. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Menikmati Iklim Belajar di Kelas…

on 16 February 2011

Sukses adalah keajaiban hidup. Selamanya ia akan tergadai. Anda hanya dapat menebusnya dengan kesungguhan niat, kerja keras, kecerdasan berpikir, kedewasaan sikap, harapan, serta kepasrahan total kepada-Nya.

(A. Arqom, Menciptakan Keajaiban Hidup)

~o0o~

“Halah… kamu ini, kaya begini aja berkesan, kaya begitu berkesan. Semuanya dirasa berkesan. Bagiku lho gak berkesan blass, sama sekali. Mending gini aja, blab la bla…”, ungkap seorang teman dalam sebuah rapat sie acara. Kalau tidak salah, saat itu kami sedang membahas sentuhan akhir penutupan salah satu acara pengkaderan nanti.

“Lha aku emang ngerasa gitu…”, jawabku pasrah. Seolah aku merasa ada yang keliru, emang kenapa kalau saya merasa semua hal tersebut punya kesan tersendiri?

Setelah kupikir-kupikir.. Mungkin memang ada benarnya komentar kawan saya tadi. Nisa ini gampang sekali merasakan “kesan” di dalam suatu aktivitas yang mungkin bagi orang lain dirasa biasa-biasa saja. Gampang sekali membuat perasaan “seruuuu!!!” di tiap potongan hari-hari yang dilalui. Mungkin karena Nisa cukup terbiasa juga meredam sedih menjadi senyum… :mrgreen:

Saya hanya berusaha memposisikan diri sebagai pembelajar sejati di bangku madrasah kehidupan ini. Memungut hikmah yang terserak adalah kepekaan yang perlu diasah. Dan bagi saya, kesan dan perasaan “seru” itu ada karena tersirat hikmah dan manfaat di dalamnya. Hal-hal yang mungkin dianggap biasa saja, semisal berkendara sepeda motor dari rumah kontrakan menuju kampus pun bisa saya rasakan lebih dari biasa.

Kan seperti Yotsuba&!, dia mah punya jargon “enjoy everything!” hehe… =D Nisa juga ah..

Entahlah, tetapi terkadang perasaan itu punya pengecualian dalam beberapa hal –mungkin–. Salah satunya adalah… di KELAS PERKULIAHAN..!! Saya tidak mengerti mengapa jarang sekali saya berikan penilaian “sangat seruuuuu ^_^/” untuk hari-hari saya di dalam kelas perkuliahan. Meskipun hampir selalu ada emote begini di samping tanda tangan yang saya bubuhkan di kertas presensi : ^_^.

Nah lho?

Mungkin saya belum belajar dengan segenap hati yang utuh. Seolah, saya ini berada dalam diri yang lain, yakni jiwa yang enggan beradaptasi. Kenapa? Saya pun tidak tahu. Mungkin euforia “kelas yang ceria” masih mengapung bak awan-awan di sudut hati. Saya merasa berada dalam kedangkalan.

Saya merasakan suasana kelas begitu statis. Sistem SKS kami yang berupa paket membuat semua mata kuliah yang diambil sama (kecuali jika ada yang mengulang). Dengan jadwal masuk perkuliahan yang sama, dalam ruang kelas yang sama dengan jumlah mahasiswa hampir genap seratus orang, di mana tempat duduk mereka hampir selalu sama setiap hari. Satu orang yang datang lebih pagi menjagakan tempat untuk teman-teman satu grupnya. Namun, tidak dengan saya yang tidak terikat dalam “grup” atau kelompok berteman. saya pun lebih suka berangkat siang dan duduk di bangku mana pun yang tersisa. Depan, belakang, tengah, tepi..

Titik jenuh. Bosan. Saya merasa kelas ini begitu ajeg. Terlalu klasik. Dan pastinya saya jadi mengantuk sekali saat di kelas. Sangat.

Kemudahan menikmati segala sesuatu seakan tidak berlaku ketika saya berada di dalam kelas.. Seolah saya ingin berteriak, “Wooooiiiiiyyyy…..!! Di mana semangat dan antusias?”

Ya Allah, lupakah hamba bagaimana cara bersyukur..

😥

Saya ingat suatu sore saat saya masih duduk di bangku kelas 3 MTs (setingkat SMP), di saat sekolah sudah begitu sepi. Kami berlima masih saja berkutat di ruangan kelas. Menyelesaikan karya akhir tugas fisika. Bukan duduk melingkar dengan wajah-wajah masam ingin segera pulang, tetapi kami beraksi dengan semburat senyum mengerubungi wajah kami.

Aku rindu hari-hari seperti itu. Masa di mana tidak kujumpai istilah “titip absen” di kelas. Hari di mana kami bersahabat dan bersaing secara sehat. Canda tawa mengiringi lelah dan luang. Belajar kelompok begitu seru dan tidak menjemukan. Masa di mana semua terasa begitu seruuuuu!!

Kini tiada lagi kelas yang seperti dulu, tiada lagi bapak atau ibu guru yang memanggilku dengan spesial, “Nis, coba sampaikan pendapat kamu!” atau teman-teman di kelas yang berseru, “Sinna, ayo belajar bareng!”.

~o0o~

Sekarang saya mencoba berdialog dengan diri sendiri. Memastikan strategi apa yang akan saya lesatkan untuk iklim belajar mendatang? Agar segalanya kujalani dengan ringan dan penuh senyuman.

Aha! Fahimtu. Saya telah paham, insyaAllah…

Nisa harus banyak-banyak lagi belajar tentang keikhlasan, semangat perjuangan, juga keistiqomahan motivasi. Motivasi akan sirna seiring dengan hilangnya motivator, maka pilihlah motivator yang Maha Kekal, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ingat, Nisa.. segala kemudahan dalam menikmati proses belajar dan memetik hikmah datangnya hanyalah dari Allah. Meski kini iklim kelas begitu jauh dari yang Nisa harapkan.. Tentu Nisa tidak suka dengan “Nisa yang ogah-ogahan di kelas”, kan?

Bukan, bukan Nisa jika lantas menjadi putus asa. Bukan Nisa jika lalu berhenti menapak… Bukan Nisa jika terus bersembunyi dalam ketidaksadaran. Bukan Nisa jika terus berada dalam kepura-puraan senyuman. Harus senyuman yang dari hati. Menggerutu tidak akan menyelesaikan permasalahan. Kemalasan hanya menyisakan penyesalan. Nisa harus tetap bersemangat dan enjoy everything!

Sebuah deklarasi imajiner telah kudendangkan dalam sanubari hati. InsyaAllah, aku akan mengejar ketertinggalan menguasai iklim belajar di kelas perkuliahan. Yang namanya mengejar, itu artinya harus dengan kecepatan yang lebih daripada pelari yang ada di depanku.

Semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat dan barokah dunia akhirat, amiin..

~o0o~

** Saat ingin berlari kencang sambil mengepalkan tangan \(^_^)/ **

. . .

Baru saja membuat tulisan di atas semalam, alhamdulillah… Pagi ini seolah yang mendapatkan cercah-cercah solusi atas apa yang saya alami. Ada beragam inspirasi yang dibagikan oleh dosen wali saya. Ya, kali ini bukan sekadar membubuhi tanda tangan pada lembar-lembar KRS, tetapi banyak cerita dan nasihat yang  beliau alirkan. Saya rasakan idealisme seorang guru, perhatian dan semangat. “Buatlah tujuan yang tinggi dengan niat yang bagus. Bermanfaat bagi orang lain. Sesungguhnya Allah mencintai kita..”

Alhamdulillah… ^_^


32 responses to “Menikmati Iklim Belajar di Kelas…

  1. muslimmuda says:

    Suka dengan ini: “Motivasi akan sirna seiring dengan hilangnya motivator, maka pilihlah motivator yang Maha Kekal, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

    Allah menyebut sebagai “Ulul Albab”, orang yang pandai menggali pelajaran dan motivasi dari berbagai ayat2 Allah, kauniyah dan qouliyah .

    Salam🙂

    Like

  2. edda says:

    Amiiin,,
    Kdg jg aku kangen masa2 skolah dulu😦 sangaaat

    Like

  3. imuhamadi says:

    assalamu ‘alaikum

    sudah lama, baru bisa berkunjung lagi..

    semoga sehat dan damai selalu

    Like

  4. diajeng says:

    ass…nisa…numpang mampir….gimana kabarmu de ? semoga sehat selalu ya🙂

    Like

  5. j&c cookies says:

    Selamat siang semoga hari anda menyenangkan..
    Ditemani nikmatnya kue kering dari j&c cookies..

    Like

  6. suasana perkuliahan agaknya sudah jauh bedanya dengan suasana waktu di sekolah. agaknya suasana emosi saat mengikuti perkuliahan menjadi faktor penting yang tak bisa diabaikan, hehe ….

    Like

  7. Syah Alfaraby says:

    “Gampang sekali membuat perasaan “seruuuu!!!” di tiap potongan hari-hari yang dilalui.”

    awalnya saya kira, saya ini orang yang ‘agak’ giLa.
    tapi ternyata bukan, ada juga orang yang mempunyai perasaan sama seperti saya.. ^,^

    Semangadh…….!!!!!

    Like

  8. anla arinda says:

    ganbatte kudasai mbak Nis!
    ayo ke ranukumbolo😀

    Like

  9. ciwir says:

    bersyukur dan bersyukur😀

    Like

  10. harumhutan says:

    amiiiiiiiiin..

    semangad de!

    yang bisa membuat semuanya nyaman,berkesan,semangad adalah diri sendiri jadi do it what you have to do on anything🙂

    jenuh suntuk adalah bagian dari rasa,kita juga perlu itu,untuk meresicle jiwa he he

    Like

  11. nurrahman says:

    weih,saya baru tau ternyata banyak jg yg gemar yostuba😀 (maap OOT)

    Like

  12. Nongol lagi nih daku
    Salam persohiblogan🙂

    Malu kalau ingat masa lalu’
    Suka asbun di kelas

    Like

  13. Irfan says:

    titik jenuh itu ada, titik berkesan jg pasti ada. bagaimana semua warna hidup itu menjadi penyemangat, itu pada intinya.

    dan pada akhirnya, menunggu harapan tercapai adalah ujian yang membutuhkan kesabaran….

    saya suka jargonnya si yotsuba, “enjoy everything!”😀

    Like

  14. hanyanulis says:

    saya suka quote di awal postingan ini, sangat inspired mbak..membangkitkat semangat saya

    Like

  15. Bang Aswi says:

    Ya, tanamkan niat hingga benar-benar menghujam ke dalam hati. Semangat akan muncul dengan sendirinya dan takmudah surut ke belakang. Semangat ah! ^_^

    Like

  16. tunsa says:

    insya Allah, smua akan lancar…hehe
    salam kenal

    Like

  17. ahmad fauzi says:

    salut atas ketelatenannya menulis cerita. salam kenal. mampir diblog saya kalau ada waktu. saya pengen berbagi cerpen-cerpen singkat saya. terima kasih.

    Like

  18. Horeee,,,, Pertaamaaaaaxxxxx😀

    Satu yang menjadi pegangan saya, Nisa,,, Suasana akan menjadi menyenangkan jika kita mau membuatnya demikian, merasakannya demikian,,,, Setelah nya insyaAllah akan menjadi mengalir menyenangkan secara alamiah🙂

    Selamat belajar kembali dan welcome to the class😉

    Salam semangat selalu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: