. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Hujan, Kabut, dan Kemarau yang Sejuk !!

on 8 May 2009

Pagi yang cerah. Langit biru terbentang luas dan awan-awan tipis menghiasi kehadirannya. Saya menapaki jalan beraspal ini dengan sangat perlahan. Menikmati kehangatan sang surya… yang berada tepat di depan pandanganku. Hangat… sekali. Sambil sesekali berhenti sejenak, menyentuh daun putri malu:mrgreen:, sejak kecil saya sangat suka dengan gerak tumbuhan menakjubkan tersebut.

Sambil memandang padi yang menguning pada beberapa petak sawah yang tersisa, yang di sebelah utaranya terdapat petak-petak kebun yang kalau sedikit saya amati terdapat sekitar tujuh macam tanaman hias terkembang di sana. Fiuhh… Padi-padi itu sebagian tertutup bayangan rumah-rumah proyek pembangunan perumahan… Entah sampai kapan sisa sawah di dekat rumah saya bisa bertahan…

hujan

Pagi di musim kemarau yang sangat cerah ^_^ !

Sepertinya akan cerah sepanjang hari ya😀 !

* * * * *

“Pak… sore ini aku enggak berangkat ke tempat les, nggih?”

“Iya, Nis… kayak mau hujan gini..”

Beberapa menit kemudian gemuruh gluduk menggema di langit, merambat.. terdengar amat keras di telinga.. menggetarkan beberapa perabot rumah.

Lalu hujan turun amat deras!! Ya, sangat deras!! Kukira ini Musim Kemarau…

Bapak-bapak tukang yang sedang bekerja membenahi bagian rumah kami pun menepi dan beristirahat sejenak. Saya dan bapak duduk bersama di balik kaca lebar di ruang tamu. Dzikir nis… Lalu, seorang bapak, tetangga depan rumah, berdiri memandang hujan sambil mengumandangkan adzan dengan pelan dan berdoa.. Sementara para pekerja las di rumah tetangga saya masih melanjutkan aktivitasnya, sambil sedikit terhembus butiran air. Seorang anak laki-laki, pelajar berseragam abu-abu putih berjaket biru berlari menerjang hujan yang menghuyungkan tubuhnya.

Air tertumpah amat cepat, ditemani angin yang menghamburkan tiap rintiknya, sangat tidak beraturan. Berputar dan pergi di depan mataku. Berjatuhan keras di atas atap, di atas tembok rendah pagar rumah, terpantul keras sejauh dua meter mengenai layar kaca tempat kami melihat keluar. Bercipratan di depan mataku. ^_^ Saya seperti melihat akuarium raksasa.. (lho? Nis?). Nampak di kejauhan, pohon-pohon bambu yang menjulang bergoyang-goyang amat kencang, seperti ombak.

Sampai akhirnya, mereda perlahan…

Saya dan bapak menuju bagian selatan rumah. Kami lihat barang-barang kecil di situ telah semburat berantakan, diterpa angin. Dan di sudut rumah inilah kami mengenang……. longsornya bagian selatan rumah kami yang kalau tidak salah terjadi dua tahun yang lalu dan beberapa tahun yang lalu. Saya tidak ingat kapan tepatnya, yang kuingat hanyalah di tempat saya berdiri ini pernah terjadi longsor dua kali, ketika musim penghujan.

Saat itu hujan berkepanjangan membuat anak sungai yang terletak tepat di sebelah rumah naik permukaan airnya, makin cepat kecepatan airnya, dan akhirnya mengikis ‘plengsengan’ rumah kami. Dua kali dalam beberapa tahun belakangan ini membangun kembali ‘plengsengan’ rumah, semoga saja ini hanya ujian, bukan adzab bagi dosa-dosa kami.. Amin..😦🙂

Hujan…

Kukira ini musim kemarau…

Kalaupun iya, hujan pun tak mengapa…

Sewaktu kecil, mungkin saat usia saya masih tujuh tahun, saya sangat suka mendengar gemuruh hujan lebat pada malam hari. Apalagi ditemani angin kencang, atap seng yang menutupi bagian belakang rumah kami berdendang seperti akan terbang. Lalu mati lampu, menyalakan sebatang lilin, dan kami berkumpul bersama. Walau harus sedikit kedinginan, takut dengan suara-suara itu, dan takut gelap… entah kenapa saat itu saya suka dengan keadaan itu…. Ngeri, tapi waktu itu aku menikmatinya…

Dan hari ini, ^_^

Pada temaram subuh yang bersemangat, kubuka pintu rumah, dan… Subhanallah.. kabut yang cukup tebal menyelimuti subuh kami. Memperpendek jarak pandang. Kabut yang tampak jelas bergerak sangat cepat. Kabut yang seperti ini sudah lama… sekali tidak muncul di lingkungan rumah kami.

Hari-hari kemarau yang sejuk… Belakangan ini, air di rumah kami pun terasa lebih dingin daripada biasanya. Hawa di pagi hari juga lebih dingin, sejukk… *tapi siangnya tetep panaass* Seperti dingin yang kurasakan sepuluh tahun yang lalu… ^_^ Walau tidak sedingin di Batu atau di desa-desa seperti Pujon atau Ngantang >_< . Alhamdulillah….

^^ Rumah kami terletak di dekat perbatasan antara Kota dan Kabupaten Malang, lumayan… ndak panas-panas amat, juga ndak dingin-dingin betul😛. Namun, lambat laun makin terasa panas… hikkzz.. mumpung hari ini terasa lebih sejuk, mari kita menikmatinya😀 ^^

Btw, ini musim kemarau kan ? Saya kok tiba-tiba bingung ya ?


48 responses to “Hujan, Kabut, dan Kemarau yang Sejuk !!

  1. tigaw says:

    ndak apa2 musim hujan, dan kemarau coba kalau musim kiamat bagaimana???? salam kenal ya dari indi dan inda di Tigaw.wordpress.com jalan-jalan ya neng..

    Like

  2. wi3nd says:

    iyah harusnya musim kemarau menurut BMG,tapi aku suka kaRna hujan tetap turun di kemarau inih,meski membin9un9kan,dan aku selalu menikmati irama hujan yan9 turun,sekaran9 hampir tiap pa9i hujan,dan aku menyambut den9an senyum,per9i kerja hujan2nan,pulan9 ju9a ehhehe,senan9 rasana bisa menikmati😉

    ummm..iri neeh ma nisa masih bisa menikmati ituh semua,ditempatku jkt tak bisa aku menikmati smeua ituh,kabut,udara sejuk,hamparan sawah dan pepohanan😦

    makin kan9en ajah neeh sama HUTan..🙂

    Like

    • Nisa says:

      Iya, mbak… hujaan… teruus…
      hatching,,, mpe hampir pilek sayya…
      Wah… Nisa saluut ama mbak wiend… mbak ini benar-benar sahabat alam sejati ya ^_^
      harum hutaan… terendus sampai kemari…😀
      kapan-kapan kita ke mana gitu yuk, Mbak…
      ajak saya ke HUTAN😀 !!

      Like

  3. humaini says:

    salam kenal……

    Like

  4. hanif says:

    Sudah lama aku ingin bersahabat kembali dengan hujan. Merasakan rintik belaiannya, menyatukan dingin auranya karena aku dan dia banyak persamaannya.

    Like

  5. omiyan says:

    pernah ngobrol bareng tetangga, kasihan petani sekarang ga bisa nentuin kapan musim tanam dan musim panen karena cuaca sekarng aneh dan makin tidak bersahabat

    Like

  6. achoey says:

    aku suka hujan
    tapi kadang aku kurang suka hujan di malam hari
    karena sendiriku semakin terasa sepi

    padahal itu gak boleh ya
    karena bila kemarau keadaan kan jauh lebih gersang

    Like

  7. seharus nya sekaran udah kemarau
    tapi di jakarta masih sering hujan

    Like

  8. annosmile says:

    global warming
    sehingga semakin bergeser perubahan musimnya
    saya mengira sekarang masuk musim kemarau
    tapi kok masih sering hujan ya

    Like

  9. magid says:

    gambabar….gelegar,,,dan tergepar,,,,dalam hidup, dalam hujan yang tak terhentikan,,,bahasa jadi gagap, dalam seiring munculnya kabut waktu

    Like

  10. magid says:

    hidup adalah hujan, kadang tergambambar menakutkan, kadang justru mendatangkan hasrat kenikmatan.

    ”Bukankan kadang air yang jatuh seperti jarum yang menghantam? .,..menyakitkan”

    Hujan…..kaulah pangkal kehidupan…..

    Like

  11. Itmam says:

    no comment
    *putra malu mode on*

    Like

  12. imuhamadi says:

    hujan…
    hujan…
    jangan maraah..
    (lagunya Efek Rumah Kaca)

    setuju sama tie2n
    ponorogo panas
    pengen pulang ke bandung
    nan suejuuk..!

    Like

  13. hmcahyo says:

    mampir aja🙂

    Like

  14. Asop says:

    Wow, di Bandung juga hujan nih hari Sabtu ini, mulai pagi coba….. >.<

    Like

  15. tie2n says:

    eh ujan gerimis aje ikan teri diasinin*haha lagune Benyamin*

    enakan sejuk sin..drpda ponorogo panas tyus euy…!!

    Like

  16. Rian Xavier says:

    di surabaya juga masih hujan tadi. Padahal udah kemarau.

    Like

  17. septarius says:

    Aku suka hujan di musim kemarau, harum tanah sehabis hujan membuat hati nyaman..
    Enggak cuman malang yg makin panas, kan lg global warming 😦

    Like

  18. masnoer says:

    kalau di jakarta nggak ada dingin adanya paling kalau masuk kulkas

    hils. . . . . . .

    Like

  19. WANDI thok says:

    Bingung kok tiba-tiba, mbok jatuh-jatuh ngono lho jeng😀
    Jatuh bingung aku men…mu🙄 (Muhsin A)😀

    Like

  20. idham says:

    pernah longsor juga? termasuk dataran tinggi ya nis..

    Like

  21. Asop says:

    Nis, ini masih saat2 peralihan dari hujan ke kemarau. Wajar masih sejuk… Kalo udah bener2 kemarau nanti.. wuuuih, jangan harapkan udara sejuk di siang hari….

    *kalo malem dan pagi pasti sejuk*

    Like

  22. muhamaze says:

    mendengar petak-petak sawah dan memandang padi yang menguning jadi mengingatkanku akan kampung halaman yang telah lama kutinggalkan..

    pengin mudik…

    Like

  23. kenangamu says:

    mapir ajah dh Nis…
    Kunjungan balik dari Kenanga

    Mwaaaaccchh

    Like

  24. Nisa says:

    “Rinai hujan basahi aku… temani sepi yang mengendap…” -utopia-
    “Hujan… kau ingatkan aku, tentang satu rindu…” -opick feat amanda-
    “Tik, tik, tik… bunyi hujan di atas genting…” -kita nyanyi ini bareng-bareng nyuuk..-

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: