. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Era Radioku :D

on 22 January 2011

Hihii.. Saya ingat saat saya masih kecil dulu, mungkin sekitar usia 6 tahun an. Sebelum tidur pada malam hari, saya selalu mendengarkan radio terlebih dahulu. Saya ingat betul program siaran saat itu yakni “Malang Melintang” yang mengupas berita-berita lokal daerah tempat tinggal saya, Malang. Saya membiarkan radio tersebut bercuap-cuap sampai saya tertidur, hingga suara yang tersiar tinggal gemeresek. Lalu di larut malam, mungkin ayah yang mematikannya..

Lalu, perlahan saya mulai meninggalkan radio. Mungkin hanya sesekali saja saya mengikuti beberapa siarannya, atau mungkin turut mengirim request:mrgreen: “anonym dari Malang”. Itu pun terakhir kali pas kelas 2 sma kali ya… o_0

* * *

Belakangan ini, ada yang berbeda pada diri saya, ada keasyikan baru yang saya punya:mrgreen:

“Mbak Nisaa, lagi ndengerin apa siiihh??”

Terkadang sambil pasang mimik serius, saya mencatat beberapa poin. Atau terkadang tiba-tiba saya menjawab salam sendiri, juga ditambah sok-sok asyik sendiri.

“Ini lho, denger radio.. Syam FM Suara Muslim Surabaya”

“Emang apa siarannya?”

“Ini berita, tentang guru rimba, Dek. Jadi, ada pengkaderan pengajar lho di rimba sana. Murid-murid rimba yang sudah lebih pandai kini mengajari adik-adik yang lain. Yang diajarkan sederhana, cuma baca, tulis, dan hitung. Tapi perjuangannya kereeenn.. Tadi juga ada berita tentang rumah sakit pendidikan e UNAIR, waduhh… bermasalah iku…”

Saya pun teringat pada siaran pada malam harinya kemarin, di program “This is Islam”, yang saat itu sedang membahas Iptek dan Islam, tentang tokoh-tokoh Islam yang menjadi pencetus berbagai penemuan. Dimulai dari kisah Ibnu Sina, Abbas Ibnu Firnas, Al-Biruni, dan sebagainya.

Malam itu, saya pun kembali dilecutkan semangat oleh kisah-kisah ilmuwan Islam dahulu. Sungguh mereka jauh lebih awal menghasilkan penemuan-penemuan yang masih digunakan hingga kini, daripada ilmuwan-ilmuwan barat yang kini lebih kita kenal..

Kalau tidak salah dengar sih *maklum denger radio sambil belajar buat ujian :mrgreen:*, salah satunya adalah seorang tokoh bernama Al-Biruni asal Persia yang pada tahun 1050 mengemukakan bahwa “massa sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap”. Hmm… Ada yang familiar dengan pernyataan ini? Yap, inilah yang kita kenal dengan hukum Lavoiser. Saya ingat saat ujian praktik di sma dulu, saya harus mengerjakan praktikum untuk membuktikan hukum ini…

Ada begitu banyak cendikiawan muslim yang menjadi pelopor perkembangan ilmu pengetahuan. ^_^ Tidakkah kita ingin seperti mereka?

Islam sangat memperhatikan masa muda, sebagaimana sabda Nabi saw, “Pada hari kiamat seorang hamba akan ditanya tentang empat hal ; umurnya dia lewatkan untuk apa, masa mudanya dia habiskan untuk apa, hartanya dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk apa dan apakah dia mengamalkan ilmunya.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)

Imam asy-Syafii ra mengatakan, “Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah, hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan).”

Hihiii… dari denger radio jadi nambah semangat😀, lumayan yah, mengingat di kontrakan tidak ada televisi, belum juga langganan koran, dan saya juga jarang internetan gratis, maka radio kini jadi teman baru Nisa:mrgreen:. *Kembali ke era seperti saat saya berusia 6 tahunan duluu😀

ps : itu foto bunga kecil pas ke kebun teh Wonosari Lawang *loohh ra nyambung ya, hehe😀

 

 


18 responses to “Era Radioku :D

  1. wi3nd says:

    bunga bangooes😉

    hiyaaaa.jadi inget juga ama radio,udaaah lammaa bangeed gak pernah denger radio..😀
    masih inget juga neeh de,ada yang kirim lagu cinta buat ku ha ha..

    hallah malah jadi nostalgia sendiri:mrgreen:

    Like

  2. kidungjingga says:

    hmm.. jadi inget, “penemuan2” yang dikatakan baru saat ini, nyatanya merupakan pengulangan penemuan di masa lalu…
    dimana ya saya baca ini…
    ah ya, lost symbol.. hihi.. ga nyambung ya…? biarinlah yang penting mau nyapa nisa dulu. kangeeeeennnnn

    Like

  3. Wah pencerahan baru nech mbak…infonya bagus banget nech buat anak muda seperti saya. Biar lebih berkreasi lagi gto mbak

    Like

  4. chii says:

    nisaa..
    syam FM frekuensinya brapa?
    jadi pingin juga dengerein kpn2, hehe..

    Like

  5. pink says:

    Radio juga kaya akan berita dan informasi kok mbak.
    Saya juga dulu sering denger radio yang berisi informasi anak muda. Wkwkwk…
    Tapi sakarang udah jarang. Lebih asik internetan.

    Salam kenal.

    Like

  6. aryadevi says:

    hihi.mba lucu ya..hihi…hihi-nya hihihihiiiiiiiiiiiiiiii.
    tentang para penemu,memang prihatin…kalau sekarang nama mereka “tenggelam” dari penemu(penerus dari dunia barat) kreatifitas mereka….tetapi ada hikmah..bahwa tidak perlu atau tidak berharap pengakuan diri dari dunia..biarlah manfaatnya yang tetap dirasakan.

    salam hangat jeng ^_^

    Like

    • Nisa says:

      manfaatnya memang sip ^^ tapi kasihan generasi muda jadi berkiblat pada penemu2 barat, mestinya kan ada idola dari cendikiawan muslim. Yang tidak hanya mengajarkan pentingnya ilmu, tetapi juga takwa😀

      salam hangat ^^

      Like

  7. mamung says:

    bersyukur masih ada radio, masih bisa dengar informasi
    pas kecil dulu radionya gede banget, frekuensinya MW-SW, paling seru denger siaran sepak bola, penyiarnya rame banget..😀

    Like

  8. Pak Wandi says:

    Jarene radio, kok gambare kembang jeng?

    Like

  9. Salam
    wah bisa nih di tiru >_<

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: