. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an

on 29 July 2010

“Dek Nisaa ada kiriman, tuh di taruh di kamar.”

“Wah, iyaa mbaak…”

Kulihat bungkusan amplop cokelat yang diletakkan di atas lemari pakaian, ada tulisan “Kepada Yth Ananda Chibi Sand”. Hihi.. ni pasti buku tali asih dari Pakde, yang sebenarnya sudah bisa saya terima hari sebelumnya. Hanya saja, kata Pakde, bukunya dikembalikan karena nama penerima tidak dikenali oleh orang rumah. Fiuh.. Maaf ya pakde, saya pikir pakde sudah tahu nama saya… Chibi Sand itu adalah nama saya di email:mrgreen:.

Pokoknya matur suwun sanget buat tali asihnya ^^. Oiya, dan pada kesempatan kali ini saya mau sedikit review buku tersebut yah…

Buku yang diterbitkan oleh Sygma Publishing ini ditulis oleh Izzatul Jannah dan Irfan Hidayatullah dengan xiv + 150 halaman. Buku ini memuat kisah bagaimana pasangan suami istri, Mutamimul ‘Ula (Pak Tamim) dan Wirianingsih (Bu Wiwi) yang notabenenya adalah aktivis, dapat mendidik sepuluh putra putrinya menjadi penghafal Al-Qur’an. Buku ini ringan dibaca, sementara kental akan inspirasi.

Dimulai dari komitmen menjadi bagian dari “penjaga” Al-Qur’an, lalu dijalaninya ikhtiar membina keluarga Qur’an. Usaha tersebut meliputi keseimbangan proses, visi dan konsep yang jelas, pembiasaan dan manajemen waktu, mengkomunikasikan tujuan, dan memberikan hadiah.

Keseimbangan proses tercermin dari pola hubungan antar anggota keluarga yang saling bertanggung jawab dan konsisten satu sama lain, meskipun kedua orang tua sangat sibuk. Jika mereka sedang berada jauh dari putra-putrinya, keduanya tetap melaksanakan fungsi kontrolnya dengan menelepon dan menanyakan ibadah putra-putrinya. Seperti ungkapan Stephen Covey, “Tanamlah kebiasaan maka engkau akan menuai takdir”.

Pasangan tersebut memiliki visi menjadikan putra-putrinya seluruhnya hafal Al-Qur’an. Sebuah visi yang istimewa, karena Al-Qur’an adalah mukjizat yang di dalamnya terdapat segala pengetahuan duniawi dan ukhrawi. Jadi, ketika Al-Qur’an sudah digenggam dalam hati dan akal, dia telah menggenggam seluruh ilmu. Dan visi tersebut dijalankan dengan beberapa misi yang dirancang apik, sehingga terbentuk rencana strategis dan implementasi secara detailnya. Pasangan tersebut menjelma layaknya manajer handal dalam keluarga.

Bu Wiwi dan Pak Tamim sungguh konsisten terhadap program membimbing putra-putrinya menghafal Al-Qur’an, keduanya memasukkan putra-putrinya ke pesantren atau sekolah yang memiliki kurikulum utama menghafal Al-Qur’an. Prinsip pembiasaan dan konsistensi itulah yang menjadi pegangan pagi pasangan tersebut.

Dan yang tidak kalah penting adalah menyampaikan tujuan dan memberikan reward. Mengkomunikasikan tujuan yang jelas akan memberikan efek psikologis yang positif bagi anak. Mereka tidak sekadar mendorong anak-anaknya menghafalkan Al-Qur’an tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup dan mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan. Jangan sampai hafalan tersebut hanya sebatas di kerongkongan saja, tetapi harus benar-benar diamalkan.

Begitu juga dengan pentingnya pemberian hadiah dan hukuman. Hadiah dan hukuman tersebut tentunya tidak sama bagi setiap anak, sesuai kegemaran dan karakter masing-masing. Untuk yang sudah hafal 30 juz, orang tua menjanjikan hadiah umrah.

Nah, Ikhtiar-ikhtiar tersebut tidak lepas dari metode yang pas dan kemahiran mengelola tantangan. Dalam sebuah kesempatan, bu Wiwi berkata, “Saya tidak melewatkan masa-masa penting usia emas perkembangan anak. Saya selalu berdoa setiap hari, setiap saat, dari anak kesatu sampai dengan anak kesepuluh agar mereka menjadi generasi unggul.”

Saya pun sempat kepikiran, bagaimana Bu Wiwi bisa melahirkan sepuluh anak dengan jarak yang dekat, satu hingga dua tahun. Inilah pentingnya keteguhan tekad dan kekuatan fisik yang luar biasa. Untuk memenangkan dakwah, diperlukan kuantitas dan kualitas yang unggul. “Banyak dan berkualitas, insyaAllah…”

Dalam keluarga besar tersebut, tentunya ada suka duka yang dialami, dan bagaimanakah pengelolaan keluarga yang ditetapkan keduanya? Yang pertama, adalah dengan mengenal dengan baik karakter putra-putrinya, sebagaimana Rasulullah yang dengan detail memuliakan perbedaan individu para sahabatnya dalam rangka menyiarkan keteladanan mereka. Subhanallah.. inilah bukti bahwa Rasulullah adalah pemimpin yang mencintai orang-orang yang dipimpinnya. Yang kedua, adalah dengan menerapkan peraturan yang disepakati dan ditaati bersama. Lalu yang ketiga, yaitu dengan mewariskan tanggung jawab karakter, dan kepemimpinan. Dan yang terakhir, dengan melibatkan keluarga besarnya. Ketika keluarga besar telah sepakat dengan konsep-konsep Islam, maka akan lebih mudah bekerja sama dengan mereka untuk bersama-sama mendidik buah hati-buah hati tercinta.

Dalam buku ini, juga disajikan profil sepuluh bersaudara tersebut, dan akan bertambah keyakinan kita akan pentingnya menjadi penghafal Al-Qur’an, serta dituliskan beberapa kunci sukses menjadi penghafal Al-Qur’an.

Nah, tunggu apa lagi? Siapa yang tidak ingin menjadi generasi unggul, mulai dari diri sendiri, hingga anak cucu kita kelak. InsyaAllah… kita harus berusaha.

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, lisan yang senantiasa berdzikir, hati yang khusyuk, dan rezeki yang halal dan baik.”

~o0o~


52 responses to “10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an

  1. makanya mondok di Lawang😀

    Like

  2. mubaroki says:

    ngiler aku…

    Like

  3. EOSS CELL says:

    salam kenal…
    berkunjung ya… mantav artikelnya…

    Like

  4. kanvasmaya says:

    berkunjung berkunjung..

    libur komen dlu ya..

    mo ngucapin met menunaikan ibadah puasa semoga menjadikan berkah buat semua.. mengucap maaf juga dari KaMay & Keluarga jika ada salah baik kata ato lainnya..

    terima kasih
    KaMay..
    http://kanvasmaya.wordpress.com/

    Like

  5. salam hangat dari jogja.
    sebenarnya kemarin teman saya meminjamkan buku itu tapi sayang harus segera dikembalikan.

    Like

  6. D3pd says:

    Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan🙂

    Maafin dyka ya

    Salam *sungkem 10 jari*

    Like

  7. diazhandsome says:

    buku yang bagus.. perlu direkomendasikan ke nyokap gw tuh😀

    Like

  8. Didien® says:

    pakabar nis?
    lama tak mampir kesini, kayaknya udh makin gede nih hihihihi

    salam, ^_^

    Like

  9. hellgalicious says:

    ngebaca reviewnya jadi pengen baca Al Qur’an lagi
    maklum udah seminggu lebih ga baca Al Qu’ran

    Like

  10. wi3nd says:

    amin Ya rab*mengaminkan doa nisa…

    @ buku yang menarik yah nis🙂

    Like

  11. septarius says:

    ..
    mampir aja, nengokin Nisa..🙂
    ..

    Like

  12. Subhanallah, sepertinya buku yang bagus untuk dibaca, InsyaAllah saya akan membelinya

    Like

  13. niefha says:

    itu tugas kita, melahirkan anak-anak seperti mereka..
    (amin)

    Like

  14. desicandra says:

    Subhanallah….
    Saya juga bercita-cita anak-anakku menjadi penghafal Al-Qur’an dan pengamal sunnah Rasulullah. Semoga tercapai. Amiin.
    Dik Nisa jg khan ????^^

    Like

  15. Jabon says:

    enak ceritanya…

    Like

  16. Meidhy Aja says:

    Kereeeennnnnn…
    bisa dibeli di semua toko buku kan?..

    http://Meidhyandarestablogme.wordpress.com

    Like

  17. Mamah Aline says:

    reviewnya pas, bikin penasaran mamah nih … pingin nyari buku 10 saudara bintang al-quran. selamat atas tali asihnya ya

    Like

  18. Triiz says:

    dapet buku dari pakde ya….
    wah selamat2…😀

    salam persahabatan ,-

    Like

  19. ke na cerita nya bagus dey,…
    boleh minjem atuh,…

    Like

  20. septarius says:

    ..
    Kalo udah selesei baca pinjem dong Nis..😉
    ..

    Like

  21. rangtalu says:

    saya benar-benar malu dengan mereka..
    teramat malu,,

    Like

  22. alamendah says:

    Selamat atas tali asih ayng gak hanya bermanfaat buat Mbak Nisa saja tetapi buast emua pengunjung blog ini…

    Like

  23. nurrahman18 says:

    waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,aku pengen…hiks

    Like

  24. Kita says:

    Ungkapan Stephen Covey, “Tanamlah kebiasaan maka engkau akan menuai takdir”, kita sangat suka ini. Satu kalimat yang kembali mampu menyadarkan kita akan pentingnya menjaga kebiasaan baik —> untuk memperoleh takdir yang baik. Aamiin. Terima kasih ya Mbak,🙂

    Salam,🙂 …. http://engkaudanaku.wordpress.com dari lembaran baru. Kalau ada kesempatan terbaik, silakan berkunjung balik ya Mbak Nisa. Kita menunggu kedatanganmu wahai sahabat…. >:D<

    Like

  25. cheila mbem says:

    wah…bagus juga bukunya😀

    Like

  26. achoey says:

    Buku ini, tentang keluarga Ustadz yang konon rumah tak terlalu jauh dari tempat tinggalku🙂

    Like

  27. BlogCamp says:

    Keponakanku yang cantik ini ternyata piawai menulis book review tho.
    Cakep ulasannya, secakep penulisnya.
    wah jadi pengin beli lagi nich buku itu.
    Semoga bermanfat ya nduk
    salam hangat dari Pakde

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: