. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Saajtahidu fauqa mustawa al-akhar!

on 28 March 2014

mujahadah

Hari yang cukup melelahkan. Di sela-sela berbagai ikhtiar perjuangan pasca kampus, di tengah upaya memahami berbagai situasi…

Malam itu saya menuju Masjid Assakinah di dekat Kampus B Unair, menemui seorang mbak pemilik salah satu Griya Tahfidz PPPA Daarul Quran di Surabaya. Berhubung saya terlanjur pindahan balik ke Malang dan boyongan dari asrama PQA, tapi ternyata masih ada aktivitas bantu-bantu dosen di Surabaya, maka saya meminta bantuan pada beliau agar saya bisa memperoleh tempat tinggal sementara yang cukup kondusif di Kota Pahlawan ini.

Saya dipersilahkan menempati kos beliau yang jarang dihuni. Kos yang hanya disinggahi saat beliau terlalu lelah untuk pulang ke asrama tahfidz yang berlokasi cukup jauh. Malam itu juga saya melihat lokasi kos, alhamdulillah cocok.. Biaya kos bulan April sudah dibayar oleh mbak tersebut dan tidak mau diganti. Duuh jadi merepotkan.. Moga Allah membalas dengan yang lebih baik, Mbak…

Saya ceritakan A-B-C-D tentang kronologis no maden-nya saya antara Malang dan Surabaya. Tentang kendala tahsin dan tahfidz yang saya alami saat di Malang. Tentang apa yang sedang saya persiapkan sekarang. Mbak tersebut menyimak dan memberi pesan yang ‘ngena’ banget..

Jika mungkin saya sempat merasa banyak tuntutan dari orang tua terhadap akademik dan pekerjaan… Kata Mbak, itu justru yang akan jadi bekal, sekarang saatnya kita-lah yang mencoba memahami orang tua, jangan ingin dipahami terus. Orang tua telah merawat selama 20 tahun… (ups, bahkan lebih, usiaku sudah 22..).😥

Apalagi pesan tentang mujahadah dalam menjadi sahabat Al-Quran. Kata Mbak, “Sedikitkan tidur!”. Ini nyata. Beliau bercerita tentang kondisi di asrama/pesantren tahfidz tempat tinggalnya. Beliau pulang kerja jam 10 malam, tidur sebentar, lalu harus bangun jam 12 malam untuk muroja’ah, jam 02.00 qiyamul lail, hingga kembali beraktifitas seharian sampai kembali lagi jam 10 malam. Bayangkan…..! . Tidak heran jika dalam waktu 4-6 bulan santriwati di sana sudah pada hafal 30 Juz.. Berbeda sekali dengan saya😥. Eh, tapi di pesantren ternyata ada peraturan tidur siang jam 13-15, hm… tetep aja di sepertiga malam terakhir mereka begitu terjaga…

Kata Embak, tujuh hari pertama tinggal di sana, mungkin akan menjadi orang yang paling merana di pesantren. Tapi, toh lebih banyak yang diusahakan, maka akan lebih banyak kan yang diperoleh. Keberkahan Al-Quran itu juga nantinya kita rasakan…

Saya jadi teringat dengan tulisan yang pernah terpampang di papan tulis jadwal harian di kamar dahulu “Saajtahidu fauqa mustawa al-akhar!” ^__^ Ayoo semangat! Berjuanglah di atas rata-rata yang dilakukan orang lain.. Penuhi target dari Nisa dan harapan orang tua, iringi dengan doa dan tawakkal, bismillah.. apa-apa yang dicitakan, moga mendapat berkah dan ridho dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,, aamiin…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: