. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Prajurit Tikus

on 11 April 2012

“Ciaatt..! Sudah jam malam. Waktunya kita beraksi!”, kata seorang tikus berbadan endut.

“Sipp sip, siang atau sore mah juga gak masalah sekarang.. Jam terbang kita semakin tinggi, Bro!”, jawab tikus yang agak kecil, sambil berloncatan memamerkan kelincahannya.

“Iya, kita udah makin ahli menyelinap, hohoohoo… Ada mbak-mbak pun kagak takuut..”, sahut tikus paling kecil sambil unjuk salto.

“Cihuy cihuyy..”

“Oh, tidak! Jendela kamar Mbak Nisa sudah dipasangi jaring-jaring kawat!”

“Ssstt… Tenang, Sist.. Kayu jendelanya masih ada celah, kita koyak jarring-jaring kawatnya.. Bismillah, pasti bisa!”

“Serbuu..!”

Dan jejaring kawat pun berlubang! T__T masangnya susah-susah.. Selang waktu kemudian, kami memanggil Pak Tukang untuk membetulkan jendela dan pintu yang kayunya pernah dikrikiti para tetikus. Alhamdulillah, satu pintu tertutup!

Malam berikutnya..

“Hah? Jendela kamar semakin sulit ditembus!”

“Laa tahzan. Never give up! Masih ada pintu di dekat jemuran yang bisa kita kerat kayunya ^__^!”

Setiap malam selama beberapa hari pun para prajurit tikus mengerat pintu yang berada di dekat jemuran. Bahkan ketika kami sedang belajar atau beraktivitas di ruang di balik pintu, dengan PD-nya aksi menjebol pintu tiada kenal lelah diperjuangkan! Sampai-sampai kami lelah mengusir mereka, berulang kali balik lagi..

Dan pintu pun tak lagi rapat memenuhi bingkai pintu. Sudut bawahnya sudah tidak utuh, menjadi celah yang bisa dimasuki tikus ukuran apa pun. Lubang sekecil itu.. Bisa dilewati tikus yang jumbo..

Subhanallah..

 “Never give up.. Never give up ^__^/”, sorak sorai para prajurit tikus.

“Ayoo bermain di peralatan dapurr..!! Asyik asyikk..”

“Sstt.. Ada buah pir di atas tasnya Mbak Nisa. Ini kan dibawakan jauh-jauh sama ibunya dari Malang. Pasti orangnya lupa gak segera dimakan, daripada mubadzir, yuk diserbu duluan.. Hmm.. enak enak enak.. Mbak Nisa sih suka lupaa..!!”, kata si tikus bertubuh endut.

~oOo~

Tahun ketiga menghuni “Najmun Nisa”, sebuah kontrakan sederhana di sebuah kelurahan area timur Kota Surabaya. ^__^ #muhasabah.

Nb : Tikus di sini tikus beneran lho,, bukan sebuah perumpamaan😀, hanya dialog antar tikusnya yang ngarang, hehe..


13 responses to “Prajurit Tikus

  1. salam kenal slalu yaaaa…kayanya mesti bongkar2 kamar deh biar tikus2nya pada lari…hehehhe…:P

    Like

  2. aisyah says:

    haha kalo kontrakan saya alhamdulillah g ada prajurit tikus tapi klo lemarinya ga dipantau, biasanya habis dimakan rayap (-,-)a

    Like

  3. sleepwithria says:

    tikus memang makluk yang pantang menyerah, kucing tidak akan berdaya melawannya

    Like

  4. ketikanjari says:

    lucu, senyum sendiri bacanya
    suka ceritanya😀

    Like

  5. hehehehe… tikusnya tadi malm juga makan pop bihun 1mangkok euy…
    subhanallah tikus sdah mulai Percaya diri menampak diri dimuka umum… hehehehe😀

    Like

  6. haha…gak jauh beda sama Shofuro (kontrakan saya)
    perlu dicontoh nih, sikap pantang menyerahnya si tikus😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: