. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Menumpahkan Cat Warna-Warni di Atas Kelabu

on 13 February 2010

Bismillah

Hawa subuh yang dingin dan sejuk menjadi selimut. Jam 4 pagi. Dengan diantar ayah, saya meluncur menuju Stasiun Kota Baru, hendak naik kereta api tujuan Surabaya yang terbang pukul 04.36.

Kami pun mampir dulu di Masjid Ahmad Yani sekitar pukul 04.15, adzan subuh telah bertaluh-taluh.. Menyeru para hamba-Nya…

Lalu kami kembali mengejar kereta api. Saya pun berpamitan ke pada ayah dan meloncat ke dalam kereta.

* * *

Selalu ada hal baru yang kurasakan di atas kereta api. Begitu beragam hal yang dilakukan penumpang untuk mengisi waktu perjalanan. Lima orang di bangku kiri saya tidur berjamaah. Ada ibu-ibu yang ngobrol, bapak-bapak yang bercanda tawa, sedangkan ibu di sebebelah saya sesekali memainkan hp, tidur, lalu membaca buku Biologi Kelas 2 SMA, mungkin beliau seorang guru…

Tak ada pembicaraan olehku. Entahlah, tidak seperti awal-awal naik kereta dulu, di mana saya sangat suka berbincang dengan penumpang lain. Sekarang saya selalu membisu. Cuma menikmati pemandangan, membaca, mengamati penumpang lain, atau utek-utek hp. Ah, saat membuka hp pun saya baru sadar bahwa sim card saya tertukar dengan punya ayah… =,= fiuhh…

Pemandangan di daerah Lawang-Pasuruan sangat apik. Hamparan hijau sawah, pepohonan melambai-lambai, juga ilalang-ilalang tersenyum ramah (ini dulu, sekarang ilalang dah lewat musimnya kayaknya). Dan tentunya, sungai yang airnya mengalir dan gunung yang terpancang kokoh. Subhanallah..

Apalagi saat kanan dan kiri jalur kereta berupa daratan yang lebih tinggi daripada kereta. Kereta diapit hijau rerumputan bukit. Seakan melewati lorong hijau tak beratap. Saya senang ^_^

* * *

Sesampai di kontrakan, mbak sekamar saya malah hendak pulang, itu artinya kontrakan yang sepi ini makin sepi, terlebih kamar kami. Seorang mbak yang lain sibuk dengan sidang skripsinya. Semua berangkat, dan saya di kontrakan sendirian (sebagai manusia)…

Saya pun bersiap menuju kampus. Hendak mengambil KHS dan mengurus pengajuan beasiswa. Bergegas berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu, maunya ingin segera ke kampus pokoknya.

Saya berjalan kaki sendirian… Tak apalah, pikir saya. Saya mampir dulu ke rental komputer, mencetak foto untuk salah satu kelengkapan pengajuan beasiswa. Dan saya kembali berjalan… di bawah beberapa pohon besar di sepanjang jalan. Daunnya hijau-hijau, menyejukkan. Sangat kontras dengan sungainya yang sangat polluted.

Saya lanjut berjalan sambil baca tulisannya pak atmakusumah lewat hp, isinya tentang peristiwa transedental. Saya pun berjalan dengan penuh renungan, lebih-lebih di sepanjang ruas jalan, saya melewati banyak sekali kuburan, mengingatkan pada kematian…

Sesampai di kampus, saya bertemu beberapa orang teman yang datang ke kampus dengan tujuan sama dengan saya. Dan hari itu kami tahu, bahwa KHS belum keluar… T_T uhmm… mengajukan beasiswa pun jadinya hari Senin… Padahal pinginnya hari Jumat itu juga langsung pulang lagi ke rumah.

“Jum’at, Sabtu, dan Minggu diisi dengan apa ya di kontrakan??” *Berpikir keras*

Saya pun luntang-luntung di kampus, mau pulang tapi lapar sangat. Daripada semaput di jalan, saya maem dulu di kantin. Sambil makan pun saya teringat bahwa tak ada belanjaan di dapur. Itu artinya tak masak. Itu tandanya nanti malam beli. Berarti pengeluaran lebih banyak… *hiks, soalnya biasanya kalo masak irit banget euyy*

Apa tiga hari ini kaya begini teruss… =,=

Pulang pun dengan wajah tertuduk, bukan karena sedikit kekecewaan tadi, tapi mentari menyengat sangat panas. Di separuh perjalanan pun saya jadi mampir dulu ke warnet, ngiyup.

* * *

Siang hari di kontrakan, saat saya pingin tidur siang, saya menyadari adanya kejanggalan yang baru saja terjadi di kamar. Aneh. Ganjil. Dan ini bukan terjadi pertama kalinya. Saat diceritakan pada orang lain pun jarang dipercaya.

Saya duduk dan mengernyitkan kening beberapa saat. Buyar sudah keinginan mau tidur. Saya berusaha memecahkan misteri yang menimpa saya berulang kali. Saya amati dan perhatikan sudut-sudut kamar, sama sekali tak menampakkan keganjilan. Tapi apa yang terjadi ini adalah nyataa…!!

Perasaan saya makin tak enak. Saya jadi berburuk sangka dan berpikiran macam-macam. MasyaAllah… buruk sangka itu menghancurkan hati…😥 Coba kutarik nafas sebentar, menenangkan diri, dan berdoa…. Saya malah menangis, teringat keanehan-keanehan sebelumnya… Ini kondisi yang sangat tidak saya sukai…

* * *

Jumat malamku diguyur hujan, tapi kurasa sisa-sisa kehangatan… bersama harapan bahwa esok akan lebih baik.

“Aku berlindung kepada Allah…..”

* * *

Sabtu dini hari menjelang subuh. Tak kutemui tikus yang biasa beraksi, kurasa dia paham bahwa tak ada makanan saat ini. Pagi hari pun kami makan seadanya ditambah jajan yang dibeli di pasar krempyeng. ^_^ Senangnyo… dibonceng mbak naik onthel…

Hari ini Sabtu siang, uhhmmm,,,, ada keanehan yang lainnn….. =,= sungguhan… diceritakan pun akan terdengar mustahil..

Hari ini ibu gak jadi ke Surabaya pula… kami pun gak jadi ke rumah saudara yang istrinya baru melahirkan…

Kalau saya ingat-ingat kok dari kemarin jadi terasa kelabu. Saya ingin berlari, mengumpulkan kaleng-kaleng cat penuh warna. Lalu menumpahkannya pada potongan-potongan kisah yang terjadi hari ini maupun kemarin. Saya tersenyum untuk semua itu. Untuk kesendirian, sepi, keganjilan, atau hal-hal yang tak diinginkan lainnya.

Pasti ada hikmah di balik tiap lipatan kejadian…

Semoga besok lebih baik…!! ^_^/ *penuh harap*

Ps :

Finally, jadilah postingan ini dengan masih penuh tanda tanya. Gak jelas dan menggantung, right?

Mohon maaf ya teman-teman… *lagi geje akut bin kronis, tuh kan… pikiran masih melayang-layang* Mohon doanya supaya keganjilan bisa dipecahkan dengan baik…

Makasih buat mbak yang minjemin Opi si laptop, walau saat ini cuma bisa nulis kaya begini, Nisa seakan udah mulai menumpahkan cat-cat penuh warna pada bagian kelabu… ^^v


40 responses to “Menumpahkan Cat Warna-Warni di Atas Kelabu

  1. orenjeck says:

    cc knapa?

    smp muram begitu? mrasa sekeliling menolak kehadiranmu dalam kesendirian
    klo sendiri coba berfikir positif cc, ndak usah mrasa hal” skitar…….

    ntar jadi kebawa ke suasana hati yang muram dan tak bisa tersenyum ceria…

    Like

    • Nisa says:

      banyak kejadian buruk cece… sama sekali tak ingin murung, tapi rasanya gak bisa apa-apa…

      murung atau marah pun gak bisa. aku mesti nangis cece kalau udah gak bisa apa-apa gitu… ^^”

      **kapan-kapan, kalau sudah tepat waktunya, insyaAllah tak ceritain jeck, hal-hal aneh di kontrakan**

      Iya, tersenyum ceria seperti mbak Risma yang manis ini😛

      Like

  2. kharinblog says:

    lihat pemandangan gunung, sawah, atau bahkan laut dikereta merupakan keasyikan. Tapi sekarang melihatnya bukan lagi di kereta tapi secara dekat wah rasanya tambah luar biasa bisa menikmati anugerah dari tuhan.

    Like

  3. fai_cong says:

    salam kenal dulu….😀

    Like

  4. dykapede says:

    Kunjungan dan senyum sapa dipagi hari teman, salam sejahtera untukmu disana,

    Like

  5. irawan says:

    asik jg ceritanya…jd pengen naek kereta lg.. Oh iya geje itu artinya gak jelas ya….🙂

    Like

  6. komen dulu baru baca😀

    Like

  7. wi3nd says:

    da lama nda naik KA..🙂

    hemm..pen9en ju9a ah,kapan kapan..

    somethin9 weird in your room nisa?

    smo9a ALLAH melindun9imu selalu yah,aminn..

    Like

  8. hellgalicious says:

    bener banget maksudnyeee apaan deh?

    ga mudeng.
    cieeee ganti tema ya?

    Like

  9. Salam super-
    Salam hangat dari pulau Bali-
    semangat ya………

    Like

  10. Hariez says:

    semoga menjadi inspirasi baru buat Nisa ya😀

    selamat beraktivitas Nis

    -salam-

    Like

  11. septarius says:

    ..
    Kereta ekonomi itu serasa indonesia banget..😀
    ..
    Segala kondisi harus di sikapi dengan baik..
    ..
    Semangat dek Nisa..😉
    ..

    Like

  12. d-Gadget™ says:

    yup..di balik kejadian² itu pasti ada hikmahnya..meraih sebuah kesuksesan harus melalui jalan yg aneh² kuq

    Like

  13. Caride™ says:

    yah banayak berdoa aja nis, semoga tidak ada apa² dan semuanya berjalan lancar dan lebih baik lagi amin

    Like

  14. Didien® says:

    maaf ya, kemaren aku ga tau kalo kamar yg aku gangguin itu kamarmu nis…kirain kamar orang lain…hehehehehe
    lama tak berkunjung kesini, pakabar nisa?

    salam, ^_^

    Like

  15. idham says:

    iya ikut bingung… tapi bahasanya asik

    Like

  16. areeavicenna says:

    idenya yahud.
    Semoga masalah “keganjilan”nya segera teratasi yaa ukhty…
    TAHAMMASII ,,,:mrgreen:

    Like

  17. Wempi says:

    Bagus tuh, yang kelabu bisa jadi warna warni…

    Like

  18. phiy says:

    lagi flat mode ya nis?🙂
    Coba kayang aja tengah jalan. *usul hina*:mrgreen:

    Like

  19. alamendah says:

    (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Yang ini bukan ganjil tapi genap. Kenapa gak diceritain kejadian2nya?

    Like

  20. Irfan says:

    kereta….banyak kehidupan di sana. apalagi kereta ekonomi, banyak cerita disana. jadi kangen naik kereta, menyenderkan pipi ke kaca jendela sambil ngeliat terasering yang tersusun indah. diteruskan melamun….😀

    *hidup memang warna-warni ya nis…mirip cat berwarna di atas!🙂

    Like

    • Nisa says:

      iya, asyik pokoknya kalau naik kereta ^^/

      saya pingin naek ekspress gak ada… jadinya… ya emang selalu ekonomii…

      Hihii… apalagi murah bangeett!! >_< malang surabaya kalau puagi cuma 4 rb. Seterusnya 4500 an..

      haha..

      iya… penuh warna dan cerita ^^/ Seruuu!!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: