..
tautan blognya sudah ada di “rangtalu”
matur suwun sudah turut bergabung dalam forum tersebut..
taut blog rangtalu juga sampun ana pasang… syukron
Eh kelupaan, pasti murid murid sd itu merindukan kedatanganmu sobat. Sampai memberikan surat yang mewakili mereka semua. Kenapa suratnya nggak di foto dan dijadikan postingan aja sob. Biar menjadi kenangan yang berharga dan berkesan gitu.
inginnya seperti itu pak,, tapi suratnya bukan saya yang simpan,, tapi teman KKN saya yang lain..
matur suwun dah mampir kemari
Tidak ada yang namanya berhenti kalau belajar. Karena hidup adalah belajar kawan.
.. hingga liang lahat ^^
tanda seorang Pelajar itu jiwa sosialnya TINGGI .
semoga KKN nya kemarin jadi suatu ajang ‘mengamalkan ilmu’
aamiin Yaa Rabb..
raup ilmu sebanyak2nya di kota, lalu bawa ke desaa..!
bagaimana KKN nya Nis? sukses? alhamdulillah, banyak hikmah yang bisa kita petik dalam setiap amanah yang kita jalani
Alhamdulillah.. mencoba memungut daun berserakan di tiap episode kehidupan
kewajiban seorang muslim ternyata bukan hanya mnuntut ilmu saja ya, namun juga harus mengamalkannya.
hmmm,, pasti sangat terharu baca surat dari adik2 itu..
^__^ benar sekali mas..