. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Cerita yang Terselip di Syawal Tahun lalu..

on 23 May 2012

“Dek, datang ke walimah mbak ya”

“Subhanallah, barokallah mbak.. kapan mbak? Di Malang?”

“InsyaAllah tanggal 8 September dek, di Magetan.. hehe”

“Waah jauh euy, insyaAllah deh kalau ada barengan rombongan dari Malang, ana budhal..”

~oOo~

Syawal begitu sejuk mengisi hari-hari dengan penuh agenda silaturrahim, mumpung moment liburan tepatnya, hehe. Semula saya sempat ragu untuk berangkat ke Magetan. Pertama, saya merasa “nantinya akan sendirian” di sana. Karena saya tidak kenal dengan teman-teman UM Malang, para sohib seperjuangan dari Mbak Hanis, yang punya hajatan walimah. Tentang Mbak Hanis pun, sebenarnya saat itu saya juga baru bertemu beliau satu kali, saat beliau menemani saya syuro di area taman Pasca Sarjana UM Malang. Peragu langkah yang kedua adalah, boleh gak ya sama ibu dan bapak?

Akhirnya coba kusirnakan prasangka-prasangka tadi. Kucoba menghubungi nomor-nomor HP saudari-saudari UM, mencoba melaporkan diri agar tercatat dalam rombongan. Soal perizinan dari ibu dan bapak, saya punya strategi “izin dadakan”, yakni H min 1 keberangkatan baru melapor, hehe daripada jauh-jauh hari saya kabari kalau mau mbolang, nanti ibu malah kepikiran.

“Mbak Nisa, besok siang ba’da dhuhur janjian di Terminal Landung Sari ya..”, ujar Mbak Ita dari telepon. Beliau kira saya ini seorang mbak-mbak teman seangkatan Mbak Hanis yang 2006 kali ya.. Sampai saya dipanggil “mbak” begini :p

Urusan peserta rombongan ternyata cukup riweh, sudah terlanjur sewa mobil ternyata sebagian calon tim kondangan punya inisiatif bawa motor sendiri. Mbak Ita mumet sampai sempat “ngomel” dengan ekspresinya yang lucu saat kali kami pertama bertemu di terminal siang itu. Walhasil, tidak jadi naik mobil sewaan, kami pun meluncur dengan bis. Nisa, Mbak Ita, dan Mbak Ana. Mereka datang ke terminal dengan diantar beberapa saudari UM lain yang tidak bisa turut ke Magetan.

Bis Puspa Indah melaju membawa kami, melewati liuk topografi Batu, Pujon, Ngantang, Kasembon, hingga Jombang. Lalu kami oper bis menuju madiun, yang sayangnya.. kami ternyata merasa “dibohongi” karena bis hanya sampai nganjuk (kalau ndak salah). Menuju Madiun pun akhirnya oper lagi, dan dalam bis operan tersebut saya lelap tertidur karena capek.

Sesampai di Madiun, kami berusaha mencari kendaraan menuju Magetan. Lagi-lagi kami merasa “dibohongi”, hikss… Kami didesak untuk menyewa mobil, karena dibilang “udah gak ada lagi kendaraan selain mobil ini, taxi sudah habis,Mbak kalau jam segini..”. Kami pun terlanjur menurutinya dan sesampai di rumah Mbak Hanis kami baru tahu kalau jam segini taxi masih ada, terbukti dengan adik Mbak Hanis yang kuliah di ITS datang dengan taxi. Dan ternyata, ongkos mobil sewaan kami lebih mahal daripada perjanjian dengan bapak tersebut di awal, bukan masalah besar rupiahnya tapi yang ndak sesuai akad di awal itu yang membuat merasa dibohongi.

Sudahlah, yang penting sudah sampai di rumah Mbak Hanis ^^

Beberapa akhwat telah menyambut kedatangan kami bertiga di dekat pintu masuk. “Nisaaa…”, salam seorang embak berbaju pink. “Ini dengan ukh siapa?”, tanyaku. “Hanis, Dek….”. Owalahh.. aku pangling mbak😀

Kami pun bermalam di rumah calon pengantin, paginya turut menyiapkan kue-kue dalam kotak, dan… Jreng jeng jeng! Akad nikah pun dimulai dengan syahdu.. hiks.. Lalu, yang tak saya duga adalah.. Ada Ustadz Salim A.Fillah menyampaikan ceramah, tentang makna dari do’a “Barakallahu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fi khair” (Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik ketika senang mahupun susah dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan). Subhanallah..

Lalu, siangnya saya menemukan bahwa ternyata ada 3 orang rekan dari UNAIR yang lain turut hadir dalam resepsi tersebut. Merekalah Ukh Ghisna dan Akh Gading (keduanya adik kelas Mbak Hanis di SMA) dan Akh Bintang (sesama punggawa dakwah di kampus UM, sebelum Akh Bintang pindah ke UNAIR). Ba’da sholat dhuhur yang dijamak dengan ashar, bis ranger ; Nisa, Mbak Ita, dan Mbak Ana kembali menapaki perjalanan bersama.

Sepanjang perjalanan, penuh cerita dan canda tawa.. ^^ Magetan (Takeran)-Madiun-Jombang-Malang, menemukan rekan perjalanan yang baru kenal tapi sudah langsung baik hati dan ceria, menghadiri undangan walimah di Syawal tahun lalu, alhamdulillah.. perjalanan yang berkesan😀


7 responses to “Cerita yang Terselip di Syawal Tahun lalu..

  1. hanis says:

    wah, afwan baru sempet mampir. hehe, syukron atas kehadiran, doa serta kadonya. kugantung tuh boneka lucu sepasang di pintu lemari dhek. jazakillah😉

    :kunjungan pra ramadhan”
    afwan jika ada salah2 ya, met puasa!!!

    Like

  2. 😀
    bulan ini pun UGM sedang banyak kondangan
    kemarin saya habis dari Gombong ke walimahnya temen kuliah

    Like

  3. ooh, Sina banyak teman di UM toh.
    mereka Fakultas apa ?

    Like

  4. alamendah says:

    Sebuah perjalanan dan walimahan yang sangat berkesan ya, Mbak. Bertemu dan bercengkrama dengan teman-teman yang baru namun langsung cocok di hati.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: