. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Pena Nuruzzaman

on 11 April 2011

“Mendaki gunung itu sulit, tapi BERTAHAN di puncaknya lebih sulit.

Berkontribusi itu penting, tapi menjaga untuk TETAP berkontibusi jauh lebih penting.

Berbuat baik itu SUSAH, tapi BERTAHAN dalam KEBAIKAN, sampai akhir hayat, jauh lebih susah.

Menanyakan kesediaan untuk bergabung dalam tim penulis dms janur 2011 : Apakah antum bersedia untuk TETAP berkontribusi, dan BERTAHAN dalam kebaikan? Karena tak ada yang pasti dalam perjalanan ke depan, selain KESUKARAN dan TANTANGAN… Bagaimana?”

Kurang lebih seperti itulah sms yang masuk siang itu. Pasti ini sms yang dikirim Mbak Auliya buat 6 prajurit barunya. Waduh.. dijawab gimana ini, batin saya. Saya pun teringat pada sebuah perbincangan yang sempat terselip di sela-sela kegiatan belajar di kelas.. Kasak-kusuk antara saya dan teman saya yang duduk selisisih satu bangku.

“Ada seleksi tim penulis lho dari UKMKI, tinggal mengisi formulir dan membuat artikel yang ditentukan. Ayo ikut, kamu kan pandai merangkai kata.”, ucapku padanya.

“Ah, iya. Tim untuk nulis buku itu ya? Nisa ikut?”, tanya dia.

“Ehm,, enggak tau. Aslinya pingin, sih.. Tapi belum buat artikelnya.”

“Aku juga. Tapi enggak ah, cuma diambil 6 orang dari satu universitas..”

“Iya ya..”

Seiring berjalan waktu, saya makin lupa dengan rencana turut serta dalam seleksi tersebut. Sampai akhirnya, hari pendaftaran dan pengiriman artikel sudah ditutup. Saya mundur, kalah sebelum berperang. Sempat merasa ’eman’ waktu itu, kenapa gak dicoba saja ya.. Duh, Nisa..

Lalu, suatu hari ada publikasi bahwa masih ada kesempatan untuk mengirim, sampai tanggal sekian. Waah.. jarang-jarang kesempatan datang dua kali. Tidak mau menyesal untuk kali kedua, maka dengan bekal seadanya saya putuskan untuk menjemput kesempatan itu.

“Yo wes lah, nulis sebisanya. Nanti malam pinjem modem buat ngirim email.”, pikir saya saat itu. Saya pun berimprovisasi gak jelas. Karena semakin jarang menulis, jemari saya benar-benar macet nggak ngerti mau nulis apa. Asal mengalir begitu saja dan jadilah sebuah tulisan sederhana yang panjangnya cuma satu seperempat halaman A4. Hyuuuuh, Nisaa.. >_<

~o0o~

Baru sekitar 1 bulan super team ini terbentuk, baru dalam hitungan hari disepakati “Pena Nuruzzaman” sebagai nama tim ini (Nuruzzaman adalah nama masid Universitas Airlangga). Nahh, meski masih baru seumur jagung, tetapi kalau saya lirik kalender, tidak lama lagi deadline sudah siap menyergap.

Entah seperti apa hasilnya nanti, kini biarkan kami punya cita-cita terlebih dahulu. Semoga kami berusaha sebaik yang kami bisa. Kalau pun nantinya belum berhasil melahirkan produk syiar yang memang masih cukup langka di kalangan kami, yakni buku. Ya, setidaknya.. kan telah berusaha ^_^v. Setidaknya ada keberanian untuk mengambil langkah kecil ini. Minimal ada pengalaman dan harapannya kelak bisa mengembangkan di tahun berikutnya, sambil melakukan pengkaderan untuk penerus tim penulis ini.

Sejauh prosesnya, saya merasakan tim ini cukup solid. Kini, tinggal penguatan dari internal saya sendiri. Saya mencoba menyingkirkan prasangka-prasangka buruk semisal bisikan, “kayaknya aku yang paling gak bisa nulis di tim ini”. Nah loh.. Yo weslah, Nisaa… Toh, sudah terlanjur menjadi bagian dalam keluarga kecil ini. Solusinya adalah : Jangan pernah enggan berlatih menulis. Oke, kutulis besar-besar dalam ruang semangatku.

Saya sadar bahwa momok terbesar dalam menulis ada dalam diri saya sendiri. Musuh yang bergentayangan semisal rasa minder, malas, geje, dan lain-lain harus dijauhkan sejauh-jauuuhnya. Paksa diri untuk melejit lebih tinggi lagi, Nduk. Padahal aslinya keinginan ini tidak muluk : Ingin bisa menulis, menuliskan apa pun asal dapat bermakna dan bermanfaat, menulis untuk kebaikan.. InsyaAllah..


13 responses to “Pena Nuruzzaman

  1. sing semangat mbak. eh,blog saya bukan yang itu tapi yang http://dalinsyi.wordpress.com/
    monggo mampir.🙂

    Like

  2. endra says:

    Semangat – semangat……
    kembali menulis….🙂

    Like

  3. ayooo
    semangat menulis🙂

    Like

  4. Srulz says:

    thinking positif dan positif….😀
    Jadi kembali semangat nulis lagi nih, setelah baca uneg uneg “njenengan” mbak… 😀

    Like

  5. Syah Alfaraby says:

    ayo semangat nis..😀
    masak udah capek” naik gunung mau turun -,-a

    Like

  6. yanrmhd says:

    semangat! do the best, bismillah..😉
    selama niat baik dan kerja keras masih dilakukan, keberhasilan pasti didapat…

    Like

  7. An says:

    ciee, jadi penulis beneran rek mbk Nisa.
    Semangat mbk nis! Pahalanya menulis insyAllah terus mengalir. . .

    Like

  8. fajarembun says:

    semoga selalu istiqomah dan bersemangat dalam berdakwah..:)

    Chaiya..*eh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: