. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Ketika Pena dan Foto Berbicara

on 26 November 2011

Hari pertama dari perhelatan “Pelatihan Jurnalistik dan Media Islam” yang diadakan oleh Tim Syiar Media Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam Universitas Airlangga (UKMKI UNAIR) Surabaya dan BP Jatim Puskomnas FSLDK tepatnya pada Sabtu, 26 November 2011 dari pukul 08.00-15.00 berlangsung penuh warna antusiasme dari para peserta. Acara pelatihan dengan tajuk tema “Warnai Dunia dengan Menulis” yang bertempat di Aula Student Center UNAIR ini mengajak para peserta yang berasal dari beragam fakultas di UNAIR ditambah seorang mahasiswa Universitas Surabaya (UBAYA) menikmati sajian ilmu tentang jurnalistik, foto jurnalistik, dan desain grafis.

Bersungguh-sungguh dalam setiap upaya membela agama Allah merupakan bagian dari jihad. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menulis. “Membaca dan menulis ibarat dua sisi uang koin. Jika salah satunya tidak ada, maka tiada berarti koin tersebut.”, ungkap M. Anwar Djaelani, M.Si, dosen STAIL Hidayatullah dalam penyampaian materi pertama pada acara tersebut.

Bermula dari sebuah pertanyaan, “Mengapa kita harus pandai menulis?”. Muncul tiga garis besar jawaban yang disampaikan oleh salah seorang peserta perempuan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR ditambah penguatan dari M. Anwar Djaelani, M.Si sendiri selaku pemateri. Yang pertama, bahwa perang pemikiran kini tumpah dengan semakin sengit, antara yang haq dengan yang bathil saling bertempur menempatkan diri dalam pengendapan pemikiran para konsumen media. Yang kedua, seseorang bisa ‘kekal’ dengan menulis, meskipun hal tersebut hanya merupakan salah satu dari efek sampingan menulis. Lalu point ketiga adalah sebagaimana perkataan Imam Syafi’I, “Ikatlah ilmu dengan menulisnya.”, maka menulis dapat mengikat ilmu dan mengasah keteraturan berpikir kita.

Berawal dari sebuah amanah yang diemban setiap mukmin dalam QS. Al-Imron 104, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”. Juga sebagaimana yang dijelaskan pada QS. Al-Imron 110, “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”. Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat 110 dengan membacanya dari potongan ayat paling belakang. Bahwa urutan perbuatan untuk menjadi umat yang terbaik adalah seseorang harus beriman kepada Allah, mencegah dari yang mungkar, dan menyuruh kepada yang makruf.

Pertanyaannya, mengapa mencegah dari yang mungkar lebih didahulukan daripada meyuruh kepada yang makruf? Karena dengan mencegah kemungkaran, seseorang bisa dibenci, dihina, diasingkan, dipenjara, bahkan dibunuh. Tantangan inilah yang harapannya dapat memicu semangat para kader dakwah untuk meng-counter tulisan-tulisan yang menentang agama Allah. Itulah point yang pertama, kita harus pandai menulis agar bisa membela agama Allah di tengah-tengah perang pemikiran yang semakin halus.

Menjelaskan point kedua, bahwa dengan menulis seseorang bisa ‘kekal’. M. Anwar Djaelani, M.Si ebuah tulisan dapat membuat seseorang bergerak atau berhenti dalam melakukan sesuatu. Karena di dalam tulisan yang baik, terkandung nilai hikmah, pelajaran, dan dapat dijadikan sabagai bahan diskusi, yang dengannya sang penulis akan mendapatkan pahala jariyah yang takkan terputus meski nafas sudah berhenti berhembus. Sebagaimana kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Ghazali, juga tafsir Al-Azhar Hamka yang masih dicetak hingga kini. Bahan bacaan pun juga berawal dari tulisan, maka jika tidak ada yang menulis, aktivitas membaca pun tentu tidak bisa dilakukan. Menjadi penulis pasti ‘kaya’ dan bisa kaya!

Dengan menulis, insyaAllah ilmu akan dapat dipahami dengan lebih baik. Sumber inspirasi dan energi untuk menulis itu kan terus mengalir, selama menulis diniatkan hanya karena Allah. Karena barangsiapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan memudahkan.

Usai brainstorming mengenai urgensi dan keutamaan menulis, pembahasan bergulir mengenai tips menulis dan susunan outline untuk menyusun sebuah artikel. M. Anwar Djaelani, M.Si tak pernah enggan membagi ilmunya, hingga beliau berharap agar pelatihan seperti ini tidak hanya berlangsung sekali ini saja, tetapi ada keberlanjutannya. Bahkan di akhir sesi, beliau memberikan penugasan kepada peserta pelatihan agar memposting liputan acara hari di blog atau mengirimkannya ke email.

Belum selesai pada perkara tulis-menulis. Pada materi kedua usai ISHOMA, Galih Pria Kusuma, fotografer yang sudah banyak berkecimpung di bidangnya, mengajarkan pada perserta mengenai bagaimana foto jurnalistik dibuat. “Selain bagus secara visual, yang lebih ditekankan dalam foto jurnalistik adalah semiotik, yakni pesan yang kuat. Foto jurnalistik berarti foto yang dapat menyajikan berita.”

Pada materi kedua ini, para peserta mendapatkan motivasi bahwa semua orang bisa memotret. Tak hanya itu, para peserta pun juga mempraktikkan langsung usai menerima penjelasan mengenai cara mengambil gambar berdasarkan komposisi, lighting, juga angle. Di akhir sesi, para peserta dibagi menjadi lima kelompok dan masing-masing kelompok mempresentasikan pesan yang disampaikan dari single frame yang telah mereka bidik dengan lensa kamera.

Kedua materi tersebut semoga dapat menggugah tangan dan kaki para peserta agar semakin bersemangat mengamalkan QS. Al-Alaq ayat 1, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptkan.” dan QS. Al-Qalam ayat 1, “Nun. Demi kalam dan apa yang mereka tulis.” InsyaAllah esok Ahad 27 November 2011 padepokan pelatihan ini juga masih akan berlangsung dengan full materi desain grafis. Semoga kesemua ilmu ini dapat bermanfaat dalam dakwah Islam ke depannya. Aamiin.


24 responses to “Ketika Pena dan Foto Berbicara

  1. Dan dengan uang pula kini degradasi aku sedang mencari kosakata yang lebih tidak sopan dari degradasi akhlaq sedang menghujam.

    Like

  2. yisha says:

    bagus kok🙂

    Like

  3. Kontraktor says:

    selamat tahun baru islam….

    salam kenal yah

    Like

  4. HaKim says:

    sepakat.. bahkan ada seorang teman dari filipino yang mengatakan:
    Apabila seseorang mengatakan dia berharga maka ia harus:
    1. Bisa berenang (biar kalo pesawat jatuh gak tenggelam)
    2. Menanam pohon
    3. Memiliki murid
    4. Menulis buku

    trims mengingatkan…. like this

    Like

  5. berkunjung sob..salam blogger
    sukses selalu yah..
    salam

    Like

  6. octana says:

    ditunggu tips dan trik tutorialnya media kemarin ya nisa🙂
    wah kapan bisa memotret ya *itu motivasi lanjutan tuk bisa beli kamera sendiri hehe

    Like

  7. redesya says:

    Nisa.. Happy Islamic Ney Year…🙂

    Like

  8. Tulisanmu makin lama makin bagus Sin😀

    pantesan kemarin update status surat Al-Qalam. hehe

    Like

  9. Ahmad Alkadri says:

    See the world with open mind, don’t forget where your heart is. Selamat menjadi jurnalis. Semoga sukses terus, banyaklah membaca, dan lihatlah langsung tempat-tempatnya, dengan mata kepala sendiri. Perkayalah ilmu😀

    Like

  10. sunarno2010 says:

    apa kabar nis, sudah siap jadi jurnalis belum?

    Like

  11. gak dapat info nih acara, jam 00 lebih🙂
    STAIL – Sekolah Tinggi Agama Islam Luqmanul Hakim, atau STAIL Hidayatullah🙂

    Keep Writing (halah… belum maksimal)

    Like

  12. Nisa says:

    T_T di balik postingan ini..

    Ini postingan yang belum jadi dan belum mengalami edit sana dan sini, sepertinya. Karena deadline sebelum jam 24.00, sementara saya baru bisa memulai mengerjakan sekitar pukul 22.00, maka jadilah mengebut begini.

    Kelupaan pula tidak minta softcopy dokumentasi dan softcopy materi dari panitia, jadi informasi yang ada seadanya..

    Hatur maaf ^__^, semoga tetap bisa bermanfaat, aamiin..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: