. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Jika Kelak..

on 11 August 2011

Mengamati hiruk pikuk pengunjung mall habiskan waktunya. Menukar rupiah dengan barang belanjaan atau koin di zona permainan. Ribuan trolly berhilir mudik menjemput item-item yang dibeli. Ada yang memang dibutuhkan, ada yang mungkin sekadar memuaskan keinginan.

Syaiful, Rizky, Ahmad, dan beberapa pemuda lain berhamburan menghampiri pengunjung mall tersebut dengan menyodorkan brosur. Bukan penawaran yang menarik, dari sudut pandang dunia. Para pemuda itu berusaha memperkenalkan program-program kemanusiaan persembahan dari sebuah lembaga amil zakat, tentu saja mereka juga menawarkan kepada pengunjung untuk menjadi donatur. Respon dari pengunjung beragam bentuknya. Ada yang memang sudah berdonasi di lembaga lain, tetapi ada yang sebelum dihampiri pun sudah menolak mentah-mentah. Mungkin para pemuda itu disangka peminta sumbangan.

Suatu hari Ahmad bertemu dengan pengunjung yang mengaku tidak bisa berinfaq karena sedang banyak kebutuhan. Lalu beberapa menit kemudian Ahmad sudah memergokinya berjalan dengan bejibun kantong belanjaan di tangan.

“Katanya ndak punya…”, kata Ahmad pada Rizky.

“Hehh.. Ayo berbaik sangka dulu. Bisa saja beliau berhutang untuk membeli itu semua. Lalu menjadikan barang-barang itu sebagai modal usaha atau berdagang..”

Kini Syaiful turut menimpali, “Ada yang katanya sudah jadi donatur di banyak lembaga.. Tapi ndak masalah kan kalau secara insidental juga infaq di sini..”

“Ayolahh.. Lagi-lagi kita utamakan berbaik sangka. Bisa jadi mereka memang sudah banyak memberi di luar sana. Sangat banyak, jauh melebihi kita. Dan saat ini barangkali lagi ndak bawa duit lebih..”

“Astaghfirullah.. iya ya. Ayo luruskan niat. Fokus kita di sini yang terpenting mengajak pada kebaikan ya.. Juga kalau bisa minimal kita bisa menjadi inspirasi teladan bagi penjaga lapak stand dagangan atau pegawai di sini, seperti mencontohkan sholat di awal waktu dan tilawah di tengah keriwehan mall.”, Luqman yang sedari tadi diam kini turut bicara.

“Bener banget, Bro. Kita juga perlu mengoreksi diri kita ini. Sudah tepatkah cara kita mengajak? Sudahkah kita menjalankan tugas kita sepenuh keikhlasan hati? Sudahkah kita doakan para muslim pengunjung mall ini?”, ujar Rizky.

Kini Ahmad membaringkan tubuhnya di atas lantai emperan mushola tempat mereka saling bertukar curhatan.

“Eh, Rek.. Jika kelak, kita sudah lulus kuliah dan bekerja.. Lalu hidup berkecukupan bahkan kaya raya, apakah kita masih ingat pada semangat-semangat berbagi, peduli pada sesama, aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan gitu ya.. Ataukah..”

“Ya Allah, jangan jadikan dunia sebagai tujuan akhir kami…”, Rizky yang paling melankolis tiba-tiba sudah meneteskan air matanya.

“Bismillah.. Semoga justru dengan itu, kita bisa menunaikan zakat maal, tunaikan haji, membangun lembaga non-profit untuk membantu saudara-saudara yang kurang mampu dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan lain-lain ya.. Semoga Allah menjauhkan kita dari fitnah duniawi.”

Segenap hati, pemuda-pemuda itu bersama-sama mengamini dengan takzim.

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yaang Kami berikan kepada mereka secar sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.” (QS. Ibrahim : 31)

.

p.s : Tulisan ini untuk megingatkan diri sendiri tuk tak pernah ragu dalam berbagi dan mendahulukan berbaik sangka kepada saudaranya. Ini cuma fiksi lho😀, maaf jika ada kesamaan nama tokoh.


11 responses to “Jika Kelak..

  1. tidak baik kita berburuk sangka terhadap oarang lain
    karena belum tentu diri kita benar .

    Like

  2. arif says:

    harapan yg sangat baik,jika kelak kaya bagaimana? karna tenti tidak semua orang siap kaya, bisa anugerah atau malah cobaan🙂

    Like

  3. wah,kalo ini seperti pengalaman saya tahun lalu dan saat ini🙂
    saya jadi teringat motivasi seorang penulis ketika saya meminta saran atas keluhan saya.

    “Orang boleh menolak tawaran kita… Orang boleh membenci kita… Orang boleh melawan kita… Tapi mereka TIDAK AKAN BERDAYA MENOLAK DOA DOA kita. Berdoalah selalu untuk kebaikan…”

    Like

  4. fi says:

    gambarnya so sweet.. hehe..

    syukron ukh ^^

    Like

  5. walaupun fiksi tapi mengena..
    yg pertama berbaik sangka dulu pada orang lain…

    Like

  6. Asop says:

    Berbaik sangka. Itu yang penting.🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: