. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Kematian adalah Nasihat..

on 29 April 2012

(Gambar diambil dari blog Ahsinmuslim)

Rombongan kami yang sedang bertakziyah duduk melingkar memenuhi ruang tengah rumah ini. Sambil menunggu ibunya keluar dari kamar hingga kami bisa berpamitan pulang, anak-anak dari almarhum ayahandanya bercerita dan memberi kami taujih..

“Sebelumnya, ayah saya tidak sakit apa-apa, yah memang kematian tidak ada kaitannya dengan sakit. Setelah ayah saya tiada, secara otomatis saya akan merangkai sebanyak-banyaknya kenangan tentang saya dan ayah. Kemudian menyusunnya menjadi puzzle, hanya saja menjadi puzzle yang tidak utuh. Tidak utuh dalam artian, kebahagiaan. Saya merasa belum bisa memberikan kebahagiaan pada beliau.. Maka, bagi teman-teman yang masih memiliki kedua orang tua, bahagiakanlah mereka.. Jika pun mereka telah pergi, jangan pernah berhenti untuk mendoakannya.. Sudah satu tahun Pi (panggilan dari kakak untuk ayah) mengaji di masjid, sepulang dari mengaji beliau biasanya mengajak keluarganya untuk berdiskusi, menyampaikan ilmunya..”

“Kami sudah biasa adu pendapat, tapi hari ini berbeda, Papa (panggilan untuk ayah dari adik) minta maaf saat diskusi. Papa kan orang Sumatera, orang sana punya gaya berbicara yang berbeda karena terkesan lebih keras. Saat beradu pendapat, tiba-tiba Papa mengakhirinya dengan minta maaf lalu pergi mengambil wudhu. Itu yang beliau lakukan agar dalam berdiskusi tidak disusupi setan. Usai berwudhu, beliau melihat seseorang pria dengan surban di belakang, papa lalu berseru, astagfirullah… Saat itu saya tidak mengangap adanya keganjilan atau apa, tidak ada yang aneh, barangkali saja itu jin. Lalu Papa ke kamar untuk sholat, tiba-tiba dari dalam kamar saya mendengar teriakan astaghfirullah dari suara papa. Begitu saya periksa ke dalam kamar, rupanya beliau sudah terbaring di atas kasur lipat.. Saya dan mama berusaha untuk tidak panik, kepanikan kami hanya akan membuat papa sedih, lalu kami pun membawa beliau ke rumah sakit..”, sahut sang adik.

“Semenjak Pi ngaji, beliau sering menyampaikan ini pada keluarga, kita beribadah saja yang sungguh-sungguh, rezeki itu Allah yang ngatur..”

“Sesungguhnya takziyah ini, bukan hanya untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan, melainkan juga sebagai sarana untuk mengingatkan diri akan kematian. Kalau bisa, setiap hari ingatlah kematian. Saat akan tidur, renungkanlah kematian. Karena dengannya, akan menjauhkan kita dari maksiat, dari segala kebanggaan dan kesombongan.. Semoga sepulang dari takziyah ini, akan tertinggal sebuah kesan yang makin meningkatkan kecerdasan dalam mengingat kematian..”

Tidak seutuhnya seperti itu redaksionalnya, tetapi itulah poin-poin pesan yang kuingat dalam takziyah petang itu di Sidoarjo..

Masih dalam pekan yang sama, saya mendapat berita bahwa ayah dari kawan kami meninggal dunia. Malam itu, usai kelas di griya qur’an diakhiri, seorang embak semester 8 pun bercerita pada saya. Bahwa saat dia duduk di kelas 3 SMA lalu, juga secara beruntuh ayah-ayah dari karib sekelasnya meninggal dunia, saat itulah titik balik kehidupannya dimulai. Bermula dari mengingat kematian..

“Dulu embak sholatnya bolong-bolong, Dek.. Kalau pun iya sholat, tapi suka di akhir waktu.. Dulu embak gak tahu esensi sholat, rasanya hanya penggugur kewajiban.. Gak takut dosa, gitu dek… Tapi tiba-tiba embak juga takut belum siap mati.. Kemudian pelan-pelan embak udah kembali sholat, lima waktu dan dhuha, kalau tahajud waktu itu belum.. Alhamdulillah, Dek… Mbak pun saat itu punya impian untuk kuliah, meski orang tua belum bisa.. Sempat terpikir untuk ambil jurusan agama, tetapi akhirnya dapat Beasiswa Etos dan BMU (Beasiswa Masuk Unair). Alhamdulillah di asrama Etos bertemu mbak-mbak dan teman-teman yang subhanallah.. Baik banget, Dek.. Mbak jadi belajar bagaimana perilaku yang baik kepada orang tua dari temen-temen, mbak juga pernah disurati sama teman di Etos, diingatkan karena pas itu embak suka dengar musik pop.. Terus juga kalau ada bedah Shiroh Nabawi di asrama, embak gak ngerti, Dek.. Ini apa.. Ikut kajian SMS (tentang shiroh) juga gak ngerti.. Tapi perlahan-lahan, lama-lama alhamdulillah terbiasa…”

Dan jadilah embak yang kutemui tersebut sekarang adalah mbak yang baiiikk… ^__^, bener-bener, Dek.. Saat ingat mati kala itu, titik balik kehidupan embak rasanya baru dimulai..


7 responses to “Kematian adalah Nasihat..

  1. trica jus says:

    subhanallah….semoga bermanfaat bagi semua umat…amin !

    Like

  2. kadang orang pun bisa berubah total… saat mengetahui bahwa dirinya sudah mendekati dengan kematian…

    Like

  3. phiy says:

    sering sekali kematian jadi titik balik seseorang untuk mulai deket sama Rabb-nya. Teringat salah satu artis anggota band musik pop terkenal yang kemudian keluar bandnya untuk lebih banyak belajar agama, alasan orang itu pun karena teringat kematian🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: