. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Agar I’tikaf gak Sekadar jadi Trend

on 7 August 2012

“Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertaqwa.” (QS 2:187)

I’tikaf. Siapa yang kenal dengan amalan istimewa ini. Aisyah, Ibnu Umar dan Anas Radliallahu ‘Anhum  meriwayatkan : ’’Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.‘’ (HR.Bukhori dan Muslim)

Namun, adakalanya amalan ini mungkin hanya menjadi trend di kalangan saya dan teman-teman dahulu (#pengalaman?). Jadi trend? Yaa.. Semangat berbondong-bondong hendak I’tikaf di masjid tapi tanpa bekal ilmu, jadinya malah cuma menginap alias pindah tempat tidur dan sedikit qiyamul lail..

Hiks..

Naah.. Maka, meskipun baru sedikit sekali ilmu yang saya peroleh tentang I’tikaf ini. InsyaAllah mau berbagi, agar nantinya saya juga bisa dapat tambahan ilmu dari teman-teman sohiblog ^_^.

* * *

Di antara adab-adab yang perlu diperhatikan dari I’tikaf adalah :

  1. Hadirkan niat sholih, harap ridho Allah semata
  2. Merasakan hikmah-hikmah iktikaf dengan memutus urusan-urusan duniawi

Ibnu Qoyyim berkata : I’tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beri’tikaf dan bersimpuh dihadapan Allah, berkhalwat denganNya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah.

  1. Tidak keluar masjid kecuali untuk hajat mendesak
  2. Tetap melakukan amal-amal kebaikan
  3. Berupaya dan bersungguh-sungguh untuk bisa bangun (jika tidur) sebelum masuk waktu sholat, agar tetap bisa ikut sholat berjama’ah di awal waktu
  4. Memperbanyak dzikir
  5. Mengurangi senda gurau
  6. Mengurangi tidur
  7. Menjaga kebersihan masjid (lokasi yang digunakan untuk beri’tikaf)
  8. Sedikit makan dan minum
  9. Menjaga wudhu, ketika batal langsung mengambil wudhu
  10. Saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran, misalnya ada yang mengobrol boleh diingatkan dengan cara yang baik.

Yang harus dihindari :

  1. Membuang waktu dengan sia-sia (ngobrol)
  2. Berlebihan makan dan minum
  3. Tidur berlebihan (apalagi sampai marah kepada orang yang membangunkan :D)
  4. Mengajak anak-anak jika dikhawatirkan mengganggu

Nah, baru sedikit memang yang didapat dari taujih lingkaran kemarin ^__^ tapi moga bisa lebih menghidupkan ruh I’tikaf, sehingga tidak hanya menjadi trend, tidak hanya untuk memenuhi target amal yaumi.

Selengkapnya bisa unduh PDF Panduan Praktis I’tikaf (sumber : al-habib.info), juga klik artikel di dakwatuna ini. Terima kasih🙂


6 responses to “Agar I’tikaf gak Sekadar jadi Trend

  1. subhanallah…
    mudahan Allah berikan kemampuan tuk ikhlashkan tiap amalan yang kita lakukan…
    *Allahumma yassir umuuronaa kullahaa…*

    Like

  2. ketikanjari says:

    Beramal itu memang perlu ilmu🙂

    Like

  3. rangtalu says:

    sip..
    akan segera dilaksanakan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: