. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Menyusuri Kampung Rantauku…

on 2 February 2011

~

Kota Surabaya adalah ibukota Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dengan jumlah penduduk metropolisnya yang mencapai 3 juta jiwa, Surabaya merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia timur. (Kata Mbah Wiki)

Emang iya kota besar. Namun, di kota besar begini, ada banyak belahan perkampungan yang jauh dari sejahtera. Pembangunan tidak merata, kesenjangan tampak jelas di pelupuk mataku. Contoh kecil, perumahan di seberang gerbang depan Universitas Airlangga Kampus C sangat kontras dengan permukiman di seberang gerbang belakangnya. Antara perumahan megah dengan perkampungan kecil..

Saya yakin, ada banyak perbedaan eksrem di luar sana, ada banyak perumahan yang jauh lebih wah dan banyak pula perkampungan yang lebih mengenaskan, tetapi contoh yang tidak seberapa ini yang menjadi pemandangan rutin buat saya. Ada miris yang mengiringi, kala kaki terayun menyusuri kampung tempat saya merantau ini.

*  *  *

Seratus atau dua ratusan meter dari kontrakan saya tinggal, ada sederet rumah-rumah berdiri semi permanen. Sepintas malah hanya tampak seng dan kardus sebagai dinding penyusunnya. Para penghuni rumah tersebut pun kelihatannya berprofesi sebagai pengumpul barang-barang yang masih bisa digunakan, semisal plastik, kardus, botol-botol minuman bekas, dan sebagainya. Kebetulan memang pemukiman ini berada tepat di sebelah TPA (Tempat Pembuangan Akhir). **dan… pasar krempyeng tempat kami biasa belanja berada di sebelah di TPA tersebut😦 wuaduh… horror**

Aktivitas kakus oleh anak-anak kecil dari keluarga yang tinggal di pemukiman tersebut pun kerapkali ditemukan😦. Menjadi tanda tanya besar yang menggaung-gaung dalam sanubari hati kita yang melintasi pemandangan itu, “Apa adik-adik itu sekolah ya? Juga belajar mengaji?” Entahlah.

Sesekali ingiin… ingiiin sekali berkunjung ke rumah-rumah itu. Pernah suatu ketika saya hendak pura-pura tersesat untuk bisa sampai ke deretan rumah-rumah tersebut. Tapi kok ya nggak logis sekali… sekilas dilihat saja, sudah jelas ndak ada jalan tembusan kalau lewat situ… Dan pasti akan terlihat aneehh sekali ketika saya celingukan di sana. Uhm… entah, bagaimana suatu hari bisa mampir ke sana. Penelitian? Pemberdayaan masyarakat? Mungkin. Saya tidak tahu. Namun, saya yakin masyarakat tersebut cukup terisolir, tidak tersentuh program kesejahteraan (kalau memang ada).

Apalagi sekarang, sedang dibangun sebuah jembatan yang nantinya menghubungkan rumah-rumah tersebut dengan jalan raya. Heuum… tentunya sampah-sampah di sungai macet lalu lintasnya. Ketika kembali melintasi rute saat akan belanja di pasar, saya makin ngilu hati.

😦




22 responses to “Menyusuri Kampung Rantauku…

  1. Meela says:

    Hehe. Multiplynya pas masih jaman aku “alay’ Sin. Aku coba buka la kok bahasanya ngga bisa dibaca gitu.😀
    Bukan melalang buana, lebih tepatnya “labil” Sin.😛

    Then, do something Sin..🙂
    and see, what will hapen..

    Like

    • Nisa says:

      Hihii… yang enak di multiply itu ada wadahnya sendiri buat koleksi foto, video, iya gak mil?

      Yah, kan gak papa coba2 berbagai jenis blog😉

      InsyaAllah…🙂
      kalau aku sendirian enggak bisa mil, paling enggak di sini mencoba melangkah bareng temen2..

      Like

  2. Meela says:

    Sina, aku jadi inget kalo aku juga punya WordPress, tapi nggak pernah aku apa-apain. Hehe.

    Ternyata dashboardnya keliatan beda banget ya enakan di sini sih.

    Eh, Sin, aku dulu kecilnya di Surabaya, dulu Surabaya nggak se”wow” sekarang. Sekarang maju banget Sin. Kagum deh aku.
    Sebenernya ketidakmerataan pembangunan itu suatu yang positif atau yang negatif si? Kalau menurutku kalau masih dalam batas wajar, itu masih nggak apa. Kan Allah emang menciptakan semuanya sedemikian rupa. Kalau semua maju juga nanti nggak ada yang memancing orang-orang kayak kamu buat nulis blog kayak gini kan.😀

    Like

    • Nisa says:

      Hihii… keliatannya mila punya multiply juga yap, keren euy🙂 udah melalang buana di macem2 blog😀

      Eh?? Mila kecil di Surabaya.. ^_^ udah satu sekolah 3 tahun, malah Sina baru tau sekarang. Hehe..

      Iya mil, semula aku mikir gitu. Wajar sih… tapi sekarang semua pemandangan ini makin terasa dekeettt banget. Jadi ‘makanan’ sehari-hari. Bisa jadi aku kebas;malah jadi ngerasa biasa, dan bisa juga makin resah gak ketulungan soalnya
      rasanya ada tanggung jawab juga di sana.😦

      Like

  3. anla arinda says:

    mba’ Nis, itu cocok buat ide PKM M.
    Bikin suatu program tentang pemberdayaan masyarakat disana. . .
    Tapi entah program apa. Hehe

    Like

  4. Syah Alfaraby says:

    wih T.T
    tambah lagi 1 PeeR buat kita…

    Like

  5. pembangunan oh pembangunan😦

    Like

  6. rubiyanto19 says:

    perkembangan zaman selalu menyisakan hal-hal seperti ini, saya juga turut prihatin dengan keadaan seperti ini, hanya saja untuk secara langsung memberikan pengarahan kepada masyarakat yang tinggal di tempat seperti ini bukanlah hal yang mudah …..

    Like

  7. wi3nd says:

    miris sangad..
    dan itu pemandangan yang sama seperti dijantungnya Indonesia [katanya] jakatra..
    lebih parah bahkan..

    Like

  8. Akh Saiful says:

    wah bener niy.. klo gitu harus kita malai dari yang kecil untuk membangun pradapannya… ide yang bagus adalah dngan cara mendidik gnerasi slanjutnya dilingkungan itu

    Like

  9. Bang Aswi says:

    Miris (sambil mengelus dada). Tapi bisakah kita berpangku tangan menatap kengerian yang sebentar lagi menjelma malapetaka. Mari berdoa … mungkin hanya ini aktivitas minimal yang bisa kita lakukan.

    Like

  10. alamendah says:

    (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Masih sering kita dapai pemandangan2 kontras kek gitu.

    Sekalian mau Numpang dikit:
    PULAU KOMODO AKAN DICORET DARI FINALIS NEW 7 WONDERS pada 7 Februari besok.
    Saya sih gak rela, kalau sobat??!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: