. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Kronologis yang Patut Dikoreksi ^^a

on 3 March 2012

Senin malam (27/02/12), sekitar ba’da Isya di daerah Sepanjang, Sidoarjo. Lubang di jalan tersebut tidak lebar dan dalam, biasa-biasa saja. Motor yang melaluinya pun tidak dengan kecepatan tinggi. Entah terkejut atau bagaimana, yang jelas penumpang yang dibonceng jatuh tanpa menyadari bagaimana posisinya.

Yang membonceng pun makin terkejut waktu melirik teman yang diboncengnya sudah tak ada lagi di bangku sepeda motor.

“Lhoh, Nisa manaa?”

Saudariku Sukeng pun langsung berbalik arah dan mendapatiku sudah dalam keadaan kejang-kejang tidak sadarkan diri di atas aspal, menyeramkan..

Ya Allah, semoga tidak keburu meninggal, pikir kawan saya tersebut.

Akhirnya saya dipinggirkan dan dengan bantuan warga masyarakat saya dibawa ke emperan rumah seorang warga. Masih dengan tak sadarkan diri, meracau tidak jelas. Namun, perlahan kejang-kejang sudah terhenti.

Dek Romi dan Dek Bagus yang tadinya mengendara motor di depan kami akhirnya tiba juga di lokasi pertolongan pertama, mereka khawatir, kata Sukeng. Saudariku yang lain yang berada di Surabaya, Ema namanya. Punya list nomor telpon taxi-taxi. Maka Ema dihubungi oleh kawan-kawan saya untuk menelponkan taxi agar dapat segera mengevakuasi saya ke rumah sakit terdekat.

Satu jam berlalu, taxi baru datang. Saya pun dilarikan ke RS Siti Khadijah yang ternyata letaknya dekat sekali. Kata Sukeng, ongkos taxi cuma habis enam ribu, padahal begitu membuka pintu taxi tagihannya sudah lima ribu. Dan ternyata bapak supir taxi sepertinya sudah biasa menangani penumpang pasien kecelakaan.

“Sudah muntah belum temannya? Coba ditanya, dia masih inget namanya atau nggak?”, begitu kira-kira kata pak sopir pada kawan saya.

Dan benar, sambil sedikit-sedikit agak sadar, masih dengan pandangan mata yang gelap dan mati rasa di kepala. Saya muntah di taxi ketika akan turun ke petak lokasi rumah sakit. Muntah dengan kondisi masih setengah sadar.

Dalam sebuah bilik bertirai hijau, dengan mata teramat berat..

“Ditunggu dulu selama dua jam ya, Mbak.. Dilihat reaksinya sebelum diberi obat..”, kali ini saya cukup bisa menangkap suara dari petugas kesehatan yang ada.

Dalam bilik hijau, saya hanya ditemani saudariku tersebut. Dek Romi dan Dek Bagus menunggu di luar entah di bagian mana dari rumah sakit ini, yang kutahu mereka membelikan saya roti tawar dan teh manis hangat.

Saya masih setengah terpejam dengan kepala sangat pening. Sukeng mencoba mencari nomer hape kakak kandung saya yang tinggal di Surabaya agar bisa meminta bantuan, caranya dengan menghubungi Devi teman sekontrakan saya. Agar Devi menelpon ibuku dan menanyakan berapa nomer hape kakak. Sayangnya, alasan Devi bertanya tersebut mengundang kecurigaan pada ibu. Selain karena Devi belum tahu kondisi, ia masih berusaha menjaga hati ibu dari kekhawatiran akan anaknya.

“Buat apa tanya nomor kakaknya Nisa?”

“Eng.. Siapa tahu Nisa pulangnya kemalaman..”

“Lhoh, emang Nisa ke mana..?”

Ibu mencoba meng-kroscek dengan menelpon kakakku.

“Lagi di mana, Nas?”

“Lagi di toko, Bu.. Kenapa?”

“Lagi sama adekmu ta?”

“Enggak..”

Wah, ibu makin menemukan keganjilan. Komunikasi antara temannya Nisa dan kakak tidak sinkron.

Melihatku sudah bisa diajak berbicara, Sukeng menanyakan berapa pin simcardku, “1234”, jawabku singkat dan pelan. Sukeng berhasil menghubungi hape kakak!

Kakak dan temannya yang bernama Mas Bayu pun meluncur ke RS Siti Khadijah dengan Katana warna putih.

Ibuku yang daritadi sudah curiga pun akhirnya menebak-nebak, sekali membidik tetapi tepat sasaran.

“Devi, memang Nisa di rumah sakit mana?”

Di tengah komunikasi singkat via HP yang makin ruwet alurnya, dengan pertanyaan semacam itu maka Devi mengira ibuku sudah tahu apa yeng terjadi.

“Oh.. Di rumah sakit Siti Khadijah Sidoarjo, Bu..”

Get it! Ibu saya akhirnya tahu bahwa ada apa-apa yang terjadi pada anaknya.

* * *

Sekian puluh menit berlalu, kakak saya dan Mas Bayu pun sampai juga di lokasi.

“Anas, gimana kondisi adekmu?”, tanya ibu di telpon.

“Sebentar masih konfirmasi dengan dokternya.”, kakak hanya menjawab singkat tanpa memberi tahu bahwa saya habis jatuh dari sepeda motor.

“Gimana kondisi Nisa?”, tanya ibu pada saudari Sukeng yang daritadi menemani saya.

“Muntah-muntah, Bu..”, Sukeng pun hanya menyampaikan kondisi yang sepotong karena ‘diminta’ bungkam terlebih dahulu oleh kakak saya, hmm… kakak emang punya kebiasaan begitu. Menyembunyikan kondisi sakit kami pada ibu dan baru menyampaikannya saat kondisi sudah agak reda.

Kakak sudah berhasil mengurus obat-obatan dan membantuku menguntalnya. Alhamdulillah.. mataku sudah bisa melihat dengan lebih jelas.

“Dicoba duduk ya, Mbak.. Kalau bisa duduk boleh pulang. Kalau gak bisa duduk harus menginap di sini..”

Sekuat tenaga saya kerahkan untuk sekadar duduk. Alhamdulillah… bisa duduk..!! (Teringat pasien di bilik sebelah kanan saya telah dicerabut oleh Allah malam itu, Ya Rabb.. Kau masih memberiku kesempatan menjemput taubat dan amalan..). Meski beberapa detik usai dokter pergi, saya kembali merebah.

Malam itu pun kami pulang. Dengan mataku yang masih berat karena efek obat penenang.. Dan saya pun mengawali semester enam ini dengan tidak masuk kuliah selama 4 hari.. ^___^ Bayangkan, berapa praktikum yang tertinggal.. Semoga praktikumnya tidak ada ketentuan harus 100% kehadiran… Amin Yaa Rabbal ‘alamiin…

Saya pun rehat sejenak di Malang, rumah yang menyisakan banyak perenungan selama beberapa hari ini… :’)

— Surabaya, 3 Maret 2012. Hari pertama kembali ke Negara api, bumi rantauku… Bismillah..—

* * *

Ps : Jawil Ukh Sukeng Tyas Sari, kronologis kejadiannya bener gak yaa.. ^^a Nisa hanya menggabung-gabungkan potongan cerita dari mulut ke mulut yang terserak, kondisi kala itu tidak sadar..

.

Ya Allah, betapa nikmat-Mu luas tak terhitung.. Betapa berserak hikmah di sekitar kita yang kudu dipetik, secermat mungkin..

___ Eh, postingan saya Maret dua tahun yang lalu juga tentang berkendara lho.. gak sengaja tadi pas lihat-lihat tulisan jaman dulu, eh..disambung-sambungin sekalian yah🙂


15 responses to “Kronologis yang Patut Dikoreksi ^^a

  1. langit11 says:

    sudah baikan nisa?
    mg ga jadi enggan naik motor lg🙂

    Like

  2. sekarang sudah sembuh kan mbak?😀
    gak ngebayangin deh jatuh dari motor

    Like

  3. dokter anak says:

    nice posting…

    Like

  4. octana says:

    Rindu saudariku, tempat berkeluh kesah mengenai amanah, berjalan bersama mengecharge ruh tiap minggu nya rindu nisa😦 cepet sembuh nisaa

    Like

  5. Ya Allah.. sinna…. udah sehat kah kamu? serem nian nih….
    huhuhuhu.. jadi ingin menjenguk aku… pengen tak telpon…
    udah ws g usah naek speda-speda an lagi…
    klo naek speda doa dulu yang banyak :< :<
    gitu masih pake acara mengelabuhi orang tua
    huhuhu.. udah gpp t?

    Like

  6. ngeri baca beritanya.
    haduh,saya jadi merasa ndak enak.
    ndak nyangka jika pulangnya seperti itu.

    Like

  7. Innalilaahii..
    musibah seperti ini bisa saja terjadi pada semua orang…
    cepat sembuh yaa. syafakillaah..

    Like

  8. Mudah2an tak terulang lagi kejadian itu ya …😦
    Yah, pasti ada hikmahnya🙂

    Like

  9. Asop says:

    Ini beneran?
    Kok mistis…😦

    Dan maap, kalo soal mistis, saya nggak begitu percaya..😦
    Tapi saya tetap mendoakan kamu, semoga sehat selalu dan cepat pulih.🙂

    Like

    • Nisa says:

      sebagai seorang muslim memang tidak boleh percaya yang begituan, saya juga gak percaya kok🙂 itu saya cuma ngetik cerita dari warga aja

      Like

  10. Innalillah….
    smoga lekas pulih kembali😀

    Like

  11. oomguru says:

    jatuh kejang-kejang…. apa ada hubunganya sama mistis?
    hhmmm…. (^.^”)?

    Like

  12. sunarno2010 says:

    sudah baikan kan Nis? alhamdulillah kalau sudah, jika belum saya doakan syafakillah

    Like

  13. Bintang G. says:

    Waw waw waw…😄

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: