. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

25 Hari yang (Semoga) ‘kan Penuh Arti :)

on 28 December 2011

Tidak biasanya saya pulang ke kontrakan dengan langsung meluberkan kegalauan. Mumpung ada sesepuh, mbak yang sudah alumni.

“Pingin nangis aku mbak, tempat KKNku dipindah, yang sekarang pedalaman banget. Di Kecamatan Jrengik, Desa Asem Nonggal..”

“Wahh.. asik dong, kan sesuai dengan cita-cita sampeyan, berjuang di pedalaman..” (emang bener soal cita-cita ini, tapi. . . . )

“Emoohh.. Gak mauu.. Gak ada PDAM di sana, airnya pakai air sungai tadah hujan (intermiten). Satu kampung kamar mandi cuma satu di tempat pak RT, dipake bareng-bareng, mana pintunya bolong-bolong.. Horoorr…”

“Hhihi.. Emang udah survey, Dek?”

“Udah, temen-temen.. Terus mbak, jambannya juga cuma satu agak jauh terpisah sama kamar mandi tadi, mana penutupnya lho cuma setengah badan.. Horoorrr… !! Tadi aku liat fotonya di hape temenku, horror..”

“Waduh..”

“Aku bukan e gimana mbak, cuma khawatir.. Jika nanti gak bisa menjaga aurat.. Rawan banget.. Kelompokku juga laki-perempuan tinggal satu rumah soale.. Ntar kalau nyuci baju gimana? Mbayangin ke sungai pakai kaos kaki..”

“Bisa, Dek.. Pasti bisa.. Pokoknya harus ada barengnya, jangan sendirian..”

“Iya, mbak. Tadi aku dah janjian sama temenku biar kerja sama. Ntar mau bawa kain-kain juga buat nutupi pintu.”

Aku pun teringat bahwa ada kamar mandi di Puskesmas, lebih tertutup. Hanya saja, jika anak perempuan mau numpang di situ, harus ditemani istri dari bapak yang di puskesmas. Belum tentu kan ibu puskesmas stand by di puskesmas selama 24 jam.. Moga fasilitas di puskesmas ni bisa dioptimalkan.

“Tapi juga lho mbak.. aku sempat kepikiran sama ibadahku ntar.. Tadi aja pas kelompokan lho, adzan maghrib ndak dihiraukan.. yang ngakunya Islam pun belum tentu sholat..”

“Yo temen-temennya diingatkan, Dek..”

“Sudah tak ingatkan lho mbak.. Malah di antara belasan anak di kelompokku, yang berkoar-koar untuk ngajak sholat cuma aku..”

“Wah, bisa-bisa kamu dipanggil bu haji, Dek.. Kayak mbak dulu pas KKN dijuluki bu haji. Hehe..”

“Emmooh.. Gak mau..”

Ini masalah serius bagiku. Kenapa saat itu mbak di kontrakan masih aja cengar-cengir pas kuceritain, deuuhh..

~o0o~

Sudah cukup. Itu keluhanku kemarin. Setelah kurenungi dan kuresapi.. Mungkin Allah punya rencana tersendiri untuk Nisa. Aku sedang diuji….

Kenapa sekian hari energiku tersita hanya untuk memikirkan kekhawatiran karena serba tidak kondusifnya kondisi?? Allah menganugerahkan hati, akal pikiran, serta daya upaya untuk menyelesaikan masalah, Nisa.. Di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Jangan khawatir, dan jangan pula bersedih hati. Berdoa, berusaha, dan bertawakal.. Aku sedang belajar tentang itu.

Perkara mensiasati kamar mandi, jamban, cuci baju, juga mengkondisikan sholat tidak boleh menjadi benturan dan batu sandung. Ayolah, Nisa.. Bersegera fokus pada program kerja, desa tersebut belum punya penyediaan air bersih yang adekuat (air di sana keruh), belum tahu bagaimana upaya-upaya sanitasi, belum mengerti bagaimana memanfaatka pelayanan kesehatan. Pekerjaan mereka sebagian besar buruh tani, sebagian kecil buruh tambak. Anak-anak mereka, mungkin kelas 5 SD baru terbata-bata mengeja Bahasa Indonesia. Sekolah setingkat SMA saja tidak ada di sana.. Selebihnya, karena tidak ikut survey aku kurang mengetahui kondisi lapangan.. Kepikiran juga, bagaimana aqidah warga di sana? Semoga sudah lurus.

Tentang super team yang beraneka warna, mungkin ini juga saatku belajar bekerja sama. Tidak hanya bisa bekerja tim dengan sesama anak kerohanian Islam yang sudah satu fikroh, sebagaimana tim program kerja yang biasa di kampus.. Tapi dengan semua orang.. Semoga juga bisa kuperkenalkan keilmuan kesehatan masyarakat kepada teman-teman lintas fakultas. Moga ilmu yang diperoleh bisa diamalkan.

Ya Allah, yassirlanaa umuuronaa.. wa laa tu’assir ‘alainaa..

25 hari nanti, semoga mejadi pelajaran yang berarti.. Aamiin..

* * *

Jadi.. Apa saja rencana yang kau puya, Nisa?🙂

. . . . . . . . . . . . . . . .  entahlah, minimal hatiku lapang dan niatku lurus terlebih dahulu. Sungguh, rencana yang lain belum matang T_T good luck, nduk!


7 responses to “25 Hari yang (Semoga) ‘kan Penuh Arti :)

  1. duniaku says:

    pembahasannya sangat menarik

    salam kenal min!!!

    Like

  2. Mila says:

    amin untuk doa terakhirnya mbak🙂

    semoga dilancarkan untuk 25 hari kedepan ya🙂

    Like

  3. baju muslim says:

    haiii…salam kenal slalu…sukses yaa

    Like

  4. asslakum cc….
    wah semakin idealis saja, smoga cc bisa beradaptasi dengan bermacam-macam orang dan lingkungan di sana, setiap orang pasti punya lingkungan favorit tapi setiap kejadian, lingkungan, dan orang pasti mengajarkan sesuatu pada kita, jadi tinggal mencari-mencari sisi positif… perbedaan memang jelas terpampang tapi semoga tidak dipermasalahkan klo nanti mikirnya susah aja gak dapet hikmahnya lo ntar

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: