. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Berteduh di Taman Hati #1

on 23 March 2012

Bismillah.. Apa kabar sohiblog? ^^ Lama nian tak bersua, moga tetap semangat ya..

Hem… Jika pada 3 Maret lalu saya menulis postingan tentang kronologis kecelakaan dan sudah kembali lagi ke lajur perjuangan di Surabaya, ternyata pagi keesokan harinya yakni Ahad 4 Maret, kepala saya sakit tidak karuan disertai mual. Sejak pagi hingga siang tak kunjung reda, hingga saya diajak kakak dan bulik ke UGD sebuah Rumah Sakit. Penanganan hanya rawat jalan, “Besok atau lusa ke sini lagi ya..”, kata dokter.

Untuk sementara saya pun tinggal di rumah Paklik di daerah Klampis Ngasem. Ahad Maghrib bapak saya datang dari Malang dengan penuh senyuman, meski kutahu lelah yang beliau rasa, padahal baru saja kemarin sudah jauh-jauh juga menemani saya balik ke Surabaya. Hingga Senin, sepanjang hari sakit kepala tak terdefinisikan dan mual belum juga berkurang, saya hampir ngeyel minta ke dokter hari itu juga, ternyata jadwal Poli Bedah Syaraf hanya Selasa dan Kamis. Bapak tiada lelah menenangkan dan mengingatkan, “Dipakai Dzikir, Nis…”

Selasa pagi, sekitar pukul 07.15. Saya dan bapak naik becak ke RS, akhirnya di sana saya CT Scan kepala. Malamnya 6 orang sahabat satu kontrakan saya menjenguk ke rumah paklik, malam yang ceria meski sakit kepala masih nyut-nyutan. Esoknya pada hari Rabu, kami kembali ke RS berharap bisa bertemu dokter, sayangnya hari ini jelas tutup, Dokter Bedah Plastik yang bertugas hari itu. Maka kami pun hanya mengambil hasi CT Scan dan hasil tes darah. Hasil pembacaan CT Scan menunjukkan bahwa mungkin ada infark sub acute frontal kiri.

Pada Rabu tersebut, ada salam dari 88 orang teman sekelas, beberapa di antaranya juga menjenguk pada malam hari. Usai mereka pulang, saya malah muntah dan hampir tidak bisa tidur hingga pagi. Sakit di kepala rasanya makin mencengkram ditambah perut kosong yang memang beberapa hari ini sangat sulit dimasuki makanan apapun, sekalipun teman-teman membawakan biskuit-biskuit favorit saya. Tidur sekejap-sekejap, kasihan bapak yang jadi ikutan terjaga sambil menenangkan. “Dzikir, Nis…”, bapak terus mengingatkan.. Juga kakak kandung saya yang berhari-hari turut menemani di sela kesibukannya (hamasah tugas akhirnya, Kak!).

Esoknya, Kamis yang makin tepar. Menunggu dokter Bedah Syaraf dari pukul 07.30 hingga berjam-jam tak kunjung juga datang, rasa sakit makin tidak terdefinisi. Dokter Bedah Plastik akhirnya turun tangan, saya diminta opname. Siang itu juga jarum dan selang dipasang, infus di tangan kanan. Jumat bapak kembali ke Malang dan digantikan oleh ibu hingga beberapa hari ke depannya. Ibu yang semenjak beberapa hari lalu menyembunyikan air mata, yang selalu tampak tegar dan kuat di depanku…

“Mau disetelkan murrotal, Nis?”, kata ibu jika melihatku ‘gelibegan’ tidak bisa terpejam karena sakit kepala yang berdenyut. Lantunan Al-Baqarah pun mengalun, dari HP ibu yang kuletakkan di bawah atau di samping bantal.

Ibu dan bapak telaten sekali merawat ketika saya sakit. Saya merasa seperti anak kecil yang terperangkap dalam diri seorang dewasa berusia 20 tahun-an.

Dalam senyap dan jauh dari hiruk pikuk aktivitas, pikiranku melintas ke sana kemari berloncatan layaknya percik kembang api yang meletup di langit. Dalam semesta fikir dan dzikir..

Betapa tiada nikmat Allah yang tiada bisa didustakan. Mungkin banyak moment dengan sahabat-sahabat kampus yang terlewatkan, mulai dari kuliah musyawarah kerja, , hingga outbond dan rame-rame ke undangan walimah. Namun, di balik itu semua, berdesakan hikmah dan pelajaran yang membekas. Berjejal persaudaraan dan persahabatan karena Allah terasa makin kental. Tiada yang patut tercurah kecuali sebanyak-banyak bersyukur pada-Nya.. Alhamdulillahirobbil ‘alamiin..🙂

Sepucuk doaku.. Semoga baik dalam sehat dan sakit, kondisi apa pun di luar itu, tiada lalai kepada-Nya..

**bersambung, insyaAllah


14 responses to “Berteduh di Taman Hati #1

  1. achmad_chabib says:

    assalamu’alaikum.
    Terus gimana sekarang ukh? Masih sakit kah???
    Lekas diberi sehat, lekas merasakan nikmat sehabis sakit.😀
    Ditunggu jg kunjung baliknya.😀

    Like

  2. dokter anak says:

    bagus ceritanya…semoga cepat sembuh ya…

    Like

  3. meytasari says:

    nisaa😦
    cepet sembuh ya nduk..
    afwan blum bisa jenguk..
    skrg udah kuliah lagi kah?

    Like

  4. sekarang sudah kembali beraktivitas kan mbak? lah, ini udah bisa nge-blog😀
    jika sakit semoga diberikan kesabaran untuk menggugurkan dosa-dosa

    Like

  5. sunarno2010 says:

    dah sembuh Nis? aku hanya bisa kirim doa syafakillah

    Like

  6. sekarang sudah sembuh betul toh ?🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: