. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Mengejar Penataran

on 18 July 2010

“Sebuah episode kereta api…”

Pagi itu saya bertekad pulang ke Malang dengan naik kereta Penataran jam pagi, 07.55. Padahal, masih banyak hal yang harus saya tunaikan di kontrakan pagi itu, walhasil saya lakukan secepat dan sebaik yang saya bisa.

Waktu berjalan begitu cepat, sayang, saya kalah cekatan. Piket bersih-bersih rumah yang saya perkirakan paling lama satu jam ternyata memakan waktu lebih lama. Begitu juga dengan aktivitas yang lain, sampai-sampai akhirnya saya ngotot berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu. Khawatir gak nutut. Entahlah, pokoknya saya harus segera pulang, untuk menepati janji-janji yang terucap.

“Mbak, aku pulang duluu!! Assalamu’alaikum…”

Pukul 07.20. Saya pun keluar dari area kontrakan. Kontrakan Najmun Nisa namanya (keren kan? coba tebak, apa artinya?😉 *narsisgakketulungan*. Untuk menuju Stasiun Gubeng, saya harus naik angkutan umum, len T2. Len tersebut lama tak kunjung datang, hanya mobil-mobil pribadi mewah plus kinclong yang kerap melintasi jalanan ini. Waktu berjalan begitu cepat, duhh… Len-nya lama… Hingga akhirnya T2 datang perlahan, dalam hati saya girang bukan kepalang, alhamdulillah… saya segera naik dengan jantung berdegup kencang. “Ayo, Pak… Nisa bisa telat…”

07.30. Len T2 masih merambat di sepanjang Jalan Mulyorejo, kemudian ngendon di gerbang belakang kampus C UNAIR, saya cuma bisa ngaplo. Sabarr… Mungkin pak sopir ngendon sambil mengunggu hijau menyala. Tap! Ternyata benar, lampu lalu lintas kini menghijau, saat T2 mulai melaju, ada penumpang yang “nyegat”, waduhh… ayo buruan naik mas, ntar keburu merah lagi, batin saya heboh sendiri. *eh, kalau naik sepeda motor paling-paling cuma 15 menit lho*

Saya memperhatikan jam digital di hape, tiap berubah menit terasa begitu cepat, Penataran… tunggulah akuu… Aku berada dalam harapan dan was-was, terkejar atau tertinggal. Len T2 berjalan amat pe la a a n. . . sementara kereta Penataran mungkin sudah di mulut Gubeng. Berderu, berasap.

“Setasiun, Pak..!”, saya bergegas turun dan memberikan ongkos pas, tiga lembar seribuan. “Terima kasih, Pak..!” Saya berjalan cepat menuju loket Gubeng, dengan nafas terengah, “Mbak… kereta ke Malang?!”. “Sudah berangkat!”, jawab Mbak Loket. Saya lirik jam analog di tembok atas, sudah jam 08.00! Aku terlambat…. =,= saat aku datang, kereta baru saja melaju…

Akhirnya saya beli tiket Penataran pukul 10.30! Heyy, hey, itu dua setengah jam lagi!! Saya langsung masuk dan menunggu, segera saya kabari ibu kalau terlambat, biar gak dicariin, hehe… ^^

Hmm… kini waktu berjalan terasa lambat dengan menunggu. Enaknya ngapain ya? Saya duduk dan merenung sejenak, ah… ini pelajaran buatku yang kerap lalai terhadap waktu. Tidak ada kata santai dan bermalas-malasan, itu seharusnya. Dan saat saya berusaha giat dan bersegera, saya malah mendapatkan keterlambatan. Ya Rabb… ampuni Nisa yang lelet ini… T_T Nisa yang suka menunda dan meremehkan waktu… *sesal*

Lalu saya berjalan ke Yomart, minimarket di dekat Jalur 1, saya beli sepotong roti isi cokelat untuk mengganjal perut. Fiuh… saya pun kembali duduk dan menyantap roti itu, sekejap habis. Hm… enaknya ngapain lagi ya… akhirnya saya buka materi-materi untuk ujian hari Selasa besok, mata kuliah dasar, Biologi =,=. Gara-gara buku bacaan saya tertinggal di Najmun Nisa, jadinya malah buka hand-out beginii…

Mata saya membaca, tapi pikiran saya ke mana-mana. Saya coba tarik nafas dan berdoa, masih sulit fokus. Saya malah memperhatikan orang-orang di sekitar saya, menghitung jumlah kereta yang mampir, lalu mengobrol dengan ibu-ibu yang duduk dekat saya.

Ibu yang duduk di sebelah kiri saya ternyata tadi salah naik kereta. Seharusnya tujuan Malang naik Penataran yang jam delapan kurang tadi, tapi beliau malah naik Rapidoho, kereta tujuan Blitar yang lewat Kediri yang datang beberapa saat setelah Penataran berangkat. Akhirnya sang Ibu turun lagi dan naik Penataran yang pukul 10.30.

“Sabar saja menunggu…”, kata sang Ibu. Beliau pun bercerita banyak sekali. Tentang perjalannan kehidupannya yang penuh batu terjal, hingga kisah pernikahan anak gadisnya. Saya cuma mendengarkan dengan wajah penuh antusias dan sesekali berkomentar. Dari panjangnya pembicaraan tersebut saya diajari banyak hal. Sabar, syukur, berusaha dengan keras, pantang menyerah, semangat menuntut ilmu, senantiasa berdoa, pasrah kepada Allah, dan selalu memberi dalam keadaan lapang maupun sempit. Hiks… saya terharuu :’)

Wahh… pokoknya beliau cerita banyak!!

“Mbak, nanti di kereta duduk di sebelah saya aja ya…” Hihii… alhamdulillah, dapat kawan baru, seorang ibu berusia 48 tahun, rekan seperjalanan saya. “Kapan-kapan mampir ke rumah saya…”, “Ke rumah saya juga, Bu… dekatnya Sengkaling…”. “Iya, insyaAllah…”. Dan saya pun mencatat alamat serta nomor telpon rumah sang ibu. Ternyata rumah beliau di daerah Simorejo, Surabaya. *Kapan-kapan insyaAllah saya ke sana, Bu ;)*

Alhamdulillah… kereta datang tepat waktu, kami naik ke dalam kereta Penataran. Naik dengan riang, dan kami ingin segera sampai tujuan dengan selamat.

🙂

Mengejar Penataran, 22 Januari 2010

*draft jadul, hiks… akhirnya terposting juga😀


42 responses to “Mengejar Penataran

  1. kawanlama95 says:

    nisa aku pengen sekali ke malang ngeliat masjid Tiban katanya bagus ya. Perjalanan dikereta sangat mengasikan , di kereta disana tempat ajang untuk saling mengenal dan karekter orang dan akan selalu pengalaman baru dikereta.

    Like

    • Nisa says:

      wah, saya juga belum pernah ke masjid tiban … T_T katanya emang bagus banget pak…

      iya, banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa kita petik di kereta ^^

      Like

  2. harumhutan says:

    kyaaaaa..komengku podo karo catride😀

    ra janjian Loch dek..

    senang yah bisa puLkam dan berkumpuL kembaLi,jadi janjinya suda ditepati semua?

    Like

  3. harumhutan says:

    tak kiroki penaTaran P4 [jiaaah jaduL tenan aku :D]
    tiba’o jenenge kereta:mrgreen:

    Like

  4. Caride™ says:

    kirain penataran P4 heuheu..taunya kereta Penataran..

    Like

  5. Didien® says:

    alhamdulillah…yg penting semua sesuai berjalan lancar dan selamat sampai tujuan…
    lain kali lebih mateng lagi perencanaannya nis….

    Like

  6. d-Gadget™ says:

    wowww..keburu-buru gitu kan ga enak bgt…
    selalu ada perasaan yg tertinggal

    Like

  7. hellgalicious says:

    telat gara gara angkot yang lelet terbayar dengan mendapat teman baru
    hehehe

    Like

  8. My Surya says:

    Oh, nama kereta apinya Penataran, ternyata…😀
    Meski jadul, namun tetap asyik untuk dinikmati, itulah kenangan… tiada akan pernah hilang dari ingatan kita, ya Mbak Nisa…🙂

    Like

  9. alief says:

    semua pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya

    Like

  10. wah…, komenku nyasar, ke aki ismet ya?

    Like

  11. segala sesuatu pasti mengandung hikmah didalamnya, bagi orang yang mampu mengambil pelajaran

    Like

  12. hanif says:

    Wah mendapati teman seperjalanan yang menyenangkan pastinya bikin perjalanan jadi begitu cepat.
    Lain kali jangan telat lagi Nis. itu aplikasi dari sholat fardumu lho..jangan-jangan masih sering menunda-nunda kalau sudah masuk waktu sholat?

    Like

  13. anakmentari says:

    kereta api yak…!
    beberapa waktu yang lalu, saya juga merasakan “perambanan ekspres” Solo – Jogja, terasa nyaman dibanding KRL di jakarta yang rupanya udah kayak kandang hewan…🙂

    Like

  14. fitrimelinda says:

    akhirrnyaa nyampe dirumah khan mbak..🙂

    Like

  15. Ramdhan says:

    semoga selamat diperjalanan

    Like

  16. Weleh weleh,,, draftnya didiamkan hampir setengah tahun hohohoho😀

    Hmm,,, Alhamdulillah banyak ibrah yang bisa diambil ya🙂

    Salam semangat selalu

    Like

  17. rangtalu says:

    sesekali datanglah ke padang.. nikmati citarasa kereta api yang berbeda

    Like

  18. orange float says:

    naik kereta api tut… tut… siapa hendak ikut😀

    Like

  19. Hehehe,sabar mbak…kl len T2 nya cepet2 ntar nggak dapet penumpang dnk,🙂

    Salam persahabatan ,-

    Like

  20. Abdul Hakim says:

    saya kira penataran dalam rangka pendidikan, eh ternyata ngejar kereta toh… wkwkkw

    Like

  21. Nisa says:

    datang juga si orenjeck *lirik first commenter* ni postingan buat cece lho..😀 follow up notesnya jeck yg tentang kereta api dulu🙂

    Like

  22. orenjeck says:

    mangkane cc……. hahaha… naek kereta emang harus tepat waktu…
    perasaan naek kerte tuh campuran antara nervous n senang mau pulang… hehehe…
    ati” laen kali cc

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: