. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Belajar Menata, Mengelola, dan Memperbaiki!

on 2 March 2011

 

Pernahkah kau merasa kesal dengan dirimu sendiri? Mungkin ketika merasakan ada sesuatu dalam dirimu yang harus diubah tetapi belum juga bisa..

Kalau Nisa mah iya, kadang jadi jengkel sendiri.

* * *

Kalau tidak salah ingat, saat itu adalah suatu hari di semester pertamaku. Hari Sabtu, ibu saya datang ke Surabaya untuk memenuhi undangan dari kampus, musyawarah perihal pembayaran uang sumbangan yang biasa disebut IKOMA.

Pagi-pagi, dengan kecepatan prima, aku bersegera meluncur ke Stasiun Gubeng untuk menjemput beliau.

“Nis, ibu di Gubeng Lama..”

“Lhoh.. keliru, Bu. Mestinya lewat pintu yang satunya, aku nggak ngerti jalannya kalau lewat belakang..”

Walhasil pakai jurus tanya-tanya ke pak polisi dan sempat nyasar sebentar. Padahal sesimpel dan sedekat begitu ajaa…

Lalu kami berjumpa di Stasiun Gubeng Lama. Kucium tangannya dan kuajak ibu naik ke sepeda motor. Sekilas kulihat barang bawaan ibu begitu berat. Ibu membawakan satu kresek besar warna merah buah pisang😀 dan beberapa buah tangan lainnya. Subhanallah.. jauh-jauh naik kereta masih sempat bawa oleh-oleh untuk Nisa..

Kami pun berkendara menuju kontrakan saya terlebih dahulu, sebelum nantinya ke kampus.

~~~

Saat melewati daerah Pacar Keling….

“Priiitt..”, Pak Polisi menghadang motor yang kami kendarai, memaksa kami bertepi. Dan… Ouh, ternyata Nisa salah rambu-rambu dalam mengemudi. Semestinya pukul 06.00-09.00 pagi tidak boleh belok ke kanan..

“Biasanya saya kan juga lewat sini, enggak apa-apa tuh, Pak…”, protes Nisa.

“Gak boleh,  Mbak.. Ini masih belum jam 09.00. Anda melanggar pasal bla.. bla.. bla… Anda harus mengikuti sidang atau…”

Haih, aku paham logat ini. Pasti diberi opsi sidang atau bayar.

“Lha saya nggak ngerti lho, Pak… Memang bayar berapa, Pak?”

“Yah.. 50 ribu aja.”

“Gak bisa kurang, Pak?”, tanya saya ragu-ragu.

“Kalau Anda tidak mau ya… terserah.”

“Nggak apa deh, Pak.. Ini..”, tiba-tiba ibu saya menyodorkan selembar uang warna biru.

Ya Allah.. baru beberapa menit di Surabaya, ibu sudah direpotkan oleh anaknya ini..😥 Sungkan bercampur malu rasanya. Ibu pun sama sekali tidak marah.

Sesampainya di kontrakan, ibu mendapatiku belum sarapan. Dan saya lupa mengapa pagi itu tidak ada masakan (padahal biasanya kami masak lho).

“Sarapan dulu, Nis..”, kata ibu.

“Gak ada makanan i…”

“Gak punya mi instan? Susu sereal?”

“Enggak, Bu..”

Kemudian hujan deras basahi bumi kala itu.. Kamar saya sedikit bocor dan saya pun cuma bisa nyengir di depan ibu.

“Bu, mau beli makan juga hujan begini..”

“Jangan telat makan gini tho, Nis.. Dijaga kesehatannya. Kamu ini punya sakit magh lho.. kan sudah diajari sama ibu.”

“Owh.. aku punya ini. Srundeng yang bawa dari Malang dulu, masih enak kok. Ibu sudah makan?”

“Ha? Yang bawa dari rumah kemarin masih ada? Ibu sudah makan.. Oiya, ada air minum, Nis?”

“Bentar, Bu. Eitss… ternyata air galonnya habis, kosong. Belum beli..”, lagi-lagi saya cuma nyengir.

“Ndukk.. kok yo melas banget, tho… Minum ini aja deh..”, kata ibu nelangsa sambil mengeluarkan minuman jeruk botol.

Kami sempat ngobrol ngalor-ngidul sambil mengunggu hujan agak reda, membicarakan masalah-masalah yang sedang kami alami dan tak lupa kuperkenalkan ibu pada keluarga satu kontrakan yang lain. Ibu paham bahwa aku senang tinggal bersama dengan saudari-saudari ini.

“Oiya, Nis, nanti jangan lupa ya, pisang dibagi sama teman-teman dan dikasih ke ibu kontrakanmu.”

“Okee..”, jawabku ringan.

###

Dan hasilnya, ternyata Nisa tidak amanah. Nisa lupa tidak membagi pisang kepada ibu kontrakan. Sampai-sampai sisa buah pisang yang ada malah busuk… Padal jauh-jauh dibawakan sama ibu, malah mubadzir begini.

😥

Kejadian itu mungkin sudah setahun silam berlalu. Namun, tetap saja, saya selalu sedih kalau ingat-ingat kejadian itu.. Sedih bercampur kesal juga dengan diri sendiri.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku.. dan ibu memaafkan segala kesalahanku..

* * *

Aku sering sekali berpikir, pencapaian apa yang telah kuraih selama ini..? Karya apa yang sudah kuukir? Kebiasaan buruk apa yang sudah kuhilangkan? Ilmu apa yang sudah kuamalkan? Bagaimana kualitas amalan yang telah dikerjakan? Sudahkah kulakukan yang terbaik? Apa manfaat yang telah kuberikan pada orang lain? Kapan terakhir kali membuat ibu dan ayah tersenyum? Bagaimana keadaanku ketika berjumpa dengan Rabb-ku kelak?

. . .

Semoga Allah memberi kemudahan padaku supaya bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi, Amiin Yaa Robbal ‘alamiin.

Ayo, Nisa. Belajar menata, mengelola, dan memperbaiki! Bismillah..

 


35 responses to “Belajar Menata, Mengelola, dan Memperbaiki!

  1. orenjii says:

    cece….😀 kangen😀
    itu namanya kejadian yang gak ada habis-habisnya bermasalah dalam satu hari😀 padahal maunya kita kan ibuk ke sini kita menjamu dengan terbaik eh malah eh malah ahahhaha……….
    lain kali dipersiapkan dengan matang
    btw tentang makanan busuk klo ngekos memang begitu ya cc, banyak makanan tapi kadang tetap males makan bahkan gak ada waktu dan gak kepikiran makan, makanan jadi busuk😦 tapi kadang merasa super eman membhuang makanan yang telah busuk yang telah dibwakan ibuk jauh-jauh dari malang… (kering tempe ku masih ada buk….)

    Like

    • Nisa says:

      ceceeee ^_^ aku juga kangeeennn!!

      hyaaa begitulah ceceee… sampek mau nangis aku kalau inget-inget kejadian ituu😦

      super eman banget membuang makanan busuk yang dibawakan orang tua kita jauh-jauh dari Malang T_T

      *kering tempe? akuu maauuu😀

      Like

  2. pasti kamu sanguin ya,😀

    Like

  3. wi3nd says:

    AMIIN..

    pernah nis,aku juga sering mengalami itu..

    ibu tuch bener benar ya,emang dech ibu paling jempol,tiada duanya..

    btw pisangnya lcuu bener,bulet kecil kecil,montog😀

    Like

  4. an says:

    yuuk, revisi🙂

    Like

  5. sebisa mungkin kita harus meningkat dari waktu ke waktu, kalau sebaliknya berarti rugi dong…

    Like

  6. Agry says:

    Assalamualaikum Nisa..

    salam kenal dari Padang🙂
    amiin.. mari kita sama-sama belajar untuk jadi insan yang lebih baik..

    keep in touch ya Nisa..

    Like

  7. endra says:

    amiin……
    semoga perjalan ke depan kan selalu lebih baik lagi….

    Like

  8. wah itu mah cobaan pengendailan diri.. hahaha

    Like

  9. syukran..pagi ini di tegur lagi oleh tulisan dr kawan2

    Like

  10. adipras says:

    Nice blog….
    mantabs….ketika daun2 yang tadinya berserakan kemudian dikumpulkan akan menjadi sesuatu yang bermanfaat….slah satunya daun kelapa yang mampu menjadi atap rumah dan penghias panggung pengantin…smoga bisa saling memberikan manfaat…

    Like

  11. mamung says:

    karena hidup memang sebuah pencarian untuk menjadi pribadi yang lebih baik..
    mudah2an kita bisa bermanfaat bagi orang lain..

    ngomong2 itu foto pisang apaan ya nis..? bentuknya lucu ginuk ginuk hehe

    Like

  12. muslimmuda says:

    Mungkin Nisa baru pertama kali kos saat itu? Yah, gak apa2, kita bisa banyak belajar dari pengalaman. Jangan disandera oleh perasaan bersalah atas kejadian masa lalu, karena kita punya potensi menjadi lebih baik🙂

    Maaf kalo sok bijak🙂

    Like

    • Nisa says:

      nggak sok bijak kok, emang benar, sejenak saja menoleh ke belakang.. selanjutnya, berlari kencang ke depan sana🙂

      di sanalah ada tujuan ^^

      Like

  13. amin
    krena perjalanan kehidupan kita adalah belajar🙂

    Maaf baru nongol lagi sobat
    Baru update dan BW lagi nih daku
    Salam persohiblogan🙂

    Like

  14. Syah Alfaraby says:

    owalah . . pak polisi sekarang sudah pada ‘gila’ semua -,-
    mau lewat jalan ae kudu ada ‘jadwal’ e.

    itu gambar pisang e sungguhan?😀

    wih sayang toh Nis, eman pisang e :p

    “Mungkin ketika merasakan ada sesuatu dalam dirimu yang harus diubah tetapi belum juga bisa..”
    awalnya bisa, istiqomahnya yang ‘susah’ T.T

    Like

  15. Akhwat says:

    Ihiyrr….. hahaha
    tuh,, dengerin kata ibu ya nak..😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: