. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Galaksi Kinanthi

on 23 February 2010

“Kau mungkin akan keluar rumah, memandang bintang di malam hari, untuk menemukannya…”

Sudah lama sekali ingin membacanya, selama itu pula malas mengingatnya. Antrian peminjamanku diserebot orang lain dan teralih pandanganku pada antrian buku yang lain, itu alasan yang buruk, iya, kuakui. Alhamdulillah… akhirnya… kupinjam dan kunikmati tiap garis kisahnya… Kau bilang terlambat, tidak bagiku. Meluapkan emosi tentangnya adalah letupan semangat. Tak mampu menggambarkannya lewat tulisan ini pun adalah pelajaran bagiku.

=* * *=

Kemasan sampulnya unik. Sampul depannya rangkap dua, bergandeng. Dari situ kutahu Kinanthi dan Zhaxi di atas kapal, perairan Liberty. Kinanthi memandang ke langit yang sama dengan Ajuj, purnama itu di sampul kedua.

Yang masih belum bisa kupahami adalah tiap bab dalam buku ini. Tersaji apik dengan gambar jambangan khas Yunani kuno dengan bahasa serupa. Namun, aku sama sekali belum bisa mengaitkan dengan baik antara judul bab dengan isinya, sekadar menerka. Sambil membayangkan rasi bintang dan angkasa raya. Saya menjelajah dalam galaksi imajinasi. Kebetulan saya suka bintang, saya suka luar angkasa. Subhanallah… indahnya rasi bintang…

Saya benar-benar merasakan kehadiran tiap tokoh dan tempatnya.

Hati saya teriris-iris saat kubayangkan tokoh Kinanthi. Kinan yang berasal dari keluarga yang amat buruk di mata masyarakat, semua tak menginginkan kehadirannya, tersingkir dan penuh caci maki. Tak ada yang mau berteman dengannya, kecuali Ajuj. Persahabatan mereka adalah satu-satunya harta yang ia miliki. Hingga suatu hari ia ditukarkan dengan 50 kilogram beras oleh kedua orang tuanya sendiri. Menjadi pembantu di Bandung lalu dijual berkali-kali, dari satu tangan ke tangan yang lain. Pembantu? Ah, lebih tepatnya babu. Di Riyadh, Kuwait, atau Miami sama saja keadaannya. Bekerja sepanjang waktu tanpa gaji, tanpa istirahat dan makanan yang layak, teriakan dan makian, siksaan yang bertubi-tubi, hingga perenggutan keperawanan –kau tahu apa itu–… Bertemu dan mendapat bantuan dari Arsy dan Miranda, juga tokoh-tokoh lain.. Kinanthi duduk dalam sidang yang melahirkan kebebasannya. Si pandai Kinan belajar di Amerika dan meraih gelar professor. Menjelma sebagai The Queen of New York. Di titik ini, saya makin kagum pada Kinanthi, tetapi saya rindu pada sosok kecilnya yang menunduk malu-malu, saya pun ingin Kinanthi menjadi muslimah yang baik, bukan menanggalkan jilbab, tidak shalat dan puasa seperti sekarang…

Saya pun amat merasakan hangatnya kehadiran Ajuj, juga tanpa disangka, kehadiran tokoh Hasto –adik Kinanthi yang di awal cerita lalu masih berada di gendongan Kinan– menambah daftar tokoh hangat. Saya suka dua tokoh ini. Juga tokoh Mbah Gogoh dan Euis yang baik, saya merasa kehilangan atas sepeninggal mereka. Zhaxi, Miranda, Arsy, atau Borte pun tak kalah baik. Saya pun larut dalam kesal kepada tokoh-tokoh menyebalkan seperti majikan-majikan Kinan yang tak berperikemanusiaan, juga ayahnya Ajuj atau Yu Sumikem. Dan lain sebagainya.

Semua terasa nyata. Bahkan aroma Gunung Kidul –yang saya belum pernah ke sana sama sekali– pun turut teraba. Nuansa luar negeri pun bisa mengalir dalam bayangku. Gemerlap New York, gurun oranye di Kuwait, panasnya Riyadh, Miami yang penuh kisah derita, juga Yogyakarta penuh kenangan. Terlebih lagi akan kehadiran Galaksi Cinta.

Saya paling suka bab Crux, yang artinya layang-layang… itu tentang perpisahan Kinanthi dan Ajuj yang amat dramatis. Sempat kesal di bab Cassiopeia yang artinya Ratu. Di bab itu ada hawa-hawa keangkuhan. Gregetan juga di bab Bootes (Pengembala) saat kesalahpahaman menjadikan pertemuan berharga itu menjadi dingin. Hampir 20 tahun keduanya saling mencari dan mengabari, kesalahpahaman yang terjadi. Seratus tiga belas surat Kinan tak sampai di tangan Ajuj. Sementara Ajuj menyusuri tiap inchi Bandung selama 5 tahun, menapaki tiap senti Jakarta selama 5 tahun, dan menunggu Kinanthi 5 tahun pula di Gunung Kidul. Lalu saya amat lega dan terharu dalam bab setelahnya, yakni Vela yang berarti Layar…

Entahlah, tiap bab dan halamannya meletupkan kesan emosi unik. Tasaro GK, sang penulis, mungkin ingin pembaca menentukan ending-nya sendiri. Saya pun melakukannya, sudah bisa ditebak, saya pilih akhir bahagia😛.

Usai kata SELESAI pada akhir cerita, ada tambahan tulisan dan foto dari penulis. Entahlah, saya merasakan ada yang mistis di situ. Menelusuri foto-foto pantai itu benar-benar membuat kehadiran Kinanthi dan Ajuj terasa nyata bagi saya.

* * *

“….. Sama denganmu, bagiku, Galaksi Cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kausaksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut keinginan-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku akan tetap ada di sana. Tersenyumlah… Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu.” (Ajuj)

Di bawah kaki rasi gubuk penceng, ada area gelap gulita. Tak berbintang. Di situlah Galaksi Cinta yang dikenalkan Ajuj kecil pada Kinanthi Kecil. Ini adegan masa kecil Kinanthi yang lugu, dalam bab Lyra. Saya juga suka bab ini. Kental persahabatan.

Dan kau pun mungkin akan keluar rumah, memandang langit sungguhan. Menarik garis membentuk konstelasi Crux, layang-layang, gubuk penceng. Mencoba menemukan ruang gelap di bawah kakinya, itulah galaksi misterius itu. Galaksi Cinta.

Galaksi Kinanthi ; Sekali Mencintai Sudah itu Mati?

~***~


56 responses to “Galaksi Kinanthi

  1. riza says:

    i like this book….baca deh…….

    Like

  2. Yoan says:

    permisi,boleh ijin copy resensinya buat grup GK di facebook?makasih…
    ni mo langsung diambil,kalo emang keberatan,kasih tau aja,nanti lansung dihapus…

    Like

  3. mahardhika says:

    Hi nis hehehe mahapppp baru mampir……
    cieee ada rumah baru nie? ganti template, adem deh liatnya ^_^

    Like

  4. atmakusumah says:

    Bukanlah sahabat bagi kita, jika setelah mengetahui kekurangan kita lalu meninggalkan kita…
    Bukunya inspiratif banget Nis…resensinya juga bagus Nis, pesan dari bukunya dapet disampaikan secara singkat…
    jadi belum pernah ke Gunung Kidul ? jangan pas musim kemarau aja kesana nya:mrgreen:

    Like

  5. ususpanjang says:

    salam kenal aja dehh😀

    Like

  6. Afif says:

    mantap, tertarik saya😀

    Like

  7. kenangamu says:

    kebetulan blum mmenemukan sahabat sejati…
    pa kabar de..

    Like

  8. syelviapoe3 says:

    Sorrow banget kisahnya, nis…

    Kisah kehidupan yang pedih….

    Tapi sepertinya sang penulis sukses memberikan deskripsi tentang berbagai kota2 tsb, ya..

    Like

  9. ok says:

    sudh berapa lama ya ga kesini…tiba2 thamesnya udh berubah..dari bagus jdi bagus bgt🙂

    Like

  10. kidungjingga says:

    mungkin harus bener2 baca ya nis biar bener2 ngerti (atau malah mungkin tambah bingung ya….? ah mudah2an tidak)

    Like

  11. septarius says:


    Kayaknya novel ini dah lama ya..
    Ku udah baca reviewnya di blog laen..
    Tapi reviewnya Nisa lebih keren, gak sekedar maen cuplik..
    He..he..😀
    ..

    Like

  12. batjoe says:

    salam hangat dan salam persahabatn selalu. makasih udah mampir ke gubuk saya walpun sibuknya mungkin lebih sibuk dari saya.
    makasih ya

    Like

  13. UMS EDUKASI says:

    Mampir Mbak Nisa…ulasan novel yang siip…

    Like

  14. novel dng judul kinanthi, ceritanya selalu menarik utk diikuti

    Like

  15. bocahbancar says:

    Kinanthi… Jawa banget yach🙂

    Like

  16. sauskecap says:

    saya dah lama ga ke toko buku… udah ketinggalan novel2 baru… T_T…

    Like

  17. irawan says:

    padahal beta pengen baca tp syg2…lagi2 batre laptop gak mencukupi malam ini… jd cukup meninggalkan jejak sejenak aja..😀

    Like

  18. orange float says:

    galaksi cinta..??? seperti apa yah

    Like

  19. Wempi says:

    Seperti budak saja itu babu, malang nian nasieb nya… akhirnya kan bahagia juga. lega rasanya, hee…

    Like

  20. hmm..
    mencintai melebih..
    hidup dan mati..😉

    Like

  21. UmuKamilah says:

    komen saya tadi lenyap.. diserobot akismet sepertinya

    Like

  22. UmuKamilah says:

    menarik sekali penceritaannya. saya jarang juga baca novel. tetapi lumayan tertarik setelah membaca reviewnya. penasaran seberapa detail penulis novel tsb mendeskripsikan kondisi alam tiap negara tempat kinanthi pernah bekerja.

    Like

  23. Caride™ says:

    temen saya juga namanya kinanthi…sama seperti judul novelnya:mrgreen:

    Like

  24. Didien® says:

    kebetulan saya ga suka baca novel nis,,jadi yah minta di ceritain aja deh sama nisa hehehe
    gmn kabarnya nis? beasiswanya gmn?

    salam, ^_^

    Like

  25. rio2000 says:

    kalo saya lagi naksir… novel the time traveller wife🙂

    Like

  26. elia|bintang says:

    haduh kl saya ga terlalu suka baca novel.. palingan novel misteri aja, itu pun jarang hehe:mrgreen:

    Like

  27. darahbiroe says:

    wah novel yang bagus nuy layak utk dibaca hehehhe

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih😀

    Like

  28. Assalamu’alaikum, saya jarang baca novel, tapi sepertinya novel ini bagus (Dewi Yana)

    Like

  29. kampret says:

    wah aku harus baca iniii .. ^^v

    Like

  30. fai_cong says:

    salam dulu ae aku…

    Like

  31. annosmile says:

    pinjam bukunya dung

    Like

  32. ayahshiva says:

    kunjungan pertama ne
    cm mau say hi aja
    salam kenal y

    Like

  33. oRiDo™ says:

    yg mampir banyak yg jarang baca novel yah…
    sama saya juga..
    heheheh…

    Like

  34. jadi pingin ikut baca juga nih

    Like

  35. Oyen says:

    Oyen jarang juga baca novel, tapi asik juga baca reviewnya….sering-sering aja yah review, kalo Oyen tertarik kapan2 pengen cari bukunya

    Like

  36. wi3nd says:

    kinanthi……
    hemm..🙂

    heh,beraroma mistis?

    Like

  37. cantigi says:

    nice.. ^_^
    persahabatan memang layak untuk diperjuangkan

    Like

  38. phiy says:

    ini novelnya yang emang sebagus itu apa karena nisanya yang cerita ya, makanya jadi kesannya bagus, hehe..

    aku jarang baca novel, tapi kalo dari reviewnya nisa, keknya bagus buat dibaca ya🙂 Apalagi berdasarkan kicah nyata. Eh, kisah nyata kan itu?

    Like

    • Nisa says:

      hehee… aku juga jarang baca novel kok mbak, kalau ada luang aja ^^

      btw… kok aku jadi susah ya masuh phiy.web.id ? T_T maaf, lama gak kunjung,,,,

      Like

  39. darahbiroe says:

    whhh ceritanya indah nian nuyyy nopelll

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih😀

    Like

  40. hellgalicious says:

    tetep aja ga mudeng seblom gue baca aslinya
    ckckck

    Like

  41. hellgalicious says:

    gue pertamakin dulu ah. trus lanjut baca!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: