. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Hunian Para Prajurit Bintang..

on 5 November 2010

Di rumah ini, aku banyak belajar

tentang kehidupan

Di bangunan sederhana ini, banyak kudapat

kekayaan hati dan ilmu,

pengalaman dan pelajaran

Najmun Nisa, hunian kami kini..

* * *

“Tahun depan, aku gak tinggal di kontrakan, aku pingin tinggal di kost seberang kampus aja.. cari yang satu kamar sendirian..”, seorang teman tiba-tiba berkata seperti itu. Sedikit terkejut, tetapi saya hanya diam. Tanpa menanyakan alasannya. Hanya diam, tanpa menghentikan rencananya. Biar dia sendiri yang memahami… Apa alasan kami tinggal di sini.

Tinggal di kontrakan bersama saudari-saudari sesama aktivis kampus sudah menjadi keinginan saya sejak SMA, sedikit banyak karena efek kegemaran saya bermain dan belajar di Robithoh, kontrakan seorang sahabat di Malang dulu.

Di Najmun Nisa, kami hidup bersepuluh, dengan ragam karakter dan sifat yang berbeda. Saya pun belajar memahami setiap individunya. Hingga, terkadang bisa kenal betul dengan kebiasaan, bisa mengetahui jika ada masalah yang disembunyikan..

Begitu banyak nilai plus yang saya dapat dari tinggal di sini. Selain dari sisi ekonomi, yang tentunya lebih irit daripada nge-kost, ada program-program kontrakan yang harus dijalankan. Ada nilai pelajaran manajamen (keuangan, logistik, waktu, bahkan manajemen hati) yang saya peroleh di sini.

Setiap pagi, sebelum adzan shubuh, diusahakan sudah bangun dan qiyamul lail. Lalu shalat subuh berjamaah dan ada al-ma’tsurat bareng-bareng yang dilanjutkan dengan kajian Syarah Riyadhus Shalihin tiap Senin-Kamis, kalau Jumat ada kajian Shirah Nabawi, dan Sabtu-Minggu kajian Tafsir Ibnu Katsir. Usai kajian, diskusi, atau sharing, dilanjutkan dengan baca dan simak al-qur’an + muroja’ah hafalan.

Untuk piket juga diatur di NASA. Mulai dari memasak, menyapu dan membuang sampah, mencuci, menguras kamar mandi, juga ngepel. Semua ada gilirannya.

Ada juga riyadhoh alias olah raga bersama —> tapi yang ini sangat jarang =,,=’’ padahal sangat penting. Kesulitan mengatur agenda, itu masalah klasik. Karena walaupun Sabtu atau Minggu, pagi-pagi ada saja acara yang harus dihadiri..

Selain itu, kami juga sedikit-sedikit belajar organisasi. Jadi, ada struktur kepengurusan. Ada mas’ulah (ketua), bagian keguangan, bagian kedisiplinan dan kebersihan, ada bidang keilmuan yang memantau hardskill di bidang akademik, dan juga bidang PSDM yang lebih ke arah personalia. Nisa yang mana? Saya di posisi PSDM:mrgreen:

Cukup susah sih, menjalankan semua program. Yang belum pernah terlaksana hingga hari ini adalah debat bahasa inggris:mrgreen:.

Oiya, ada juga peraturan jam malam, yakni pukul 21.00-05.00. Ada sangsi yang harus dibayar jika melanggar : Iqob (hukuman) MASAK! *Saya pernah menjalani hukuman itu, gegara lihat bedah buku Emak ingin Naik Haji oleh Asma Nadia dan Shinta Yudisia di Gramedia Expo:mrgreen:. Namun, jika alasannya urgent dan izin terlebih dahulu, kami tidak akan dihukum. Saya pun juga sering mendapat pemakluman^^’’. Mengapa ada jam malam? mungkin itu yang sering ditanyakan oleh adik-adik mahasiswa baru. Jam malam itu sebagai bentuk penjagaan diri, menurut saya.

Nah, secara umum, itulah beberapa program dan peraturan yang ada di Najmun Nisa –yang belum tentu saya peroleh di tempat lain–.

Tak terasa, ini tahun kedua saya tinggal di sini. Suka duka, tangis dan tawa terekam dalam memori. Kini saya sudah menjadi kakak, insyaAllah bagi lima adik mahasiswa baru yang ada di kontrakan *meski dua di antara mereka lebih tua umurnya daripada saya, tetep aja saya panggil “DIK” =D. Satu sama lain saling menjaga, membimbing, bertanggung jawab.

Sepertinya saya ini kakak yang suka mendongeng:mrgreen:, kalau sudah berkumpul di ruang depan, pertanyaan dari adik-adik tentang dunia kampus dan perkuliahan akan saya jawab dengan cerita dan pengalaman:mrgreen:. Pembicaraan pun pasti akan melebar menjadi diskusi, bisa jadi membahas tentang Zionist, isu-isu di dunia, dan lain sebagainya.:mrgreen:

* * *

Saudariku, masih sangat banyak warna-warni di langit Najmun Nisa yang mewarnai hari-hari kita. Tidakkah kau ingat?🙂

“Perumpanaan seorang mukmin adalah seperti sebatang pohon kurma. Apapun yang kamu ambil darinya akan memberikan manfaat kepadamu.” (HR. Ath-Thabrani dari Ibnu Umar R.A)

 


43 responses to “Hunian Para Prajurit Bintang..

  1. wi3nd says:

    seru yah membaca kisahnya nisa..

    aku ndak pernah mengalaminya jadinya what i have to say..

    Like

  2. Nung Ri says:

    judulnya mantab. sangat persuasif…
    tetap semangat menimba ilmu dien… smoga slalu di istiqomah-kan di jalanNYA😉

    Like

  3. assalamualaikum!
    wah, pondokan bersama, membangun bersama, beriqob bersama *lhoh??*

    hmm,
    ada dua alasan kenapa saya lebih memilih tinggal/ngekos sendiri daripada sekontrakan, adalah: cowo itu tukang bikin rusuh/berantakan dan nunggu semua kacau balau baru dibersihin (ini pengamatan terhadap diri sendiri dan teman2 di lingkungan saya, hoho..), dan jangan sampai meletakkan dua singa dalam satu kandang. dua singa aja rusuh, apalagi banyak singa. wkwk..

    kasus saya, hanya karena tidak disiplin soal cuci piring saja sudah membuat satu orang tidak betah. dia ingin pindah. soal ini, sering teman saya bilang, “lho kan semua kembali ke orangnya masing-masing, ngga betah ya urusannya.” klo sudah begini, ibaratnya ngga usah ada lampu traffic aja skalian, taat ngga taat, nabrak ngga nabrak ya urusannya, kembali ke masing-masing orang.

    jadi saya lebih memilih ngekos, meski jarang pulang ke kos, lebih sering mabit di suatu tempat bareng temen2. ini solusi yang paling win-win. hehe..

    adakalanya, perlu dicermati kembali perihal menyampaikan kemanfaatan yg nisa rasakan kepada teman yang ingin pindah. siapa tahu dia belum merasakan yang nisa rasakan. pada titik ini, ada baiknya kita melihat dari sudut pandang si dia. ^_^

    selamat berukhuwah ^_^

    Like

    • Nisa says:

      Wa’alaikumsalam wr.wb

      siipp pisan solusinya😀

      iya, mencoba menyelami sudut pandang orang laiinn… saya pun jadi mengerti alasan dia, mungkin..

      dalam dekapan ukhuwah🙂

      Like

  4. abenk says:

    nice…
    salam kenal……..

    Like

  5. webstore says:

    Nice info thanks

    Like

  6. Assalaamu’alaikum Nisa…

    Sahabat…. Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati
    Di bulan Zulhijjah, Iedul Adha kembali menyapa hari
    Kemaafan dipohon untuk khilaf dan salah jika mengkhianati
    Sebuah pengorbanan tulus jadi iktibar membaiki diri

    Mohon Maaf Lahir dan Bathin

    Salam keindahan Iedul Adha 1431 H dari saya di Sarikei, Sarawak.

    Like

  7. hmm.. pikiran orang beda2 sih ya
    ngak semua orang mengganggap apa yang kita anggap baik menurut dia baik juga, itu tergantung dari kebiasaan, cara pandang dan kondisi hati. nah faktor terakhir itu yang harus di benahi klo menurut saya. yang laen harus bikin temen nya nyaman, dan caranya tentunya pelan2

    just my humble opinion🙂

    Like

  8. fachri says:

    wah seru juga pengalamannya, pake ada acara debat bahasa inggris, Tapi, ngomong2 kalo debat bahasa inggris boleh tuh aku layani, heheh..
    Dah lama juga neh ga mampir sini. Insya Allah dah mulai exist lagi neh di dunia blog, doain ya nisa moga bisa istiqomah… and jangan lupa mampir ya..

    Like

  9. Fadhly says:

    Kunjungan pertama saya di blog ini…
    Salam kenal…😀

    Like

  10. Tempat hunian selalu membawa kenangan. Salam menjalin silaturahmi kembali

    Like

  11. Irfan says:

    hebat program-program huniannya. pernah meng-iqob adik-adiknya gak nis?:mrgreen:
    *ingetjamankuliahdulu….

    Like

  12. chii says:

    waaa nisaaa..
    cici jd pengen ngontrak bareng2 sm tmen2 yg sejalan gitu..
    >.<

    Like

  13. salam kenal ya
    n salam persahabatan
    oya mohon kunjungan balek ya
    ke islamicofaceh.wordpress.com

    Like

  14. santi says:

    nice post…
    kunjungi ini ya..
    klik ini
    thanks

    Like

  15. Erdien says:

    Hemm… terbayang indahnya kebersamaan dalam suka dan dukanya. Sesama umat Rasulullah sudah seharusnya saling menguatkan satu sama lain🙂

    Like

  16. an says:

    Kalo ditinggal suka ada pencuri masuk. Kan ga ada yg jaga,

    kalo aku ngontrak di smpyn kejauhan kali ya, , haha:mrgreen:

    Like

    • Nisa says:

      hhe, alhamdulillah, rumah ibu kontrakan ada di belakang rumah sih:mrgreen:

      kalau ditinggal bisa nitip rumah ke ibu deh😀

      cari aja di sekitar ITS sana, coba tanya mbak2 ^^

      Like

  17. almascatie says:

    teringat masa2 itu…😦

    Like

  18. alamendah says:

    Jadi teringat masa-masa di pesantren. saking seringnya melanggar peraturan sampai-sampai pas ada yang mencalonkan saya menjadi salah anggota pengurus, pengurus lama langsung memveto!.
    Wakakakakakak.

    Like

  19. An says:

    kalo di sini tempat kontrakan “katanya” rawan dari segi keamanan.
    kalo aku lebih nyaman nge-kost sih mbak,
    lagi pula kamar kost cuma buat tidur saja, belajar dan ngerjain tugas lebih dominan di kampus.
    setau ku, hampir tiap kost ada jam malamnya. tentu saja untuk penjagaan terhadap diri kita. benar seperti apa kata mb.nisa🙂

    Like

    • Nisa says:

      rawan gimana, rinn??

      justru itu, aku gak pingin “rumah”ku di kota rantauan cuma jadi tempat tidur. aku mau punya “keluarga” baru, rin.

      ada value plus.. ^^

      Like

  20. capungcapungkecil says:

    wah wah.. PSDM euy.. keren itu mah:mrgreen:

    sekarang udah punya adik juga., hihii..
    semakin banyak daun yang berserakan d dalam rumah kontrakan daripada d kamar kost..
    mari kita pungut satu persatu ^^/

    Like

    • Nisa says:

      Siiipp ^_^ alhamdulillah.. ayo dipungut! *adeknya pak capung diajak ngontrak juga, gimana?:mrgreen:

      Like

      • capungcapungkecil says:

        boleh boleh.. ajak aja dhek.. saya dukung 100 persen.. saya tambahin 400 kalo perlu, biar bisa buat beli cireng 1:mrgreen:

        saya dulu juga ngontrak lhoo.. memang d kontrakan itu lebih banyak daun yang berserakan.. soalnya depan kontrakan ada pohonnya😀 *kaburr sebelum dilempar panci

        Like

  21. komuter says:

    kalau tidak betah, yah pindah saja. daripada berantem dan tidak enak hati

    Like

  22. Usup Supriyadi says:

    Bismillah walhamdulillah washolatu wassalamu ‘alaa rasulillah…

    sebagaimana Rasulullah dan para sahabatnya, sungguh dari arah manapun tak ada yang tak bermanfaat…

    nice share ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: