. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Daun Berserakan di Lintasan Pikiranku

on 24 June 2010

Bismillah…

Ini kompilasi benang ruwet yang ada di benak saya. Berharap bisa mengurainya satu per satu… Tapi jadinya malah begini.. Sebagian juga dari draft-draft tulisan yang mangkrak di dalam folder… (kapan-kapan insyaAllah tak posting ya, tapi tulisan jadulku iku :mrgreen:). Intinya, ni postingan campur-campur, selamat dinikmati.. meski gak senikmat gado-gado dan gak selezat es campur.:mrgreen:

*Satu Kaki yang Kuat*

Siang itu, langit begitu biru dan jarang awan. Panas khas kota perjuangan ini begitu kental menyelimuti atmosfer keceriaan yang beradu dengan lelah. Melingkupi buncahan semangat yang digelayuti berbagai beban.

Kami para penerus estafet pulang dari sebuah pelatihan tiga hari dua malam di daerah perak, kami diturunkan dari angkutan umum carteran di pertigaan dekat kampus. Sambil menunggu mbak yang menjemput, aku dan seorang saudari berjalan perlahan memboyong ransel-ransel gembung. Mengerahkan sisa-sisa energi, mendekat ke sebuah pohon demi teguk sejuk dan teduhnya.

Sejenak kemudian, kulihat seorang bapak yang duduk di dekat pohon. Beliau sedang membaca koran. Membaca dengan tekun dan sungguh-sungguh. Kurasa… bapak ini sudah tak asing lagi bagiku. Kuamati lekat, dan… ah! Beliau adalah bapak penjual koran yang biasa menjajakan korannya di pertigaan daerah Mulyorejo dan di pertigaan Darmahusada. Di bawah terik mentari yang melegamkan kulit, berjualan koran dengan satu kaki….

Bapak penjual koran itu tidak mau meminta-minta, saat diberi uang lebih pun beliau menolak. Dan kini, syukur, haru, dan malu menyembul di celah-celah hatiku. Bapak yang setiap hari berlelah-lelah itu… kini kutemui sudah menggunakan kaki palsu. Alhamdulillah….

Kusaksikan satu kaki yang kuat

Lebih kuat daripada dua kaki yang enggan melangkah dalam kebajikan…

~o0o~

*Wanita-wanita Perkasa*

Pagi yang bersemangat! Kami ayunkan langkah kami –aku dan pasangan piket memasak– menuju Pasar Krempyeng Yamuri. Sebuah pasar di pertigaan Sutorejo. Sebelum memasuki mulut pasar, ada dua orang yang sudah sepuh duduk di pinggiran. Menjajakan kangkung, pepaya muda, juga ikan-ikan kecil, dan udang. Bersabar menunggu pembeli yang belum pasti kedatangannya.

Melihat dua embah ini, aku teringat pada penjual-penjual lansia lain yang sering kujumpai, baik secara langsung, maupun sebatas cerita. Teringat juga pada embah yang tinggal di rumah saya…. ah, beraduk rasa di hati ini. Antara lintasan-lintasan pikiran tentang masa tua… tentang perilakuku terhadap orang tua… tentang nenek, ibu, saudari-saudari ibu dan bapak… tentang semangatku –yang juga wanita– yang tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka…

Aku teringat pada wanita-wanita perkasa

Mulai dari Shahabiyah hingga yang kutemui kini

Butir air mata menetes dengan jujur

Haru pada nenek-nenek di pasar krempyeng

Bukan nenek biasa, melainkan nenek yang perkasa…

Dan tadi pagi, salah satu nenek melayangkan anggukan kecil padaku, saling menyapa… tulus… :’)

==^_^==

*Menjadi Lebih Baik*

Begitu banyak sosok inspiratif yang hadir di dunia ini. Begitu sering juga aku haru dan malu dibuatnya. Namun, belum kutemui perbaikan yang sungguh-sungguh dalam diriku, seorang Nisa. Alangkah meruginya jika hikmah yang coba kupetik dalam kehidupan ini tidak menjadi tolakan bagiku untuk menjadi lebih baik. Alangkah rugi, jika tuntunan hanya menjadi tontonan.

Aku ingin perjuangan yang lebih dari seorang Nisa

Ada sedekah di setiap ruas perjuangan, ada berkah di setiap ruas perjuangan…

++^^++

*Mushola Kecil*

Malam bulan separuh yang dingin, aku berjalan di bawah petang berbalut gelap. Berjalan perlahan menikmati lembut desir angin yang menggesek dedaunan bambu, menggoyang ranting-ranting di atas raga kecilku. Harum.. sungguh, ada aroma daun bambu yang khas. Kutelisik tiap sudut goyang dedaunan itu, menyapa gelap. Kini aku berani menyelami hitam itu, tak berpaling mempercepat langkah seperti dulu. Meski kadang terpaksa kulakukan, jika merinding melingkupi atau terlambat menyayat bongkah rasa.

Batu-batu potensi rumah ular yang teronggok mempersempit setapak kecil yang terus digerus waktu, retak-retak sangat memungkinkan longsor, meski hatiku tak ingin itu. Ah, seperti tiada peduli, langkah kami terus mewarnai. Merdu suara panggilan dari penjuru masjid membuncah ruah, menggetarkan langit.

Subuh yang teduh di kampung halaman

Di sebuah mushola kecil, anak-anak dan dewasa berkumpul

Melangkahkan kaki tuk penuhi seruan-Nya

Ditemani dingin dan simfoni alam

Aliran air sungai, krik sang jangkrik, dan bisik daun bambu

Hadirkan sebongkah syukur

Di mushola kecil, ada senyum dan air mata

Meski kerapkali tidak kutemui jamaah di Dhuhur dan Ashar

Hingga kuhanya bisa bergumam, ke mana pemuda di kampung ini?

=!= =!= =!=

*Tentang WARNA*

“Coba kau pandang sejenak seisi ruangan sempit tempatmu duduk.”, kata seorang saudari padaku.

“Uhm… Lalu?”, tanyaku padanya.

“Kau bisa melihat benda-benda dalam ruangan ini?”, tanyanya.

“Tentu”, jawabku heran.

“Coba kau hitung, ada berapa jumlah warna yang bisa kau lihat pada seluruh benda yang ada di dalamnya”, ucapnya mengagetkanku.

“Satu… Dua… Tiga… Agh… sangat banyak… jumlah barangnya saja sangat banyaak… aku tak bisa menghitungnya, warna-warni itu begitu unik. Beraneka ragam ditangkap indra.”

“Bisakah kau bayangkan, jika dunia ini tanpa WARNA? Bisakah kau membedakan antara satu benda dengan benda yang lain?”

“uhm…. kaya gimana ya…”

“Oiyaa… ini bukan soal hitam dan putih lho. Hitam dan putih, keduanya bagian dari warna, Nis… Bukan pula seperti foto jadul yang didominasi satu warna dengan gelap terang yang menghiasinya.”

“Subhanallah… Wal hamdulillah… iya ya… nikmat sebuah warna…”

v(^_^)/


41 responses to “Daun Berserakan di Lintasan Pikiranku

  1. nurrahman says:

    sekadar bertanya, kenapa ya Nisa suka dgn ID : daun berserakan? hmmm

    Like

  2. harumhutan says:

    dejavu akuw es komeng nang kene
    tapi ra ono🙄

    komeng meneh wes…😀

    mencoba memungut dedaunan yang berserakan dari nisa🙂

    Like

  3. pikiran mu kek jalanan yak,..
    klo banyak daun yang berserakan sapu dunk,..
    biar bersih gto,…

    Like

  4. hmcahyo says:

    lama gak kemari😀

    Like

  5. Arief says:

    Blog yg sgt inspiratif………hehehe
    knjungi jg blog sy :
    areeve

    blog detik
    thanx………

    Like

  6. Irfan says:

    terinspirasi dari sosok inspiratif supaya menjadi lebih baik. tapi kadang semangat itu berhenti di tengah jalan, ilang gak tau kemana. tapi semoga kali ini gak begitu, harus menjadi lebih baik. harus!

    *niatdantekadharussama!😀

    Like

  7. endra says:

    satu kaki yang kuat
    banyak pelajaran yang di dapat dari orang – orang sekitar……

    Like

  8. My Surya says:

    Menjadi bagian dari warna-warna yang banyak di dalam kehidupan ini sungguh menyenangkan, ya… ?

    Salam kenal,

    Like

  9. edda says:

    Kalo inget wanita2 perkasa,
    Jd inget wktu SMA😀

    Like

  10. orange float says:

    iya benar, seperti es campur semuanya campur aduk tapi masih enak kok buat dinikmati🙂

    Like

  11. Eyangresi313 says:

    Tetapi hal terpenting dari kita sebagai manusia, ialah seberapa banyak peluh mengucur ke bumi demi mencipta kelapangan hati dalam menghadapi kehidupan ini beserta ujian dan cobaannya.

    Like

  12. fitrimelinda says:

    dikumpulin mbak,,biar ga berserakan..

    Like

  13. diazhandsome says:

    gado-gado pisaann… hahaha. tapi tetep seru sih gw baca. gpp luangin waktu di sore hari😀

    promosi blog gw aahh… (rank. alexa turun sih)

    http://diazhandsome.wordpress.com😀

    Like

  14. BlogCamp says:

    Selamat pagi sahabat tercinta
    Saya datang lagi untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
    Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin

    Saya juga menyampaikan kabar gembira bahwa sahabat mendapatkan tali asih dari manajamen BlogCamp Group atas partisipasi anda pada acara Kontes Mini Keluarga Blogger. Silahkan cek di http://abdulcholik.com/2010/06/29/tali-asih-untuk-keluarga-blogger/
    Salam hangat dari BlogCamp yang saat ini sedang menggelar acara :
    1. ” Kontes Menulis Opini ”
    2. ”The Amazing Picture ”, dan
    3. ” The Twin Contest”
    4. “ Kontes Menulis Peribahasa “
    dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
    Silahkan bergabung di BlogCamp dan raihlah hadiah yang menarik.

    Terima kasih

    Like

  15. wawansri says:

    warna-warni ceritanya kayak pelangi…. ^__^

    Like

  16. agoenk70 says:

    wuah beneran gado-gado banget yah ceritanya namun asik bacanya..
    memang dengan melihat sekeliling kita sudah bisa belajar dari sebuah kehidupan yang sebenarnya

    Like

  17. mas arif says:

    jiah artikel nya cmpur2 😀
    tp keren kok . .

    Like

  18. didien says:

    sesimple itu ya u/ mencari hikmah hidup, cukup dengan membuka hati dan melihat sekeliling kita🙂

    Like

  19. ada akbar? says:

    wah.. bener2 gado2 campur pecel ..😀

    Like

  20. Kisah2 nyata yang yang syarat motivasi

    Like

  21. nanzzzcy says:

    wow.. benar-benar memotivasi.. nice posting🙂

    Like

  22. wah match sekali sm judul blognya…

    salam persahabatan ,-

    Like

  23. syelviapoe3 says:

    Bahwa….setiap hal yang ada di sekitar kita adalah bagian tak terpisahkan dari hikmah2….

    Sebuah pengamatan yang luar biasa, nisa…!!

    Like

  24. hanif says:

    Bahasamu sudah mengalir bagus nis..tetap pertahankan ya..caranya menulislah dengan hati

    Like

  25. ok says:

    berbagai artikel dikemas dalam satu artikel…penuh hikmah ^^

    Like

  26. An says:

    Btw mbk nis, crita dikit2 tentang kampung halaman dong. . .😀

    Like

  27. desicandra says:

    cerita yang menarik Dik….

    Like

  28. septarius says:

    ..
    Ikut belajar dr orang2 hebat itu..
    Makasih udah berbagi Nis..😉
    ..

    Like

  29. yanrmhd says:

    siiip…luar biasa, asik bacanya kok Nis’
    lanjuuut…
    tetep semangat!! sehat..dan sukses,
    do the best, bismillah.. ^^v

    Like

  30. ImUmPh says:

    WOw.. banyak banget ceritanya… Tapi sungguh bagus postingan walaupun berserakkan.😀

    Like

  31. cantigi says:

    satu kampus sama anla sekarang ya..

    Like

  32. hellgalicious says:

    salut sama bapak penjual koran dan nenek2 yang masih kuat untuk berjualan

    cerintanya kompilasi menarik nih

    Like

  33. satukan jadi kisah yang utuh

    Like

  34. phiy says:

    sekali posting, dapet banyak hikmah ya.🙂 Sebenernya tiap-tiap hal selalu ada hikmahnya. Nisa salah satu orang yg pinter metik hikmah😉

    Like

  35. An says:

    Saya pernah baca buku yang judulnya daun berserakan,
    tapi ga ada hubungannya sih. . Hihihi:mrgreen:

    Like

  36. fajar says:

    pas di mushola itu yang mantabz… ngingetin aq pada suatu masa ketika air dan angin tak pernah bersahabat🙂

    Like

  37. lukmanjack says:

    Subhanallah,bener2 orang-orang yang kuat,dan perkasa.
    Salam kenal Kak Nisa😀

    Like

  38. julianusginting says:

    jangan biarkan berserakan ya..ambil sapu trus sapu aja biar bersih…wkwkwkw… *kaburr…*😀

    Like

  39. ahsanfile says:

    Haduh gado-gado beneran…
    tapi asyik mba bacanya koq… jadi banyak info yang aku dapetkan…

    he he he
    salam kenal yah
    kunjungan balik nih dari http://ahsanfile.wordpress.com

    Like

  40. An says:

    Per tigaan mulyorejo & daerah sutorejo.
    Ngingetin saya waktu nyasar sampe ITS😀
    hehehe

    Like

  41. An says:

    Saya suka hitam, sederhana & tegas.
    *lho! ga nyambung*:mrgreen:

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: