. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Pesan Cinta dari Gaza :)

on 2 November 2014

gaza6(foto dari Janur Unair)

Bismillah, hari ini (01/11/14) bertempat di Masjid Nuruzzaman Kampus B UNAIR, berlangsung agenda “Roadshow Inspirasi Kemanusiaan dari Gaza” yang digawangi oleh super-team PPPA Daarul Quran dan disupport oleh panitia JANUR UKMKI UNAIR yang penuh semangat. Namanya roadshow, tentu berkunjung dari satu lokasi ke lokasi yang lain, alhamdulillaah saya sangat bersyukur karena masjid kampus kami berkesempatan menjadi salah satu tuan rumah, hehe..

Hadir di tengah-tengah kami tamu yang sangat spesial ^__^. Mereka adalah para pelaku sejarah. Yang selama ini berjuang nun jauh di sana, di bumi Palestina.. Yang selama ini hanya kita ketahui kabarnya lewat media, kali ini sungguh bersua dalam satu majelis…

Diterjemahkan oleh Ustadz dari Daqu pusat (lughotil ‘arobiyyah ke Bahasa Indonesia, hehe), Syekh Muhammad selaku pengajar graha tahfidz Gaza menyampaikan mukaddimah, bahwa kesuksesan masyarakat diawali dengan bibit-bibit unggulnya. Kita harus menguatkan keimanan, berniat melahirkan generasi-generasi Qurani. Beliau menyampaikan salam dari masyarakat Palestina pada umumnya, juga khususnya masyarakat Gaza. Untuk berangkat ke Indonesia, selama sehari semalaman mereka menunggu pesawat tiba di bandara yang berlokasi di Mesir, dengan beralaskan kursi besi. Namun, itu sama sekali tak menyurutkan semangatnya mengudara kemari.

“Amanah ini bukan hanya berada di pundak kami, tapi di pundak kita semua; dakwatul Islam.”, kurang lebih begitu kata Syekh. Setiap muslim memilki kewajiban dakwatul Islam, bahkan keilmuan yang diperoleh di bangku kampus juga untuk dakwah, bukan sekadar kepentingan pribadi. Bantuan untuk kemerdekaan Palestina adalah dengan ilmu, dengan Al-Quran… :’). Masyarakat Palestina mencintai kawan-kawan di Indonesia..

Syekh bercerita, orang Yahudi berkata bahwa satu-satunya proposal penghancuran griya tahfidz PPPA Daarul Quran Gaza adalah karena bangunan tersebut merupakan tempat belajar Al-Quran, yang akan melahirkan generasi-generasi penghafal Al-Quran. Orang Yahudi mengetahui bahwa griya tahfidz tersebut merupakan cabang dari yayasan yang dikelola oleh asing. Tidak hanya menghancurkan secara fisik, mereka menghembuskan isu-isu agar yayasan tersebut dibenci oleh masyarakat.

Bersama Syekh, dihadirkan pula 3 bintang Al-Quran; Omar Muhammad Abu Alhusna (14 tahun), Husen Al-Basliqy (15 tahun), dan Salem Emadduddien Al-Amasy (13 tahun). Ketiganya sudah tuntas hafal 30 juz, dalam waktu singkat, tidak sampai setahun. :’) Masing-masing dari mereka me-muroja’ah hafalannya. Kalau tidak salah, Omar muroja’ah QS. Hujuraat; Salem QS. Ash-Shaf; dan terakhir Husen QS. Ali ‘Imron 189-194. Kami menyimak dan memperbanyak doa.  Haru.

gaza8(foto dari Janur Unair)

Sesi berikutnya adalah tanya jawab~

Seorang peserta majelis bertanya bagaimana mereka menghafal di tempat yang tidak aman begitu? Syekh Muhammad menjelaskan kiatnya, bahwa (1) Mereka memiliki himmah (kemauan) yang kuat; (2) Mereka diberi kelebihan dan kemudahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan himmah kuat dan niat lurus, mereka cukup berkumpul di masjid lalu membaca dan bisa menghafal bersama dalam waktu singkat ; (3) Bahasa Arab sangat membantu🙂; (4) Berpikir maksimal, kalau nunggu merdeka baru menghafal, malah gak dapat apa-apa. Justru dengan menghafal, Allah menyelamatkan mereka. Upaya musuh menghancurkan griya tahfidz –yang secara logika 1 roket saja cukup—ternyata mereka perlu meluncurkan 7 roket; (5) Memfokuskan diri pada pengamalan-pengamalannya, mengaplikasikan ayat yang telah dibaca/dihafal/dipelajari; (6) Waktu yang paling cocok untuk menghafal adalah sehabis sholat subuh, saat itu otak siap menerima sesuatu yang baru. Bukan hanya pada menghafal Al-Quran, tapi ilmu apa pun. Pelajari di waktu ba’da subuh.

Saat ditanya apa cita-cita mereka, Syekh Muhammad yang lulusan fakultas Bahasa Inggris saat ini ingin menjadi dosen dan punya mimpi menjadi rektor di universitas Islam. Beliau berencana melanjutkan studi magister entah di Malaysia atau di kampus kami, hehe.. Husen ingin menjadi Syekh kabiir (Ulama besar), Salem ingin mengajarkan Al-Quran ke seluruh dunia, dan Omar ingin menjadi panglima perang yang menguasai perpolitikan. Yang jelas, mereka ingin berkhidmad mengibarkan satu bendera; Islam. Dakwatul Islam. Apa pun kondisi seseorang, jika tidak dalam kondisi Islam, tidak akan memperoleh apa-apa. Suatu pencapaian jika tanpa Islam, bagaikan buih-buih beterbangan. Luar biasaya ya :’) *mohon doa, agar saya senantiasa memperoleh hidayah-Nya, senantiasa dalam iman dan Islam, hingga mati dalam keadaan khusnul khotimah.

Saya cukup terkejut saat ada peserta yang bertanya, apakah keluarga mereka masih hidup.. Di antara yang disebutkan, Ayah Omar telah (insyaa Allah) syahid, begitu juga dengan adik Syekh Muhammad dan adik dari Salem, serta sepupu-sepupu Husen. Mereka begitu sabar dan ridho atas ketetapan dari-Nya.

Saat ada yang bertanya, apa yang bisa kami (bangsa Indonesia) lakukan untuk membantu kemerdekaan Palestina? Syekh menjawab, yang pertama adalah selamatkan diri sendiri agar bisa menyelamatkan yang lain. Jadilah bangsa yang kuat, dengan ilmu dan taqwa. Dengan menjadi bangsa yang kuat, akan memperoleh pengakuan di mata dunia. Dimulai dari diri, keluarga, lingkungan, negara; harus kuat. Yang kedua adalah keseriusan kita memberikan fokus dan perhatian khusus terhadap kejadian-kejadian dan masalah yang terjadi di Palestina.

Kemudian, apa nasihat bagi dakwatul Islam di Indonesia? Tetaplah berpegang teguh pada Al-Quran dan Sunnah Rasulullah. Hal penting apa yang bisa dilakukan untuk mempersatukan hati ummat Islam? Tetaplah turut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara sesama muslim. :’)

Ditutup dengan doa, semoga acara ini barokah, aamiin.. #PrayForGaza.

~oOo~

 *Oiya, buat teman-teman yang juga hadir, mohon dikoreksi kalau ada yang gak pas ya. Monggo yang mau menambahkan, catetan saya gak lengkap, hehe..

Satu lagi guys, simak berita-berita tentang Palestina di web Sahabat Al-Aqsha atau twitter @sahabatalaqsha ya.🙂


12 responses to “Pesan Cinta dari Gaza :)

  1. rizzaumami says:

    Semoga Allah menjaga keutuhan ukhuwah umat islam.

    Like

  2. hlga says:

    ah gilaaa beneran iri kalo sama penghafal Qur’an..
    apalagi yang masih muda gitu ya masyaAllah..

    tapi emang bener sih kalo baca qur’an ba’da subuh emang lebih nyaman.
    cepet masuk ke otak meskipun masih belom bisa buat hafalin😦

    salut sama mereka, semoga Allah senantiasa melindungi dan melancarkan niat baik mereka untuk islam..

    insyaAllah..

    Like

  3. merasakan suasana khidmat dan harunya kajian ini… terima kasih Nisa🙂

    Like

  4. harumhutan says:

    alhamdulilah mreka sampe juga ke tempat nisa ya..

    terharu liat mreka menghapal quran ditengah peperangan, kuat skali keimanannya ..

    malu diri dinegri yang aman ini generasinya malah jadi generasi alayers😦

    *dan sayah sendiri yang juga belum hapal quran..

    Liked by 1 person

  5. Gulunganpita says:

    Jadi ingat ada acara tayangan video tentang gaza oleh sahabat al-aqsha di Bandung dulu.. selalu terenyuh😦

    Liked by 1 person

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, Nisa…

    Sebak menyaksikan kebejatan Israel atas rakyat Palestina. Ingat janji Allah dalam al-Quran bahawa islam akan bangkit dengan kekuasaannya untuk menentang Israel dan sekutunya dan Islam berjaya. Kita berdoalah untuk kesejahteran dan kemenangan itu. Anak-anak soleh yang hafiz ini patut dipanut kerana masih kecil sudah bijak menggunguli masa depan.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.🙂

    Liked by 1 person

  7. rangtalu says:

    subhanallah….
    tiap kali mendengar kisah anak2 gaza selalu membuat merinding…

    Liked by 2 people

  8. indra yana says:

    prinsip pesannya pun sama seperti PPGD, jika ingin menyelamatkan korban maka pastikan kita dalam kondisi aman dahulu

    Like

  9. indra yana says:

    tulisannya membuat haru😥

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: