. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Satu Cerita dari Hunian..

on 15 February 2013

Kala mentari hampir menyembul, Mbak Karimah mengajak kami menyiapkan sarapan pagi😀. Kacang sangrai dari Gresik yang dibawa oleh Mbak Vita menyalakan insipirasi untuk membuat menu TAHU TEK. Tinggal beli tahu 3.000 rupiah dan kecambah 2.000 aja, karena minyak goreng, kecap, kerupuk, dan petis sudah ada dari Teh Ina😀. Hehe gak bondo ya. Nisa sendiri cuma masak air untuk merendam baskom nasi dan memasak nasi saja, terus ngacir ke tempat favorit yaitu selasar..

Sudah matang ^^ lezat lezat lezat.. Saya, Mbak Ratna, Mbak Karimah sarapan sekaligus cuci peralatan masak bareng.

Lalu kami melanjutkan aktivitas masing masing. Tak lama, Mbak Karimah datang ke kamarku usai berbincang di telepon dengan adik kandungnya yang tengah menimba ilmu di Pesantren Gontor. Si embak menceritakan bagaimana adiknya menangis menjelang ujian hadits. Ada 120 hadits yang harus dihafal dan dipahami maknanya, nanti ada 13 soal hadits yang harus dijelaskan maknanya dengan menggunakan Bahasa Arab.

Curhatan adek justru berujung pada obrolan tentang menghafal al Quran. Mbak Karimah dan adiknya saling bertanya soal kabar hafalan.

“Caraku menghafal bukan seperti menghafal biasanya, Mbak.. Yaitu hanya dengan mengulang ulang membacanya. Satu halaman bisa diulang sampai 40 kali dalam sehari. Jangan bosen.. Mbak gak bosen kan.. Dengan mengulang ulangnya, rasanya nanti otomatis lafadz al Quran tersebut akan langsung terbentuk dan muncul dengan sendirinya dari lisan kita gitu Mbak..”

Subhanallah satu lagi tips menghafal al Quran. Menghafal dengan cara membacanya secara tilawah berulang ulang kali ^^

Memang tiap orang punya gayanya sendiri. Ada yang per ayat dibaca ulang 3 sampai 5 kali, lalu mencoba dilafalkan sambil menutup mushaf. Saat lupa baru dibuka. Saya menyebutnya sistem buka dan tutup. Saat telah lancar, baru boleh menambah. Dan setelah menambah kudu mengulang yang baru dihafal sebelumnya.. Ada juga yang dioptimalkan dengan mendengar murrotal, bahkan sampai2 irama murrotal syekh yang didengarkan berulang kali turut ditirukan dan terus terbawa. Ada juga metode otak kanan, dengan gambar gambar yang menjadi ciri khas per ayat atau per sub topik. Dsb.. kalau kamu, suka menghafal dengan cara yang mana ^^?

*Sebenernya ini cerita sekitar Januari lalu ^^, baru dilanjutkan nulisnya..


4 responses to “Satu Cerita dari Hunian..

  1. H. M. Cahyo says:

    mampir aja🙂

    Like

  2. Ahmad Alkadri says:

    Dulu pas masih kecil, aku biasa dengerin kakak-kakak dan mbak-mbak di pesantren sore ngaji. Lama-lama yang mereka ngajiin (Juz Amma) hampir kuhapal semuanya, dengan suara dan nada mereka yang mengajikannya😀

    Pas agak gedean, menghapal lebih enak kalau dibaca per ayat atau dua ayat, diulang, terus kalau udah hapal, baru lanjut. Biasanya sehari-dua hari cuma sanggup sepuluh ayat doang, sih.

    Sekarang ini.. sudah lama nggak menghapal Al-Quran lagi. Hapalan Juz Amma pun tinggal separuhnya… Rencana mau ngapalin lagi tapi masih belum menemukan cara dan waktu yang tepat. Masih berusaha..🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: