. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Gramineae

on 24 October 2011


“Tapi tentunya tujuan utamaku tetap Mekkah dan Madinah. Impianku untuk mendapatkan beasiswa untuk ke sana. Sudah coba aku surati berbagai pemimpindan ulama besar baik di Sulawesi maupun Jawa untuk meminta sokongan beasiswa, tapi belum ada jawaban yang memuaskan. Kalaulah mereka tidak pernah menjawab sama sekali, juga tidak apa-apa. Aku sudah punya rencana cadangan. Baru saja aku membeli sebuah peta dunia. Peta itu sudah aku corat-coret dan garisi, untuk menanda rute dari Sulawesi ke Mekkah. Sungguh, kalau tiada jalan lain, tiada uang di tangan, aku akan tetap pergi ke Mekkah. Aku tinggal mengikuti rute yang aku coret di atas peta itu sedikit demi sedikit. Dengan berjalan kaki. Ya, berjalan kaki sampai ke Mekkah. Bukankah kata pepatah, setiap perjalanan panjang harus dimulai dengan langkah pertama?” [Surat Baso kepada Alif dalam Ranah 3 Warna halaman 35]

–Bagian favorit saya dalam novel tersebut ;)–

***

Lautan kerikil dan pasir beriringan dengan gramineae di sepanjang rute nasihat tadi pagi. Berharap gutasi, sambil pula menginginkan kering. Meski kan begitu terjal dan panjang, meski kini masih tiada mengerti. Satu hal yang pasti untuk kapas-kapas lembut sepanjang hari, teruntuk alunan pelan harmoni-harmoni rumit, terlebih untuk yang kan kau pikul bersama iltizam.

Masih saja mereka belum paham, bahwa gramineae di dekat mereka sedang mengokohkan akarnya. Lalu tumbuh dan…

Menjejak di bumi yang lain. Yakinlah, gramineae akan sepertinya; yang kan terus berjalan!


24 responses to “Gramineae

  1. hanis says:

    hehey, salah satu yang kusuka dari mb niva: tidak malu bertanya ;P

    Like

  2. rumahniefha says:

    gramineae tuh apa tah Nis?

    Like

  3. Dokter Anak says:

    salam kenal aja yaa..sukses sllu

    Like

  4. alamendah says:

    Nah yang repot itu kalau pengennya cepat sampai tapi melangkah saja gak mau.

    Like

  5. sakti says:

    gutasi itu apa ya?

    Like

  6. Sinna -.- saya belum kamu pinjemi.
    hehe,

    kalo yang ini, pernah dibahas sewaktu review N5M di acara Kick Andy kira” 2 tahun lalu. cukup lama, hehe. Disitu Bang Andy menanyakan langsung ke Baso (saya lupa nama aslinya, hhe). kalo tidak salah ingat saya begini pertanyaannya. “Di dalam buku ini anda dituliskan oleh Fuadi bahwa, bila tidak dapat beasiswa Anda akan nekat jalan Kaki dari Sulawesi hingga Mekkah . Apa anda ini Buta Peta Dunia?” sontak para penonton tertawa. Baso mengiyakan pertanyaan tadi. dari sini saya bener-bener terenyuh #alah .
    Saking Cintanya ingin kuliah di Mekah dan Madinah, sampai rela jalan kaki.
    Benar kata pepatah ” Cintamu terhadap sesuatu akan membuatmu Buta “

    Like

    • Nisa says:

      oke insyaAllah pekan ini aku pulang kampung, tak bawa in insyaAllah..

      Ndak cuma semangat perjuangannya terhadap ilmu, aku suka tokoh Baso karena ia berusaha dengan gigih menghafalkan al-qur’an..🙂

      dan Ahad pagi lalu kebetulan aku lagi dapet motivasi menghafal al-quran dari seorang ustadz pas ada kajian😀

      Like

    • hehe, i miss that point.
      dia juga hafal al-qur’an, trus otaknya encer pula . Subahanallah inikah ‘hadiah’ untuk orang yang hafiz ?

      wee,, bisa di share disini itu😀

      Like

      • nisa says:

        dan dia ingin kelak, di akhirat, kalau nggak salah.. jubah dari emas untuk orang tuanya, dari menghafal al-quran tersebut..🙂

        satu point lagi berarti, Baso berusaha menjadi anak yang berbakti dan bisa membahagiakan kedua orang tua..

        Like

    • lho? di dunia nyata orant tuanya Baso masih hidup .
      dalam acara Kick Andy, Baso juga bilang kalo buku N5M itu mau dia hadiahkan ke Orang Tuanya namun dia urungkan niatnya karena di buku N5M diceritakan orang tuanya sudah meninggal. hehe

      yap🙂

      Like

  7. Ahmad Alkadri says:

    Teman-teman saya sudah pada beli buku novel ini, tapi pas saya tanya ke mereka, “Gimana, bagus gak?” mereka selalu menjawab, “Bagusan yang Negeri 5 Menara.” Itu yang menahan saya dari membeli novel tersebut sampai sekarang, sebenarnya.

    Sebenarnya, mbak, apakah novelnya bagus? Ada reviewnya nggak?😛

    Like

    • Nisa says:

      kalau dibanding dengan sekuel pertamanya mungkin memang masih kalah kejutannya,, soalnya pas baca Negeri 5 Menara kan masih belum terpikir saingannya jadi berasa sangat unik. Lhah, pas baca Ranah 3 Warna kan ada pembandingnya tuh yang tidak lain adalah Negeri 5 Menara itu sendiri😀

      kalau menurut saya sih bagus😀 reviewnya banyak di blog2, hehe.. saya dulu pas baru beli (sekitar bulan Januari) pengennya ngreview, tapi berhubung novelnya dah dipinjam ke sana kemari, jadi ndak ada pegangan buat mereview dengan jelas jadinya gak jadi deh, hehe.. :p

      Like

  8. saya suka novel ini, tp blum selese dibaca

    Like

  9. rumahniefha says:

    sebenernya nggak ngerti, tapi suka🙂

    #aneh ya?
    ah nggak aneh kok.😛

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: