. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Turus-Turus Pertanggungjawaban..

on 3 September 2010

Rembulan begitu elok bergantung di tengah kerlip bintang-bintang, indah. Belum sempat duduk sejenak mentadaburinya, teringat bahwa saya harus bergegas ke basecamp adik-adik kelompok 20. “Sebelum jam malam!”, batin saya.

Dengan kecepatan cukup tinggi, membelah rimba jalan raya menuju tempat adik-adik mengerjakan tugas PANDEMI. Pandemi? Itu Pengenalan Kemahasiswaan dan Akademik, bisa dibilang bahasa kerennya OSPEK di fakultas kami tercinto, Fakultas Kesehatan Masyarakat =D. Sebuah alur pengkaderan bagi mahasiswa baru, yang tentunya telah setahun yang lalu saya arungi dengan peluh perjuangan. Dan kini, saya menjadi bagian dari lini panitia pelaksananya. Kepanitiaan yang dibentuk 3 bulan sebelum hari-H. TIGA BULAN, itu separuh semester, saudara… Padahal pelaksanaan Pandemi + Ospek Universitas + Display UKM cuma 7 hari!

Menjadi sie Acara, tak semudah yang saya kira. Saya ingat ketika mengoreksi penugasan adek-adek, ratusan turus kesalahan kami goreskan dengan spidol merah, tuk melihat siapa kelompok terbaik dan sebaliknya. Dan ternyata, itu menjadi beban mental bagi saya, seolah tidak adil dalam memberi pengoreksian, dan lain sebagainya. Nah lho… Maaf ya adek-adek… =,= Nih, tiap turus akan dipertanggungjwabkan, Nisaa… (Oiya, sedikit bocoran, yang memberi penugasan dan memberikan pengoreksian adalah kami Sie Acara sub Penugasan, bukan Sie Disiplin seperti yang dikira adek-adek =D, xixixii).

Salah satu puncak tantangannya yang lain adalah saat sie Acara merangkap menjadi PK, yakni Pendamping Kelompok. PK harus menyempatkan diri hadir saat adik-adik kelompoknya kerja kelompok, menerima keluh kesah adik-adik, menjawab ragam pertanyaan adik-adik, mendampingi diskusi, dan yang terpenting juga mengkondisikan agar mereka tetap menjaga waktu sholatnya.. Bukan hal yang mudah bagi saya. Alhamdulillah… saya dibantu oleh Pak Presiden alias ketua tim 20 yang sangat baik *hatur nuhun dek..*.

Lalu, bagaimana kinerja Nisa?

Bisa ditanyakan pada adik-adik dan panitia… =,,,,=’’’’

*Tarik nafas dalam-dalam*, kalau menurut pribadi, saya merasa sangat tidak maksimal dalam menjadi PK. Saya kurang bisa menghibur adik-adik, apalagi saya kurang vokal. Kurang cakap berkomunikasi (terbukti kaku banget pas jadi MC), saya agak pendiam. Paling-paling saya bisa menyemangati, memberi berbagai info, menanyakan tugas dengan ‘agak cerewet’ cuma via SMS, yang memang biasa saya lakukan sebelum berangkat menemui adik-adik. Fiuhh… Mungkin benar kata seorang teman, bahwa Nisa adalah seorang Sanguinis tulisan.

Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana pertanggungjawaban saya sebagai seorang PK, karena saya benar-benar merasa belum total melaksanakan tugas T_T. Briefing panitia jam 6 atau 7, acara berlangsung hingga Ashar, lalu evaluasi panitia bisa sampai hampir pukul 17.00, ngacir ke basecamp adik-adik sebentar, menjelang maghrib sampai tarawih saya tinggal mereka, lalu usai tarawih balik lagi… Kami, peserta dan panitia sama-sama lelah. Ditambah kurang seimbangnya aspek ruhani yang mungkin meredupkan hati ini. MasyaAllah… kami (panitia) pernah mendholimi waktu shalat ashar adek-adek T_T *pulang terlalu sore*. Lelah fisik, mental, dan ruhani.

Dan kebodohan yang teramat adalah saat saya menjadikan PANDEMI sebagai alasan cerdas merosotnya amal yaumi T_T *Sedih*. Sungguh, hari-hari yang begitu menyakitkan bagi ladang hati saya. Kalaupun saya terlihat ceria, gembira, itu hanya kesemuan. Sesungguhnya hati saya menitikkan air mata…

Ada satu, dua, tiga, dan banyak lagi yang harus saya pertanggungjawabkan kelak. Bukan cuma di LPJ, tetapi di yaumil hisab nanti.

PANDEMI telah berakhir, menyisakan berjuta kenang, pahit dan manis. Kuharap itu semua bisa menjadi pengalaman dan pelajaran berharga bagiku. *Tarik nafas panjang, lagi* Bulan Ramadhan juga hampir sampai di penghujungnya, bukan hal yang mustahil bahwa ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidup kita. Semoga kita raih… piala ketaqwaan itu…

* * *

Ps : Ini sekadar curhatan seorang PK, yang sejak beberapa hari yang lalu ingin saya tulis, tapi baru keturutan sekarang:mrgreen: *gara-gara Catatan Harian Komting kie… =p*. Untuk dokumentasi kegiatan, maafkeun belum ada, karna masih ada di tangan Sie Pubdekdoknya >_<


34 responses to “Turus-Turus Pertanggungjawaban..

  1. Komting says:

    Ps : Ini sekadar curhatan seorang PK, yang sejak beberapa hari yang lalu ingin saya tulis, tapi baru keturutan sekarang:mrgreen: *gara-gara Catatan Harian Komting kie… =p*. Untuk dokumentasi kegiatan, maafkeun belum ada, karna masih ada di tangan Sie Pubdekdoknya >_> Senyum satu senti kanan-kiri di pipi baca tulisan Nisa ^_^-Tulisannya bagus (blognya juga–ajari customizing blognya dunk T_T)
    Yaaah… Suka duka seorang PK ternyata gak jauh beda dari suka duka adek PK-nya.
    Yg penting tetep semangat! =’)

    Like

    • Nisa says:

      Hwwwaaaahhhh… =,,,= ada komting kemarriii *jadi malu pindo, kemaren dek Nila, sekarang Bintang…

      Silahkan tersenyum yang lebaarr ^___^

      *kalo di WordPress lumayan bisa, tapi kalo blogspot, ampuun dahh..

      iya, bener banget! Hamasah! ^^/

      Like

      • Komting says:

        Gpp, malu buat apa sii ^^

        Yapz…
        Makanya itu, kagak betah bin telaten Bintang ngurus blog rumit kayak wordpress
        [ sejatinya males belajar se =P ]

        Yo’i, hamasah…! =’)

        Like

        • Nisa says:

          =,,= nah ini dia, Nisa mesti malu kalau kegejean di blog dibaca teman-teman di dunia nyata:mrgreen:, dibaca kakak kandung saya aja maluu *doh, Nisaa*

          lhoo, justru malah WP yang kupikir paling sederhana, gak rumit ^^

          Yoshh!! \(^_^)/

          Like

  2. Desi says:

    Aih jadi inget jaman ospek dan ngo-spek dulu…selamat menikmati akhir Ramadhan Dik NIsa…smg penuh keberkahan Amiin.

    Like

  3. Pakde Cholik says:

    moga sukses acaranya
    salam hangat dari Surabaya

    Like

  4. Coba Diklik says:

    Jeng, ini OOT, dalam rangka pengin sodaqoh, silakan pesan nama domain ndotcom kepada saya, lewat sms/facebook/blog, nanti takuruskan. Ini duarius jeng.😆

    Like

  5. GK says:

    Waw, saiki dadi wong penting to jeng?

    Like

  6. Hai Nisa. mampir lagi untuk maklumi bahawa link blog Nisa sudah saya tautkan di blog saya dalam ruangan Dunia Sahabat. Silakan semak untuk perkenankan nama masukannya.

    http://webctfatimah.wordpress.com/dunia-sahabat/

    Salam mesra dari Sarawak.😀

    Like

  7. Assalaamu’alaikum

    Andai langkah berbekas lara . Andai kata merangkai dusta. Andai tingkah menoreh luka . Andai bahasa membedah jiwa. Maaf dipohon seribu ampun. Dari jauh ku kirim salam. Kuhulur tangan memohon kalam . Buatmu sahabat, di hari mulia kita bermaafan. MAAF ZAHIR DAN BATHIN.

    Taqabbalallohu minna wa minkkum. Kullu am wa antum bikhairiin.

    Salam Ramadhan Yang Barakah dan Salam Aidil Fitri Yang Bahagia.

    # Pengalaman yang meluaskan daya fikir dan kecerdasan minda. Semoga anak2 itu semakin memehami erti belajar untuk mencapai sesuatu kejayaan hidup.

    Like

  8. Nila says:

    hikz,,, hikz,,,
    ceritanya mengharukan mbak…
    jarang2 ada panitia ospek yang sangat bertanggung jawab seperti mbak nisa, bertanggung jawab di dunia dan di akhirat.. kebanyakan cuma dijadikan pengalaman dan have fun,.
    semangatku jadi terlecut buat menjadi seperti mbak nisa kalau nanti aq masuk ke ormawa dan menjadi panitia..
    mbak tidak usah khawatir,, walaupun capek, banyak menyita waktu, tenaga, dan pikiran menjadi panitia pandemi tapi semua pasti ada hikmahnya dan yang terpenting Allah tidak tidur untuk melihat aktivitas hamba-Nya yang mulia dan membalasnya dengan sebaik-baik balasan dari Allah,.
    klo soal suara mbak, jangan di buat beban,, memang mudah klo hanya memberi saran.. tp kan NO BODY PERFECT.. aq jg punya kelemahan dlm artikulasi pengucapan,, tp aq tetep smgt buat bljr berkomunikasi,, suara mbak itu unik lho =D,.
    mav ya mbak klo komen q ni mnrt mbak sok tahu & mungkin tdk berkenan d hati mbak..
    Be Inspirator N Motivator,, Semangat !!!

    Like

    • Nisa says:

      hwaaa…. dibaca dek Nilaa >_< *jadi malu, ngumpet dulu di balik kardus*

      komennya sangat berkenan kok dik ^_^

      hayuk, sama-sama melecutkan semangat.

      Berlari kencang meraih gelembung-gelembung mimpi🙂

      Semangat! Hamasah!!

      Terima kasih, adekkuu🙂

      Like

  9. Azka says:

    Alhamdulillah…. Ketemu juga pesan dari Allah kalau ternyata sudah mendzolimi waktu ashar. Jadi bisa jadi koreksi diri ke depan agar bisa ngatur jadwal buat ashar jika ada kegiatan serupa.
    Salam kenal… Tulisanya bagus…

    Like

    • Nisa says:

      iya, susah sekali mengatur waktu. Apalagi, tidak semua panitia sadar akan hal tersebut, mbak🙂

      Salam kenal juga, terima kasih dah mampir ^^

      Like

  10. اسوب سوبرييادي says:

    pengalaman yang menarik. o ya, bunganya mengingatkan saya pada seseorang.😳

    Like

  11. nh18 says:

    Seksi acara
    Untuk acara beginian …
    Ooouuwww itu bagian saya tuh …
    Nisa sepertinya perlu lebih relax sedikit …
    Jangan dijadikan beban …
    enjoy aja

    salam saya

    Like

  12. nurrahman18 says:

    oo,baru tau ada tugas kyk gt, saya jarang punya temen dari fakultas itu,hehehe

    Like

  13. saya dulu jg jadi PK mbak…
    beban berat tp kita dpt mengarahkan lgsung tu adek2nya😀

    Like

  14. An says:

    Ayo main ke ITS lagi mbak. . .

    Like

  15. An says:

    Mbak, setelah aku itung2. . Temen2 ku banyak yg di FKM.
    Ada fani, ri2d, kartika dyah, rohmatul A, risyad, yola, , ,
    *kayaknya ada lagi tapi aku lali:mrgreen: *

    Like

  16. hanif says:

    Wah berat banget tuh sie acara merangkap jadi pembina. Kalau dulu di Fakults aku koordinator pemandu yang mengawal adik2 maba, sie acara ada sendiri, begitu juga dengan penegak disiplinnya. Padahal hanya menjadi koordinator pemandu…ternyata melelahkan juga mengawasi semua anak buahku saat itu. Untung kami panitia saling membantu dan mengingatkan sehingga acara ospeknya berjalan lancar.

    Like

    • Nisa says:

      kalau si disiplin memang terpisah mas. Cuman pendamping + acara emang jadi satu. Beginilah di FKM *di fakultas lain juga ada yang terpisah kok mas*, hmm… mungkin bisa jadi evaluasi untuk pengkaderan berikutnya🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: