. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Menyongsong Dzulhijjah, Yuk.. ^_^

on 26 October 2011

Bismillah.. Saya akan menyampaikan beberapa ringkasan yang sempat tercatat dalam FBI (Forum Belajar Islam) oleh Ustadz Slamet Junaedi dari IKADI (Ikadan Dai Indonesia) di Masjid Nuruzzaman hari Selasa kemarin. Sekaligus semoga tulisan ini bisa melunasi iqob/hukuman buat saya akibat terlambat hadir dalam syuro kaderisasi pada Selasa pagi itu :p, hehe.. Namun, selain ringkasan dari FBI, saya tambahkan juga beberapa kutipan tulisan dari web voa-islam dan dakwatuna, yang insyaAllah bisa dipertanggungjawabkan..

Kawan-kawan, sadarkah bahwa kita kerap lupa, bahwa penanggalan Islam adalah menggunakan kalender hijriyah. Bahwa waktu bergulir begitu saja kemudian terkejut kala bulan Ramadhan sudah dekat. Iya, tidak? Padahal, bukan hanya bulan Ramadhan saja lho yang siap disambut keutamaannya.. ^__^

وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Demi fajar dan malam yang sepuluh” (QS. Al-Fajr : 1-2)

Imam al-Thabari dalam menafsirkan “Wa layaalin ‘asr” (Dan malam yang sepuluh), “Dia adalah malam-malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli ta’wil (ahli tafsir).” (Jaami’ al Bayan fi Ta’wil al-Qur’an: 7/514)

Penafsiran ini dikuatkan oleh Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini, “Dan malam-malam yang sepuluh, maksudnya: Sepuluh Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu ulama salaf dan khalaf.” (Ibnu Katsir: 4/535)

Ibnu Hajar berkata dalam kitabnya Fathul Bari, “Tampaknya sebab mengapa sepuluh hari Dzul Hijjah diistimewakan adalah karena pada hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya ibadah-ibadah utama, yaitu shalat, shaum (puasa), shadaqah, dan haji. Dan tidak ada selainnya waktu seperti itu.”

Para ulama menyatakan, “Sepuluh hari Dzul Hijjah adalah hari-hari yang paling utama, sedangkan malam-malam terakhir bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama.”

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud dan  Ibnu Majah).

Wow, besarnya keutamaan amal shaleh di sepuluh hari awal Dzulhijjah baru bisa dikalahkan orang yang mati syahid saat berjihad. Amal shaleh tersebut begitu luas, mulai dari  shalat, tilawah al-qur’an, shaum (puasa), shadaqah, berkurban, haji dan umroh, memperbanyak berdzikir, juga berbuat baik kepada sesama manusia, menuntut ilmu, dan lain-lain.

Puasa Arafah

Termasuk amal shaleh yang paling dianjurkan pada waktu ini adalah berpuasa pada hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), bagi yang tidak sedang melakukan ibadah haji, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam ketika ditanya tentang puasa pada hari ‘Arafah, beliau bersabda, “Aku berharap kepada Allah agar puasa ini menggugurkan dosa-dosa di tahun yang lalu dan tahun berikutnya.”. Maka, yuk catat di notes, HP, atau time schedule sebagai pengingat : puasa ‘Arafah.🙂

Berqurban

Tentang berqurban, saya mengutip dari tulisan di web dakwatuna (klik untuk selengkapnya).

Disyariatkannya qurban sebagai simbol pengorbanan hamba kepada Allah SWT, bentuk ketaatan kepada-Nya dan rasa syukur atas nikmat kehidupan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Hubungan rasa syukur atas nikmat kehidupan dengan berqurban yang berarti menyembelih binatang dapat dilihat dari dua sisi.

Pertama, bahwa penyembelihan binatang tersebut merupakan sarana memperluas hubungan baik terhadap kerabat, tetangga, tamu dan saudara sesama muslim. Semua itu merupakan fenomena kegembiraan dan rasa syukur atas nikmat Allah SWT kepada manusia, dan inilah bentuk pengungkapan nikmat yang dianjurkan dalam Islam:

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)” (QS Ad-Dhuhaa 11).

Kedua, sebagai bentuk pembenaran terhadap apa yang datang dari Allah SWT. Allah menciptakan binatang ternak itu adalah nikmat yang diperuntukkan bagi manusia, dan Allah mengizinkan manusia untuk menyembelih binatang ternak tersebut sebagai makanan bagi mereka. Bahkan penyembelihan ini merupakan salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Berqurban merupakan ibadah yang paling dicintai Allah SWT di hari Nahr, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dari ‘Aisyah RA. bahwa Nabi SAW bersabda:

“Tidaklah anak Adam beramal di hari Nahr yang paling dicintai Allah melebihi menumpahkan darah (berqurban). Qurban itu akan datang di hari Kiamat dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya darah akan cepat sampai di suatu tempat sebelum darah tersebut menetes ke bumi. Maka perbaikilah jiwa dengan berqurban”.

Subhanallah.. So, hayuk atuh kita berkurban🙂

Haji

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Hajj: 27-28)

Imam Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini menukil riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhuma,  “al-Ayyam al-Ma’lumat (hari-hari yang ditentukan) adalah hari-hari yang sepuluh.” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/239)

Lebih lengkap tentang haji, bisa diklik Fiqih Haji Bagian ke-1 tentang Haji dalam Al-Quran dan Sunnah, Fiqih Haji bagian ke-2 tentang Hukum, Fadhilah, dan Syarat Wajib Haji, serta Fiqih Haji Bagian ke-3 Tentang masalah-masalah penting ^__^v

Wallahu ‘alam. Semoga yang sedikit ini bisa kita petik manfaatnya baik di dunia dan di akhirat. Akhirul, mari ucapkan hamdalah, istighfar, dan songsong datangnya Dzulhijjah dengan semangat berlomba-lomba dalam kebajikan. Bismillah….


16 responses to “Menyongsong Dzulhijjah, Yuk.. ^_^

  1. baju wanita says:

    haiiii…salam persahabatan ya…

    Like

  2. […] saya haturkan permohonan maaf sebesar-besarnya, karena di postingan sebelumnya, saya menyampaikan perkataan ustadz bahwa puasa tanggal 8 Dzulhijjah masih diragukan hukumnya, […]

    Like

  3. semoga diberi rejekinya untuk berkurban.

    Like

  4. mauna says:

    smoga 10 hari pertama dzulhijjah bisa kita isi dengan banyak amalan termasuk menghidupkan malam2nya. amiin.
    besok udh 1dzulhijah ya

    Like

  5. fi says:

    wah..
    lebaran haji kapan ya mbak? @.@

    hiks2 semoga ALLAH melapangkan rizkiku, membantuku mengantar ayah dan ibu ke sana.. Aamiiin.. T___T

    Like

  6. semoga bisa menjalankan amalan2 di bulan dzulhijjah ini… aamiin

    Like

  7. Yuk kita berqurban, bukan berkorban…😀

    Like

  8. kunjungan perdana d wp ini, salam kenal🙂

    jng lupa baca ini Kisah Nyata tentang Penghormatan kepada Orang Tua

    Like

  9. dhila13 says:

    yuk kurban..😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: