. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Wonderful Daurah

on 26 October 2012

 

Jalanan di daerah Lawang malam itu cukup ramai. Saudariku mengemudi si Mio dengan gesit melewati dua mobil. Aku cukup tegang, kutepuk pundaknya seolah mengisyaratkan ucapan “pelan-pelan..”. Roda Mio terus berputar. Hingga di penghujung jembatan Lawang, kami kembali diapit dua kendaraan. Kali ini mobil di sebelah kiri, dan ‘sekotak’ bis di sebelah kanan.

Mencoba menyalip mobil dari sisi kanan, sementara bis terus melaju lurus… Sekejap saja. Sekedipan mata, mungkin hitungan detik. Tubuh kecil kami ber”duel” dengan kerasnya badan bis. Kucoba membuka mata, dengan kesadaran penuh kurasakan nyeri di sekujur tubuhku. Kami –aku, Dek Izza, dan si Mio– terbanting ke aspal jalan. Nyuut.. Kakiku yang paling perih. Kudapati intensitas cahaya lampu kendaraan yang begitu menyilaukan, kukira bisa-bisa kami dilindas kendaraan dari arah belakang. Alhamdulillah, mobil di belakang kami sudah mengerem.

Riuh suara warga. Sebagian meneriaki bis, sebagian berusaha menolong kami. Dek Izza masih terpejam, sementara aku bisa berjalan menepi. Kurelakan sepatu sebelah kanan yang entah di mana. Kuperhatikan buah apel-buah apel di jalan raya, yang tadinya merupakan bagian dari buah tangan kami untuk teman-teman di Surabaya.

Warga membantuku duduk. Seorang bapak memberiku air minum dalam kemasan gelas. Kuteguk masih dengan ngilu tanpa ekspresi. Aku diajak masuk ke dalam sebuah rumah. Dek Izza dibaringkan di kursi panjang hingga ia bisa membuka mata. Seorang ibu melihat darah di kaus kakiku, lalu mengajakku mengobatinya di ruang dalam.

Obat China! Inilah pertolongan pertama untuk kami. Luka-luka di tangan dan kakiku ditempeli kapas yang sudah dilumuri obat China. Tak kuasa menahan perih, kugenggam jemari Dek Izza sambil berteriak, “aaaa”.

* * *

Akh Faqih (mas’ul perjalanan kami) telah melaporkan kejadian ini kepada pihak KAMMDA Malang. Dan tibalah dua orang ikhwan, yaitu Akh Juanto dan Akh Ribby Ahmad, yang salah satunya ternyata adalah teman sesama blogger😀. “Kita tunggu mobilnya ya. Ini sedang dicarikan mobil..”

Kami mengingat kejadian sebelum berangkat, sekitar pukul 18.50 ibu menelepon dan aku mengemas dengan cukup halus jawaban bahwa perjalanan kami pakai motor.😦 maaf ya, Bu.. Ujung-ujung memang saya bercerita bahwa perjalanan kami naik motor. Bisa dibayangkan, ibu kaget dan khawatir. “Hati-hati lho, Nis..”

Semula pun, kami hendak pulang naik bis bertiga (Nisa, Dek Izza, dan Dek I’liyatunnisa) ba’da dhuhur karena pagi harinya Dek Izza pingsan. “Biar motornya dibawakan sama ikhwan Bojonegoro aja”. Namun, karena di materi kedua Dek Izza sudah segar bugar dan belum rela untuk pulang, akhirnya kami lanjut mengikuti sesi simulasi pada Daurah Kehumasan yang diadakan oleh KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) di Balai Diklat Koperasi Singosari pada 20-21 Oktober 2012.

“Yaudah, kita ikut sesi simulasi. Pulang habis ashar ya?”

Simulasi yang begitu berkesan. Kami dibagi dalam empat kelompok, dan masing-masing kelompok dibagi tugas. Ada yang menjadi reporter, fotografer, dan sebagainya. Mulai dari syuro singkat menentukan tema, pertanyaan 5W 1H, dan menentukan responden. Lalu terjun ke masyarakat, mengolah hasil wawancara, syuting sebagai reporter, membuat press release, dan menyiapkan bahan presentasi. Saya merasakan feel daurah ini ^^, seruuu!

Sebelum sesi presentasi, Dek I’liyatunnisa menyampaikan sebuah lobi padaku, “Mbak.. Aku udah ikut ini dengan semangat dari awal, sayang kalau kita pulang duluan.. Aku gak papa kok naik bis sendirian nanti malam..”.

“Lho.. Aku sebenernya juga pengen ikut sampai akhir, Dek..”, jawabku mendukung.

Apalagi ditambah mas’ul kami yang berat dilepaskan oleh kelompoknya. Akh Musthofa dari Blitar pun meyakinkan agar kami –perwakilan komisariat Airlangga– ikut daurah sampai akhir.

Baiklah… Pulang ba’da maghrib!

Dek I’liyatunnisa kuantar mencegat bis patas yang tak kunjung ada, hingga kuputskan untuk mengantarnya dengan motor ke Terminal Arjosari. Saat mengambil motor, ternyata ban motor Akh Faqih bocor. Kepulangan kami bertambah malam saja.. Hingga sekitar pukul 18.50 kami baru ready menuju Surabaya.

* * *

Ikhwah Malang yang hendak membantu pun tiba. Ada Mbak Pipit, Mbak Ita, dan…. Dua orang ikhwan yang paling saya sebelin saat acara (Afwan jiddan… T_T). Mungkin ini salah satu cara Allah menjawab prasangka hamba-Nya😦, ternyata mereka yang semula membuatku jadi oposisi malah yang turut menolong. Di hari pertama saya telah cukup sebal pada Akh Rijal saat diskusi kontrak belajar daurah. Di hari kedua, saya juga memendam kritik pada Akh Azzami karena kurang menggiring forum pada diskusi terkait kehumasan. Padahal di akhir dauroh, justru kontrak belajar itu sangat meninggalkan kesan lho, satu pelanggaran = infaq 5.000 ^_^. Afwan jiddan atas prasangka buruk di awal..

Akh Rijal mengemudi mobil dan mengantar rombongan penolong dan ditolong ini ke UGD RS dr.Saiful Anwar Malang. Di UGD, saya dan Dek Izza dirawat luka-luka. Perih.

Malam itu saya, Dek Izza, bersama Mbak Pipit (oiya, beliau juga blogger lho) menginap di penginapan PSBB MAN 3 Malang.

Lelah. 02.30 kami pun terpejam..

Alhamdulillah ‘alaa kulli haal…

Alhamdulillah. Alhamdulillah.

Jazakumullah khoiron katsiir. Di balik ini semua, banyak hikmah yang dipetik.. Menangis, rasanya ingin menangis tatkala mengingat kejadian malam itu..

~0O0~

Kecelakaan motor kedua di tahun ini ^^

Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan, diserang penyakit atau kesedihan sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Bukhari)

Senin (22/10/2012) saya dan Dek Izza pulang dengan naik travel. Selasanya, usai membawa si Mio ke bengkel, Akh Azzami mengantarkan ‘motor ujian’ itu ke Surabaya. Benar-benar, motor ujian..🙂


16 responses to “Wonderful Daurah

  1. tukang kompor menulis says:

    kok lama gak update ya🙂

    Like

  2. Admin says:

    Kabeh dadi humas ^^

    Salam Ukhuwah )I(

    Like

  3. Eva says:

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

    Like

  4. Mustofa itu yang org e besar itu ya ?😀

    sudah 2 kali Sin -_-
    Syafakallah:mrgreen:

    Like

  5. tukang kompor menulis says:

    wah habis kecelakaan toh kamu?

    Like

  6. syafakillah ukhti >_<

    Like

  7. orenjeck says:

    hua gregetan sama sinna… ws sinna g usah di bawain motor lagi ae… lek sering kecelakaan gitu.
    cek iso-isone iko gak kapok

    Like

  8. putriirvanna says:

    wah..aku dipromosikan juga nih sebagai blogger
    padahal seringnya aku jarang blogger lagi😀
    oke..syafakillah
    semoga benar2 Allah menghapuskan dosa anti dan dek izza dari kecelakaan kemarin🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: