. . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . .

… tempatku belajar banyak hal …

Jangan Berbalik..

istiqomah

“Jika kau telah berada di Jalan Allah, melesatlah dengan kencang.

Jika sulit, maka tetaplah berlari meski kecil langkahmu.

Bila engkau lelah, berjalanlah menghela lapang.

Dan bila semua itu tak mampu kau lakukan, tetaplah maju meski terus merangkak nyalang, dan jangan pernah sekalipun berbalik ke belakang.”

(Asy Syafi’i)

 

Ada kalanya, menemui diri yang berbeda. Tidak sesuai dengan fitrah iman. Usai melakukannya, sesal tersisa. Semoga juga taubat sebelum terlambat.. : ‘(.

Obrolan ringan dengan adek kost kemarin siang, tentang gejala futur Read the rest of this entry »

12 Comments »

Selamat Jalan Mbah Uti..

Jumat (25/10) siang saat melingkar dengan adik-adik di teras sebuah masjid.. Adik yang bertugas menyampaikan taujih belum siap. Lalu saya minta saja membacakan salah satu judul tulisan dari dua buku terbitan Tarbawi yang saya sodorkan untuk dipilih; Hidup Tak Mengenal Siaran Tunda (Ahmad Zairofi) atau Berteduhlah di Taman Hati (DR. Aidh Abdullah Al Qarni). Membolak-balik judul dan belum juga menentukan pilihan. “Oh, Ini aja deh dek…”, saya tertarik dengan sebuah judul “Pemutus Semua Kenikmatan” (DR. Aidh Al Qarni), isinya merupakan dzikrul maut. Kemudian salah satu adik yang lain saya minta membacakan QS. Ali ‘Imroon ayat 185.

 “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. 3 : 185)

 * * *

 Di hari yang sama, pukul 21.41

 “Nis, sudah dikabari sama ibu?”, suara bapak di ujung telepon.

 “Belum, Pak.. Kabar apa?”

Read the rest of this entry »

8 Comments »

[Foto] Aksi Solidaritas Mesir di Surabaya

Teman-teman sohiblog, sudah pada nyimak berita pembantaian pada masyarakat Mesir yang dilakukan oleh militer kan? 🙂 Kalau belum tahu, buruan simak ya. Paling mudah bisa di FanPage Mesir Kini dan web Sinai Mesir.

Jumat 16 Agustus lalu, di depan gedung DPRD Surabaya, ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi peduli kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas. Foto-foto aksi solidaritas Mesir di Surabaya bisa dilihat di album BSMI Surabaya. Ini beberapa saja yang saya upload di sini..

mujahid kecilSi kecil pun turut berjuang 🙂

teatrikalteatrikal kondisi di Mesir, beberapa di antaranya dilakoni oleh ikhwan UNAIR

doapeserta aksi melakukan doa bersama

save egypt

Persaudaraan atas landasan aqidah takkan dibatasi oleh teritori wilayah ataupun suku bangsa.

“Ya Allah, bantulah saudara kami yang berada di Mesir

Ya Allah, satukan hati antara orang-orang beriman yang berada di Mesir.”

Mari berdoa juga untuk saudara-saudara yang tengah berjuang di Palestina, Iraq, Suriah, Afganistan, Pakistan, dan Myanmar.

Dan tentunya untuk bumi Indonesia.. dan seluruh umat Islam di mana pun berada.. :’)

 

7 Comments »

Wal ‘Ashr

taqwa

Sudah cukup jauh telapak kaki ini menjejak di sebagian kecil saja ruas-ruas bumi, telah cukup lama tarik hembus nafasku mengalun bersama sang fajar dan petang, kau tak lagi kanak-kanak, Nis.. Read the rest of this entry »

23 Comments »

Wonderful Daurah

 

Jalanan di daerah Lawang malam itu cukup ramai. Saudariku mengemudi si Mio dengan gesit melewati dua mobil. Aku cukup tegang, kutepuk pundaknya seolah mengisyaratkan ucapan “pelan-pelan..”. Roda Mio terus berputar. Hingga di penghujung jembatan Lawang, kami kembali diapit dua kendaraan. Kali ini mobil di sebelah kiri, dan ‘sekotak’ bis di sebelah kanan.

Mencoba menyalip mobil dari sisi kanan, sementara bis terus melaju lurus… Sekejap saja. Sekedipan mata, mungkin hitungan detik. Tubuh kecil kami ber”duel” dengan kerasnya badan bis. Read the rest of this entry »

16 Comments »

Kematian adalah Nasihat..

(Gambar diambil dari blog Ahsinmuslim)

Rombongan kami yang sedang bertakziyah duduk melingkar memenuhi ruang tengah rumah ini. Sambil menunggu ibunya keluar dari kamar hingga kami bisa berpamitan pulang, anak-anak dari almarhum ayahandanya bercerita dan memberi kami taujih..

“Sebelumnya, ayah saya tidak sakit apa-apa, yah memang kematian tidak ada kaitannya dengan sakit. Setelah ayah saya tiada, secara otomatis saya akan merangkai sebanyak-banyaknya kenangan tentang saya dan ayah. Kemudian menyusunnya menjadi puzzle, hanya saja menjadi puzzle yang tidak utuh. Tidak utuh dalam artian, kebahagiaan. Saya merasa belum bisa memberikan kebahagiaan pada beliau.. Maka, bagi teman-teman yang masih memiliki kedua orang tua, bahagiakanlah mereka.. Jika pun mereka telah pergi, jangan pernah berhenti untuk mendoakannya.. Sudah satu tahun Pi (panggilan dari kakak untuk ayah) mengaji di masjid, sepulang dari mengaji beliau biasanya mengajak keluarganya untuk berdiskusi, menyampaikan ilmunya..”

Read the rest of this entry »

7 Comments »

Berharap Apa Kita, Saat itu?

Sumber tulisan ini dari : Rubrik Ruhaniyat Majalah Tarbawi, sekadar mengingatkan diri saya sendiri, moga bisa bermanfaat juga bagi teman-teman, nggih,, ^_^

Keinginan dan harapan, bukan hanya milik orang-orang yang masih hidup. Keinginan dan harapan juga milik mereka yang telah mati. Jika Rasulullah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menjelaskan, keinginan orang-orang shalih di alam kubur, adalah kembali ke keluarga untuk menyampaikan berita gembira, maka keinginan orang-orang durhaka juga ingin dikembalikan hidup di dunia. Namun misi yang mereka inginkan di dunia tidak sama. Meski kedua-duanya juga tak bisa memenuhi keinginan dan harapan mereka. Perbedaannya jelas. Orang-orang shalih, sangat gembira dan ingin menyampaikan kegembiraannya kepada keluarganya di dunia. Tapi orang-orang durhaka, justru dalam suasana duka tak terperi hingga ia ingin dikembalikan ke dunia untuk melakukan amal-amal yang bisa memberinya sejumput pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka banyak menyepelekan hak-hak Allah, melewati hidup dalam kesia-siaan dan kelalaian, menunda-nunda taubat sambil berharap agar usianya terus memanjang. Di dalam kuburlah mereka meratapi amalnya dan menangisi apa yang telah lalu. Dan di sana iamenyampaikan harap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 Saudaraku yang tak pernah luput dari kasih sayang Allah,

Ayat-ayat Al Quran dan hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menuturkan kepada kita bagaimana keinginan mereka saat ada di alam akhirat. Salah satu keinginan mereka adalah, keinginan mendirikan shalat, meski hanya dua rakaat. Ini dijelaskan oleh Abu Hurairah radhiallahu anhu yang meriwayatkan hadits Rasulullah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam saat melewati sebuah makam. “Siapakah yang dikubur di sini?”  tanya Rasul Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. Para sahabat menjawab, “Ini kuburan fulan.”  Rasul Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam mengatakan, “Shalat dua rakaat lebih diinginkan oleh penghuni kubur ini ketimbang apa yang tersisa dari dunia kalian.”

 Itulah salah satu puncak keinginan orang yang telah meninggal namun banyak melalaikan Allah. Ia sangat mendambakan ruku dalam dua rakaat shalat. Ia begitu berharap bisa menambah timbangan kebaikannya. Ia menentukan keinginannya secara spesifik untuk memperoleh pahala shalat. Karena ia telah melihat langsung apa manfaat shalat. Kemudian menjadi sangat berduka melewati hari-hari tanpa shalat. Ia ingin kembali ke dunia, hanya beberapa detik untuk bisa ruku. Tidak ada keinginan dunia apapun, hanya ingin dua rakaat.

Read the rest of this entry »

16 Comments »

%d bloggers like this: