. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Selamat Jalan Mbah Uti..

on 26 October 2013

Jumat (25/10) siang saat melingkar dengan adik-adik di teras sebuah masjid.. Adik yang bertugas menyampaikan taujih belum siap. Lalu saya minta saja membacakan salah satu judul tulisan dari dua buku terbitan Tarbawi yang saya sodorkan untuk dipilih; Hidup Tak Mengenal Siaran Tunda (Ahmad Zairofi) atau Berteduhlah di Taman Hati (DR. Aidh Abdullah Al Qarni). Membolak-balik judul dan belum juga menentukan pilihan. “Oh, Ini aja deh dek…”, saya tertarik dengan sebuah judul “Pemutus Semua Kenikmatan” (DR. Aidh Al Qarni), isinya merupakan dzikrul maut. Kemudian salah satu adik yang lain saya minta membacakan QS. Ali ‘Imroon ayat 185.

 “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. 3 : 185)

 * * *

 Di hari yang sama, pukul 21.41

 “Nis, sudah dikabari sama ibu?”, suara bapak di ujung telepon.

 “Belum, Pak.. Kabar apa?”

 “Mbah Uti meninggal dunia… tadi jam 20.28 waktu sana, kalau waktu sini ya sudah jam sembilan an..”

 “Innalillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun..”

 Ada yang menggenang di pelupuk mata, air.. Taujih tadi siang ternyata untukku..

. . .

Sudah berapa tahun ya ndak ketemu dengan Mbah Uti, semenjak mbah tinggal di Samarinda bersama keluarga besar bapak.. Mungkin sekitar 8 tahun yang lalu.. Ramadhan tahun ini hanya bapak, ibu, dan adek saya saja yang berkesempatan ke sana.. *saya udah minta maaf belum ya?😥

Mbah Uti ini adalah ibu dari bapak saya.

Teman-teman yang sesama muslim juga minta tolong turut mendoakan ya,,

Allaahummaghfirlahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa..

(Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia,  ampunilah kesalahannya)

Aamiin…

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبَ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِها، وَأدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهاَ مِنْ عَذَابَ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Ichan (adek saya, masih kelas 5 SD) kirim emote😥 dan😦 di SMSnya, lalu saya balas “Kita doakan ya can..”

Mohon doa dari saudara-saudariku sesama muslim juga..

Mbah Uti dan Mbah Kung dari Ibu sudah meninggal saat saya duduk di bangku madrasah dulu. Mbah Kung dari bapak saya juga sudah meninggal saat saya masih balita. “Allaahummaghfirlahum warhamhum wa ‘aafihum wa’fu ‘anhum.. aamiin..”


8 responses to “Selamat Jalan Mbah Uti..

  1. selalu tegar dan selalu mendoakan orang terdekat yang meninggal kan kita..turut berduka cita sis..

    Like

  2. Hariez™ says:

    Turut berduka ya Sist, semoga amal ibadah beliau di terima oleh Allah SWT..Amiin

    -Salam Hangat-

    Like

  3. innalillahiwainnailaihirojiun

    Like

  4. harumhutan says:

    aamiin yra..*mengaminkan doa nisa

    inalilahiainalilahirojiun..

    nisa yang tabah ya *peluk erat

    Like

  5. innalillahiwainnailaihirojiun

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: