. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Momentum yang Mengingatkanku pada…

on 31 March 2011

“Menurut saya nggak harus pakai buka bersama juga nggak masalah, jadi jam 5 sore acaranya sudah bisa diakhiri dan segera pulang, kasihan yang perempuan kalau nanti malah kemalaman. Lagipula, pertimbangannya apa sih, kok njenengan tetap mempertahankan buka bersamanya? Toh, nanti mungkin kita cuma bisa menyediakan es kopyor dan kurma…”

Masya Allah.. Saya sungguh menyesal telah mengucapkan kata-kata semacam itu pada rapat panitia acara lalu. Sebuah acara sejenis penyambutan pengurus baru organisasi yang coba kami helat dengan balutan sedikit materi yang santai tapi serius dan menit-menit perekat ukhuwah serta kekompakan.

Kubu saudara-saudara bersikukuh ingin menambah agenda buka bersama saat itu. Padahal, para ladies sudah mumet memikirkan anggaran dana untuk konsumsi dan keperluan lain. Walhasil, melalui musyawarah, mereka berhasil meyakinkan saya bahwa buka bersama yang sederhana ini sungguh mengandung nilai kemanfaatan. Dan saya pun jadi turut bersemangat mempersiapkannya.

“Semoga dengan memberi makan orang yang berbuka, nantinya lebih berkah, Mbak..”

Serangkaian acara siang hingga sore itu pun bergulir begitu menggembirakan dan syahdu. Mengingat kendala-kendala saat mempersiapkan, menengok semangat adik-adik, merasakan indahnya ukhuwah islamiyah, dan yang paling unik adalah kerinduan pada Bulan Ramadhan yang mungkin menyelinap hadir pada hati teman-teman saat buka bersama.. ^^

Tentang Ramadhan, ruang memoriku pun kembali memutar apa yang tersimpan di dalamnya. Ramadhan tahun lalu, menjadi bulan yang kulalui tanpa persiapan yang baik. Tidak terpikir strategi yang matang untuk mengimbangi keriwehan agenda panitia pengkaderan yang dimulai pagi betul dan baru bisa istirahat di malam hari dalam kondisi “tepar”.

Saya pun kembali mengevaluasi, bagaimana kabar bulan-bulan yang telah kutapaki mulai ramadhan lalu hingga sekarang? Masihkah berkesinambungan, meningkat, atau menurun?

:’ (

Biar nurani yang menjawab.

Kini, yang terlintas adalah kerinduan-kerinduan pada bulan kesabaran tersebut. Saya tidak ingin kesalahan yang lalu kembali terulang. Saya tidak ingin nantinya terkejut-kejut dan terbirit-birit mengejar ketertinggalan kereta semangat ramadhan.

Momentum-momentum kecil yang menghadirkan kerinduan pada bulan yang penuh barokah ini jangan sampai berlalu tanpa kita sadari maknanya. Hingga akhirnya, semoga kerinduan itu merupakan awal dari persiapan-persiapan tuk berjumpa dengan bulan tersebut..

Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengannya dan kita bisa lakukan yang terbaik serta istiqomah. Amiin Yaa Robbal ‘alamiin..

^_^

*ps : Ahlan wa sahlan adik-adik, di keluarga ini🙂

 


17 responses to “Momentum yang Mengingatkanku pada…

  1. Galuh Lintang says:

    buka bersama memang terasa banget ukhuwahnya😀

    Like

  2. Demoffy says:

    amin. semoga mendapatkan yang terbaik..🙂

    Like

  3. langit11 says:

    assalamualaikum nisa,
    FKM Unair, ya..adikku kul di sana jg lo, kykny alumni DAI jg, tp dah lulus. nisa angk berapa?

    Like

    • Nisa says:

      wa’alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh mbak.. iya, saya FKM UNAIR angkatan 2009.. wah, kalau boleh tahu, siapa adiknya?😀

      Like

  4. phiy says:

    perempuan kalo mumet gitu ya. Suka jadi ga asik dan lupa sama situasi. Wajar nis:mrgreen:

    Saya pun kembali mengevaluasi, bagaimana kabar bulan-bulan yang telah kutapaki mulai ramadhan lalu hingga sekarang? Masihkah berkesinambungan, meningkat, atau menurun?

    *jleb*

    Like

  5. anla arinda says:

    aku sering pulang malem2 jalan sendirian mbak,
    dan alhamdulillah aman tentram damai😀

    kalo ramadhan mah malah banyak yang pulang malem, terutama karena nyari buka puasa gratisan di masjid. gratis ituuu indah , hehe:mrgreen:

    Like

    • Nisa says:

      alhamdulillah ^^ soalnya daerah sepi kadang rawan rin, mbak kontrakanku pernah jadi korban jambret😦

      hihii… PPT = para pencari takjil dong:mrgreen:

      Like

  6. Wati says:

    waktu kuliah dulu, tiap tahun selalu diadakan buka puasa bersama teman2 seangkatan…

    Like

  7. Salam persohiblogan
    Daku kembali menyapamu kawan
    Kembali ke dunia yang penuh persahabatan ini
    Rindu rasanya
    Ada puisi anget untukmu🙂

    Selalu ada kenangan dalam perjalanan kehidupan🙂

    Like

  8. ninil says:

    hasil evaluasi membuktikan bhw peserta sangat enjoy dg acara yg trakhir itu dan begitu berkesan, mengingatkan kita agar senantiasa mengingat bulan yg sangat ditunggu2 seluruh umat muslim di dunia.. apalagi ukhuwah itu semakin dalam dan erat… tidak bisa dipisahkan…. dan benarlah ketika mas’ulah KD berkata klo beliau terlebih dahulu mencintai DAI baru kemudian mencintai FKM,, dan sy tersadar ternyata sy serupa dengan beliau… Ukhibbukum fillah…

    Like

    • Nisa says:

      Aku pun juga begitu dik >_<. Rasanya cinta DAI dulu baru kemudian FKM, hihii.. *sempat ngerasa salah jurusan, sih…*

      Iya, dik. Ayo sering2 buka bersama =D

      Apapun itu lah, mari kita perbanyak momentum2 yang menghadirkan kerinduan pada Ramadhan.. :')

      hingga kita berjumpa ramadhan dalam keadaan SIAP ^^

      Like

  9. Asop says:

    Kalo para wanita bingung gimana pulangnya, atau takut kemaleman, ya pulangnya bareng2 dong.😀 Bukan ama lelaki, tapi ama temen2 wanita juga.🙂

    Like

    • Nisa says:

      hihiii… iya mas, tau sendiri kan kampus C unair, kalau malam udah gak ada Len..😀

      Lagian itu aslinya kayaknya mah gegara nisa semula males nyiapin makanan buat buka-nya >_<

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: