. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Jangan Berbalik..

istiqomah

“Jika kau telah berada di Jalan Allah, melesatlah dengan kencang.

Jika sulit, maka tetaplah berlari meski kecil langkahmu.

Bila engkau lelah, berjalanlah menghela lapang.

Dan bila semua itu tak mampu kau lakukan, tetaplah maju meski terus merangkak nyalang, dan jangan pernah sekalipun berbalik ke belakang.”

(Asy Syafi’i)

 

Ada kalanya, menemui diri yang berbeda. Tidak sesuai dengan fitrah iman. Usai melakukannya, sesal tersisa. Semoga juga taubat sebelum terlambat.. : ‘(.

Obrolan ringan dengan adek kost kemarin siang, tentang gejala futur Read the rest of this entry »

12 Comments »

Habiskan Saja Gajimu

Alhamdulillah…

Ketika baru melakukan kesalahan,, kadang saya merasa ditegur.. entah melalui tulisan atau tausiyah yang momen-nya pas banget..

Kali ini soal keuangan,, saya merasakan teguran di momen yang pas.. “Habiskan Saja Gajimu” oleh Ust. Ahmad Ghozali. Monggo disimak dari awal sampai akhir 🙂

 

11 Comments »

Lagi, Lagi, dan Seterusnya…

Bersemangatlah pada apa saja yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah pada Allah dan jangan merasa tidak mampu (HR. Imam Muslim)

Sedang ingin memotivasi diri sendiri, hehe.

bunga

Sebelumnya, saya sangat bersyukur kepada Allah, karena saya merasa kembali disadarkan kepada semangat yang seperti dulu, semangat memetik hikmah ^___^. yang mungkin sempat terhalang oleh keruhnya hati, atau orientasi pada seberapa hasil yang dicapai, orientasi duniawi.. : ‘ (

Bahwa, ketetapan dari Allah adalah yang terbaik bagi hamba-Nya.

Tetap bersemangat, Nisa.. Nikmati prosesnya dengan tersenyum, seperti cengar-cengir tadi pagi saat melihat bunga-bunga bermekaran di tepi jalan. Kuning, pink, merah, putih, cantiknyaaa…

Luruskan niat karena Allah maka urusanmu akan bernilai ibadah..

Pandai-pandailah memetik hikmah dalam setiap urusan, tak perlu ini itu jadi beban 🙂

Teringat kajian Ustadz Syatori di Jogja sore itu,,
Rahmat adalah anugerah dari Allah yang akan membuat apapun menjadi nikmat dan kebaikan..=)

Kalau banyak orang mampu menjadikan kesulitan hidupnya menjadi jalan menuju mata air kehidupan, mengapa kita menjadikannya sebagai air mata kehidupan?

Read the rest of this entry »

5 Comments »

Bergantunglah Hanya Kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala..

*copas dari rubrik Ruhaniyat majalah Tarbawi #nasehatdiri

. . .

“Ya Allah peliharalah aku dengan Islam ketika aku berdiri. Peliharalah aku dengan Islam ketika aku duduk. Peliharalah aku dengan Islam ketika aku terbaring. Jangan gembirakan orang yang memusuhiku dan yang menyimpan dengki kepadaku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu semua kebaikan yang ada di Tangan-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari seluruh simpanan kejahatan yang ada di Tangan-Mu.” (HR. Al Hakim dalam Mustadrak, 1/525)

Ini adalah doa yang diucapkan oleh amirul mukminin, Umar bin Khattab RA. Kelihatannya sederhana. Meminta perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala dari segala sisi. Memohon semua kebaikan dan menolak kejahatan. Tapi, curahan kata-kata itu begitu mencakup seluruh bentuk tameng perlindungan yang harus dipintakan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tapi pernahkah kita merasakan begitu sulitnya merangkai kata-kata dan kalimat dalam sebuah do’a kepada pemilik sifat Ash Shamad, Tempat Meminta. Pernahkah kita merasakan kesulitan merangkum permohonan dan menumpahkannya dalam do’a kepada Yang Maha Kaya. Bukan karena kita yang tidak pandai menyusun kata, karena do’a memang tidak harus dibumbui dengan kata-kata puitis yang justru semakin sulit dipahami. Masalahnya, lidah terasa kelu untuk meminta, dan jiwa sulit sekali dipertemukan dengan bait-bait kata yang menyimpan permohonan sangat dan menyeluruh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Yang Maha Kuasa atas segalanya.

Saudaraku,

Tahukah apa rahasia di balik keindahan do’a dan kesempurnaan munajat yang diucapkan oleh orang-orang shalih? Sesungguhnya untaian kata dalam do’a adalah ekspresi dari kedalaman perasaan mereka terhadap apa mereka pintakan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasa begitu bergantung dan bersandar pada ke Maha Kuasa dan Maha Besaran Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga menjadikan mereka bertenaga dalam mengungkapkan harapannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai satu-satunya tempat untuk meminta.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Oleh-Oleh dari Rumah Gurunda

Beragam hikmah bisa dipetik dari sebuah perjalanan, apalagi usai silaturrahim ke rumah para gurunda… :). Oleh-oleh sepulang dari rumah 3 asatidz penghafal Al-Quran,,

.: Ustadz Maknun :.

Sore itu saya dan teman-teman asrama PQA berkunjung ke rumah Ustadz Baidlun Maknun di Sukolilo Surabaya, pembina program ITS menghafal. Kami bertanya tentang kisah perjalanan menghafal beliau dahulu. Lulus dari SD beliau langsung menghafal Al-Quran dengan tanpa bersekolah SMP dan SMA. Namun, beliau tetap bisa berkuliah (mungkin beasiswa untuk penghafal Quran) dan kini telah menyelesaikan studi magisternya. Tak hanya mahasiswa, rupanya beliau juga kerap mengajar tahsin pada dosen dan pejabat kampus. MasyaAllah, luar biasa ya. “Ya kaya gini kalau punya ilmu yang bermanfaat, ngalir terus ya kemanfaatannya untuk ummat”, pikir saya.

Pesan beliau tentang menghafal Al-Quran, “yang terpenting adalah keistiqomahan..” #makjlebb.

Read the rest of this entry »

8 Comments »

#bertekad

Semoga syawal dan seterusnya ni bisa menjadi pribadi yang lebih baik 😥 *sangat sangat menyadari kesalahan…*. Episode : Berjuang melatih diri melipatgandakan SABAR.

Ibnu Qayyim : Sabar adalah menahan jiwa dari berkeluh kesah dan marah, menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota badan dari perbuatan menyimpang.

bismillah,, semoga bisa menghapus kesalahan yang lalu,, semoga bisa membiasakan diri dengan hal-hal yang lebih baik dan bermanfaat #bertekad T_T!. Harus bisa. Read the rest of this entry »

9 Comments »

Cambuk Hati

Bismillah..

al quran

Asrama PQA, 13/07/13. Diiringi senandung hujan yang mengalun di luar sana. Ba’da dzikir pagi di hari ramadhan ke-4 ini. Ustadzah hadir di tengah-tengah kami untuk menyampaikan beberapa nasihat. Ini adalah kali pertama ustadzah menyampaikan evaluasi di tengah forum seperti ini. Mungkin karena kesalahan kami sudah semakin besar… Setelah teguran-teguran yang belum juga mempan…

Ustadzah mengawali dengan ayat Al-Quran..

QS. Al-A’raf: 204 “Dan apabila dibacakan al-Qur’an, maka dengarkanlah (baik-baik) dan diamlah (memperhatikan) dengan tenang agar kamu sekalian dirahmati.”

dan QS. Luqman : 33 “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.”

Kemudian ustadzah bercerita tentang seorang hamba sholih yang mendapat seruan dari Allah untuk masuk surga karena rahmat Allah. Namun, hamba tersebut merasa bahwa ia masuk surga adalah karena amalnya. Lalu Allah menunjukkan bahwa seluruh amal sholih tersebut tidak akan dapat menebus salah satu saja bola mata sebagai nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Subhanallah.. padahal dia adalah seorang yang banyak beramal sholih, bagaimana dengan kita? yang sholat saja masih sekadar menuntaskan kewajiban, yang belum bisa khusyuk dari awal hingga akhir salam,,

Amal masih sangat sedikit sedang dosa menggunung.

Maka, kunci masuk surga adalah rahmat dari Allah.. dan salah satu cara untuk memperoleh rahmat dari Allah adalah dengan memperhatikan dan mendengarkan bacaan Al-Quran. Apalagi membaca dan menghafalnya..

Read the rest of this entry »

17 Comments »

%d bloggers like this: