. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Menapak juga di Tengaran…

on 17 July 2011

“… Dan Allah yang mempersatukan hati para hamba beriman. Jikapun kau nafkahkan perbendaharaan bumi seluruhnya untuk mengikat hati mereka, takkan bisa kau himpunkan hati mereka. Tetapi Allah-lah yang telah menyatupadukan mereka…” [QS. Al-Anfaal : 63]

* * *

.

“Dari RS. Kustati, dek Nisa naik angkot 01 (kuning). Setelah itu turun halte KERTEN. Dek nisa naik bis Solo-Semarang. Turun Tengaran, Pondok Al Irsyad.”

Mungkin sempat membuat geram mas’ul (pemimpin) perjalanan rombongan kami kala itu. Sempat pula mengkhawatirkan saudari-saudari yang lain. Nisa memisahkan diri dari rombongan, sejenak.. Untuk beberapa jam menemui seorang saudari yang menjadi pengajar di SMP IT Nurul Islam di Tengaran.

Dalam hati saya cuma senyam-senyum memandang sekitar dari dalam bis, melewati Kartosuro, Boyolali, Ampel, hingga lalui naik turunnya jalan menuju Tengaran. Tidak menyangka bisa mbolang begini. Sebuah perjalanan yang mungkin terlalu spontanitas.

Teruntuk semangkuk ukhuwah, tiada kata jauh dalam jarak jengkalan tanah..

Kabut pun turun di hirupan nafasku

Hawa cukup dingin hiasi mentari yang tak lagi nampak

Kini hangat dekapan ukhuwah yang mewarnai..

Ketika turun dari bis, seorang saudari telah menunggu di seberang jalan. Saya pun bersegera menghampirinya dan bertukar sapa.

“Ini beneran Dek Nisa?”

Begitulah saya cuma cengar-cengir dan sekejap kami sudah merasa akrab. Mbak Yulie, saudari saya ini langsung mengajak saya masuk ke dalam SMP IT, dalam suasana yang cukup dingin seperti di Malang. Saya bertemu dengan siswi-siswi kelas 7 yang sedang menjalani MOS di SMP IT Nurul Islam. Di sekolah ini, semua siswi wajib tinggal di asrama dan hanya boleh pulang kampung sebulan sekali.

Memasuki asrama para pengajar, saya dikenalkan dengan ustadzah-ustadzah muda yang ramah dan lucu. Subhanallah.. ^^ senang sekali bisa jumpa mereka. Meski sayang sekali hanya sekejap saja saya mampir di sana.

Meski berangkat sudah sore ditambah macet, lalu pulang dengan penantian bis yang cukup lama, apalagi saya hampir selalu mabuk darat alias pusing dan mual saat naik bis, ditambah deras hujan yang menjadi kawan. Perjalanan ini amat berkesan bagi saya.

“Ndak dibungkus, tapi ini buat Dek Nisa.. Meski nggak suka, dipakai aja ya..”

Wahh.. Nisa dikasih kerudung segi empat warna cokelat, warna kesukaan saudari saya ini. Jazakillah khoiron katsir..

Sebelum ke Stasiun Solo Jebres, saya sempat mampir ke rumah Mbak Yulie di daerah Surakarta. Si embak rupanya mengambil motor untuk mengantarkan saya ke stasiun. Lalu sambil menerjang rintik-rintik gerimis dan sempat hampir kehabisan bensin plus nggak begitu ngerti jalan, kami tetap melaju..

Alhamdulillah, saya kembali bertemu kedelapan saudara-saudari saya di stasiun, menanti Kereta Gaya Baru Malam menuju Surabaya kembali..

Mbak Yulie, Jazakillah atas segala-gala yang tidak bisa Nisa sebutkan satu per satu di sini. Afwan jiddan, mohon maaf bila banyak hal yang tidak berkenan dari tamu yang satu ini. Semoga esok kita bisa jumpa lagi dan semoga kelak kita berkumpul di surga-Nya.. Semangat menempuh lahan bercocok tanam masing-masing🙂, semoga senantiasa istiqomah di jalan-Nya.

“… dalam dekapan ukhuwah, begitulah kenikmatan berbagi

dengan umur yang fana, dengan kekayaan tak seberapa

mungkin saja banyak sesama yang bisa ikut bercahaya…

begitulah, dalam dekapan ukhuwah, berbagi adalah keajaiban…”

(Salim A. Fillah, DDU)


17 responses to “Menapak juga di Tengaran…

  1. fi says:

    Waduh ana dari tadi kebaca “Tangerang” #.# trnyata tengaran..^^’
    hehe, syukron postingannya ukh..

    Like

  2. subhanallah, akhirnya Allah pertemukan kita……
    afwan juga, meski mbak wong Solo tapi Kuper…… (kita sempat nanyain stasiun SOLO-JEBRES beberapa kali ke bapak parkir, sampai ma-mas yg di bengkel.
    Soale mbak belum tau tempatnya….. ^_^) tapi akhirnya ketemu juga stasiunnya…..

    tuh, ada Ustadz Luthfi (insancendekia) yang juga wong Solo…. Kok kemarin ga nanyain stasiun SOLO-JEBRES ke beliau yak….????

    Like

    • Nisa says:

      ^______^ alhamdulillah… Tiada yang patut kita rasa selain syukur nggih mbak🙂

      Hihiiii.. Mbolang beneran dehhhh ^^

      **kemarin gak kepikiran mbak, yang ada cuma bingung gimana biar cepet sampai, hehe.. lain kali ke Malang yok mbak😉

      Like

    • weleh..weleh, mbakYu bawa-bawa namaQu tah…
      Wong Solo yang ga’ nYolo-ii….
      masa badhe ke St Jebres ae mboten perso toh mbakYu..mbakYu….

      *mbakYu… ke Malang yuk……J-tim Prk…insyaallah..*

      Like

  3. Widi says:

    Subhanallah

    Like

  4. Subhanallah, sempitnya dunia tempat kita berpijak ya dhek…

    Like

  5. itu sendirian Sina?
    kayake seru tuh🙂

    Like

  6. syah.alfaraby says:

    Wah, itu sendirian Sina?
    tak liat di full map banyak banget daerah yang namanya mirip kayak disini🙂

    Like

  7. indahnya ukhuwah karena Allah,,
    smoga Allah memberkahi orang2 yg menyambung silaturahim..

    Like

  8. septarius says:

    ..
    wah seru nih, acara silaturahminya..^^
    untung gak nyasar..hehe..
    baru kali ini aku tau ada daerah bernama tengaran, mungin asal katanya dari tenger kali yah.. ^^
    ..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: