. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Tadhiyah ‘Pengorbanan’

on 23 May 2012

Hari ini, Rabu 23/05/12, kembali dilangsungkan BERMAIN “Belajar Mengeja  Cinta-Nya” di Mushola Nurul ‘Afiyah. Dengan penyampai materi Akh Yuda Permana, MC Akh Mursyidul Ibad dan Tilawah oleh Akh Rizqal, kajian ini berlangsung pada pukul 16.10-17.00. Tema yang kami ulas kali ini adalah Tadhiyah, yakni pengorbanan.

Dengan mukadimah bahwa tiada keberhasilan tanpa pengorbanan, disampaikanlah mengapa kita harus berkorban. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala QS. At-Taubah 111, yang artinya “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”. Sungguh, bukan hanya diri, tapi harta juga waktu kan kita korbankan.

Juga pada firman Allah yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7). Dari sini bisa ditarik sebuah konsekuensi logis, bahwa kita harus senantiasa mengikhtiarkan setiap perjalan untuk berjuang di jalan-Nya. Perjuangan mensyaratkankan satu hal, yakni perjuangan yang harus ditunaikan, sebelum keberhasilan itu datang.

Coba kita tengok shiroh-shiroh para sahabat, tabi’in, dan kisah-kisah orang salih. Sebagaimana sosok khalifah Abu Bakar yang rela mengorbankan harta, keluarga dan jiwanya demi memberikan pengabdian kepada Islam. Juga Abdurrahman bin Auf yang sangat bersegera dalam berinfaq. Seperti Mus’ab bin Umar, seorang sahabat yang yang dipercaya oleh Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam untuk mengemban tugas berat namun mulia, yaitu mendakwah orang-orang yang ada di Madinah. Dan banyak lagi shiroh yang bisa kita ikuti jejaknya.

Karena karakteristik dakwah adalah jalannya panjang, bebannya berat, dan pengikutnya sedikit. Sekali lagi, maka pengorbanan merupakan sebuah kenisacayaan bagi kesuksesan kita dalam menegakkan cita-cita Islam di bumi ini. Kelelahan kita adalah lintasan-lintasan energi untuk mengarungi “kelelahan” berikutnya. Hingga kelelahan itu lelah mengikuti.. Artinya, kita akan terus menerus dihadapkan pada suatu kondisi ujian yang melelahkan, tetapi itu bukanlah hal yang mustahil untuk diarungi.

Jangan sampai dakwah itu mati, pada zaman di mana kita hidup pada periode tersebut. Kita adalah da’i sebelum peran kita menjadi apa pun.

Going the extra miles!

Totalitas tanpa batas!

*Re-Blog dari Blog DAI


11 responses to “Tadhiyah ‘Pengorbanan’

  1. pembelaislam says:

    koreksi, mush’ab bin umair.

    Like

  2. Geograph_Muslimah says:

    like this. 🙂
    karena Dakwah adalah cinta, dan cinta akan meminta semuanya darimu. sampai perhatianmu. Berjalan, duduk dan tidurmu. bahkan ditengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. tentang ummat yang kau cintai (Ustadz Rahmad Abdullah)

    Like

  3. menarik artikelnya ya…sukses yaa

    Like

  4. “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)

    Janji Allah itu PASTI🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: